Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
POLRI memastikan program virtual police tidak memantau langsung konten dalam aplikasi berbagi pesan elektronik, WhatsApp.
Diketahui, virtual police telah menegur 89 akun media sosial yang diduga menyebarkan ujaran kebencian, termasuk akun WhatsApp.
"Konten WhatsApp merupakan area pribadi, Polri akan melakukan proses penyelidikan dan penyidikan terkait dengan konten WA yang berisi dugaan tindak pidana, apabila menerima laporan dari masyarakat," terang Kabag Penum Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, Rabu (17/3).
Baca juga: Virtual Police Sudah Peringatkan 79 Akun Media Sosial
Pihaknya akan melakukan penyelidikan, jika menerima laporan dari masyarakat dalam bentuk screenshot atau tangkapan layar dari salah satu anggota grup WhatsApp. Kemudian, orang tersebut melaporkan akun yang menyebarkan ujaran kebencian atau SARA.
"Saya ulangi polisi tidak masuk (konten WhatsApp). Virtual police hanya melakukan teguran setelah menerima laporan pengaduan dari masyarakat," tegas Ahmad.
Lebih lanjut, dia mencontohkan jika dalam grup WhatsApp terdapat ujaran kebencian dan dilaporkan oleh salah satu anggota grup, maka polisi bisa menindaklanjuti.
Baca juga: Masyarakat Diimbau Jangan Mudah Termakan Hoaks
"Jangan sampai ada anggapan bahwa grup WhatsApp merupakan tujuan dari patroli siber atau virtual police," imbuhnya.
Ahmad pun berpesan agar masyarakat menggunakan media sosial secara bijak. Sehingga, menciptakan ruang digital yang produktif. Sepanjang implementasi virtual police, belum ada masyarakat terjerat kasus pidana.
"Sepanjang ini, dilakukan peringatan pertama dan peringatan kedua. Kemudian setelah dilakukan peneguran, mereka rata-rata menghapus postingan tersebut," paparnya.(OL-11)
Ingin hapus video WhatsApp tapi chat tetap ada? Simak cara menggunakan fitur Granular Media Deletion terbaru 2026 untuk hemat memori HP Anda.
APLIKASI pesan instan seperti WhatsApp menjadi salah satu penyumbang terbesar penggunaan ruang penyimpanan di ponsel pintar.
Tulisan WhatsApp terlalu kecil? Simak panduan mudah memperbesar ukuran font WA di Android, iPhone, dan Desktop agar lebih nyaman dibaca.
EXECUTIVE Vice President Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison Indosat Fahd Yudanegoro mengingatkan meningkatnya risiko kasus penimpuan daring melalui aplikasi pesan Whatsapp
Tiga akun media sosial provokatif yang diduga mengeskalasi kerusuhan Agustus 2025. Akun Strongerboy, Adiastha8, dan Armyzoned ID dianggap kebal hukum dan belum diusut kepolisian.
Dari video call grup hingga kunci chat, ini 10 fitur WhatsApp yang bikin Imlek lebih tertata, hangat, dan bebas gangguan.
Presiden RI Prabowo Subianto mengingatkan aparat penegak hukum agar tidak menggunakan hukum sebagai alat untuk menyerang lawan politik.
Mayoritas publik atau sekitar 67 persen percaya bahwa penempatan Polri di bawah kementerian berpotensi mengurangi independensi kepolisian.
kasus yang menimpa Hogi Minaya di Sleman, Yogyakarta serta arogansi terhadap penjual es gabus menunjukkan polisi tidak lagi menghayati perannya sebagai pelayan masyarakat.
Penempatan Polri di bawah kementerian justru berpotensi melemahkan efektivitas kerja kepolisian karena memperpanjang rantai birokrasi dan membuka ruang intervensi.
Menurut Fauzan, wacana pembentukan kementerian khusus yang membawahi kepolisian justru berisiko menambah kerumitan birokrasi.
Sifat rekomendasi tersebut cenderung konvensional dan sudah umum dikenal dalam diskursus reformasi kepolisian di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved