Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
POLRI memastikan program virtual police tidak memantau langsung konten dalam aplikasi berbagi pesan elektronik, WhatsApp.
Diketahui, virtual police telah menegur 89 akun media sosial yang diduga menyebarkan ujaran kebencian, termasuk akun WhatsApp.
"Konten WhatsApp merupakan area pribadi, Polri akan melakukan proses penyelidikan dan penyidikan terkait dengan konten WA yang berisi dugaan tindak pidana, apabila menerima laporan dari masyarakat," terang Kabag Penum Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, Rabu (17/3).
Baca juga: Virtual Police Sudah Peringatkan 79 Akun Media Sosial
Pihaknya akan melakukan penyelidikan, jika menerima laporan dari masyarakat dalam bentuk screenshot atau tangkapan layar dari salah satu anggota grup WhatsApp. Kemudian, orang tersebut melaporkan akun yang menyebarkan ujaran kebencian atau SARA.
"Saya ulangi polisi tidak masuk (konten WhatsApp). Virtual police hanya melakukan teguran setelah menerima laporan pengaduan dari masyarakat," tegas Ahmad.
Lebih lanjut, dia mencontohkan jika dalam grup WhatsApp terdapat ujaran kebencian dan dilaporkan oleh salah satu anggota grup, maka polisi bisa menindaklanjuti.
Baca juga: Masyarakat Diimbau Jangan Mudah Termakan Hoaks
"Jangan sampai ada anggapan bahwa grup WhatsApp merupakan tujuan dari patroli siber atau virtual police," imbuhnya.
Ahmad pun berpesan agar masyarakat menggunakan media sosial secara bijak. Sehingga, menciptakan ruang digital yang produktif. Sepanjang implementasi virtual police, belum ada masyarakat terjerat kasus pidana.
"Sepanjang ini, dilakukan peringatan pertama dan peringatan kedua. Kemudian setelah dilakukan peneguran, mereka rata-rata menghapus postingan tersebut," paparnya.(OL-11)
Para pelaku kejahatan siber kini bergerak dalam sindikat terorganisir yang sangat sistematis. Mereka tidak hanya mengincar data pribadi, tetapi juga akses langsung ke saldo
Whatsapp tengah menguji fitur obrolan tamu yang memungkinan pengguna berkomunikasi dengan orang yang belum memiliki akun.
Kenali modus peretasan WhatsApp terbaru 2026 yang makin halus. Simak cara melindungi akun dengan fitur Strict Account Settings dan 2FA di sini.
Kehadiran Tab Meta AI di WhatsApp Android menunjukkan ambisi besar Meta untuk menjadikan kecerdasan buatan sebagai bagian tak terpisahkan dari komunikasi digital.
WhatsApp tengah menguji fitur Meta AI Tab pada versi beta Android yang memungkinkan pengguna mengakses berbagai alat AI langsung dari aplikasi.
WhatsApp resmi meluncurkan fitur akun yang dikelola orang tua untuk anak usia 10-12 tahun. Simak cara setting, fitur kontrol, dan sistem keamanannya di sini.
Presiden RI Prabowo Subianto mengingatkan aparat penegak hukum agar tidak menggunakan hukum sebagai alat untuk menyerang lawan politik.
Mayoritas publik atau sekitar 67 persen percaya bahwa penempatan Polri di bawah kementerian berpotensi mengurangi independensi kepolisian.
kasus yang menimpa Hogi Minaya di Sleman, Yogyakarta serta arogansi terhadap penjual es gabus menunjukkan polisi tidak lagi menghayati perannya sebagai pelayan masyarakat.
Penempatan Polri di bawah kementerian justru berpotensi melemahkan efektivitas kerja kepolisian karena memperpanjang rantai birokrasi dan membuka ruang intervensi.
Menurut Fauzan, wacana pembentukan kementerian khusus yang membawahi kepolisian justru berisiko menambah kerumitan birokrasi.
Sifat rekomendasi tersebut cenderung konvensional dan sudah umum dikenal dalam diskursus reformasi kepolisian di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved