Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

WhatsApp Paling Banyak Jadi Pintu Masuk Penipuan Digital

Agus Utantoro
21/2/2026 12:05
WhatsApp Paling Banyak Jadi Pintu Masuk Penipuan Digital
Ilustrasi.(freepik)

EXECUTIVE Vice President (EVP) Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison Indosat Fahd Yudanegoro mengingatkan adanya meningkatnya risiko kasus penimpuan daring melalui aplikasi pesan Whatsapp saat Ramadan.

Menurutnya aktivias digital yang makin meningkat baik chat, telepon, notifikasi di Ramadan daripada  bulan-bulan lainnya. Bahkan urusan belanja sehari-hari dan belanja kebutuhan lebaran, mudik hingga sedekah semuanya bisa berlangsung dalam waktu yang hampir bersamaan.

Namun, kata Fahd, Sabtu (21/2) siang, ketika aktivitas digital meningkat, risiko pun ikut bertambah. Data 2025 yang menunjukkan, kasus penipuan digital selama Ramadan meningkat hingga 34,7%, dengan 89% terjadi melalui WhatsApp dan 64% melalui panggilan telepon . 

Indonesia Anti-Scam Centre-IASC- juga mencatat konsentrasi laporan penipuan menumpuk di Pulau Jawa, dan di DIY terdapat 7.034 laporan penipuan hingga November 2025 dengan nilai kerugian mencapai Rp143,88 miliar. 

Riset nasional tentang penipuan digital di Indonesia, ujar dia, menunjukkan ada lima jenis modus penipuan yang paling banyak yakni penipuan berkedok hadiah (91,2%), pinjaman digital ilegal (74,8%), pengiriman tautan yang berisi malware atau virus (65,2%), penipuan berkedok krisis keluarga (59,8%), dan investasi ilegal (56%). 

Hasil riset yang disajikan Indonesiabaik.id itu, sambungnya, menunjukkan lima jenis penipuan yang paling sedikit diterima respoden di antaranya penerimaan sekolah/beasiswa palsu (19,9%), penerimaan pada proses penerimaan kerja (20,6%), pembajakan/peretasan akun dompet digital (25,6%), penipuan berkedok asmara/romansa (27, 7%), dan pencurian identitas pribadi (29,2%).

Melihat data tersebut, pihaknya meluncurkan kampanye “IM3 SATSPAM+ Amankan Pejuang Ramadan”, sekaligus menghadirkan inovasi terbaru yakni perlindungan WhatsApp Call pertama di Indonesia melalui fitur SATSPAM+ (Satuan Anti Scam dan Spam Plus). 

"SATSPAM+ bekerja secara real-time untuk melindungi pelanggan dari ancaman penipuan melalui SMS, panggilan reguler, dan kini WhatsApp Call. Tidak hanya menghadirkan deteksi otomatis, fitur ini juga dilengkapi dengan opsi pemblokiran nomor mencurigakan, serta laporan harian yang dapat dipersonalisasi," kata Fahd.

Dikatakan, sistem ini didukung oleh teknologi jaringan internet AIvolusi5G yang lebih cepat dan aman, gabungan kecanggihan AI dan kekuatan 5G. Layanan jaringan 5G dari IOH ini, imbuhnya, untuk DIY sudah menjangkau 24 kapanewon (kecamatan) yan meliputi 14 kapanewon di Kota Yogyakarta, 3 kapanewon di Bantul, dan 7 kapanewon di Sleman.  (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya