Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Penipuan lewat WhatsApp Catut Nama Wagub Sulbar, Masyarakat Diminta Waspada

Lina Herlina
02/12/2025 15:36
Penipuan lewat WhatsApp Catut Nama Wagub Sulbar, Masyarakat Diminta Waspada
Wakil Gubernur Salim S Mengga.(Dok. Pemprov Sulbar)

PEMERINTAH Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengeluarkan peringatan resmi kepada masyarakat untuk mewaspadai aksi penipuan digital terbaru. Selasa (2/12/2025), beredar aktif akun WhatsApp palsu yang mengaku sebagai Wakil Gubernur Salim S Mengga. 

Akun tidak sah tersebut menawarkan berbagai bentuk bantuan dan program pemerintah fiktif kepada warga dengan menggunakan foto profil Wagub sebagai upaya penipuan yang terstruktur.

Modus penipuan ini dilakukan dengan menghubungi korban secara personal. Pelaku yang mengatasnamakan Wagub Salim S. Mengga itu kemudian menawarkan bantuan dana atau program pemerintah dengan beberapa persyaratan, sekaligus meminta data pribadi korban untuk memperkuat kedoknya. 

Pola komunikasi yang terkesan rapi dilaporkan membuat sejumlah warga hampir terjebak.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Pribadi (Sespri) Wakil Gubernur menegaskan bahwa nomor WhatsApp yang beredar tersebut bukanlah milik resmi pejabat. 

Ditegaskannya bahwa pejabat negara tidak akan pernah meminta data pribadi atau menawarkan bantuan langsung melalui pesan pribadi di WhatsApp. 

Tim dari Sekretariat Wagub telah mulai melakukan penelusuran asal-usul nomor terduga pelaku dan membuka ruang pengaduan bagi warga yang menerima pesan serupa untuk melaporkannya.

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar, juga menyampaikan imbauan langsung kepada publik. 

Ia meminta masyarakat untuk selalu memverifikasi sumber informasi melalui saluran resmi pemerintah, seperti website atau kontak kantor yang terverifikasi, jika menerima pesan mencurigakan. Masyarakat juga diimbau untuk tidak membagikan data pribadi sensitif seperti NIK, nomor rekening, atau PIN melalui pesan singkat dari nomor tidak dikenal.

Djafar menambahkan bahwa masyarakat harus mewaspadai iming-iming bantuan mendadak yang terkesan "terlalu bagus untuk jadi kenyataan" dan sering kali menciptakan rasa urgensi agar korban cepat mengambil keputusan. 

Langkah paling aman jika menerima pesan mencurigakan adalah dengan tidak membalas, tidak mengklik tautan apapun, serta segera memblokir nomor tersebut dan melaporkannya ke pihak berwajib.

Peringatan ini berlaku tidak hanya untuk penipuan yang mengatasnamakan Wagub, tetapi juga untuk semua modus serupa yang mungkin menggunakan nama pejabat lain seperti Gubernur Suhardi Duka. Masyarakat diminta untuk selalu bersikap kritis dan melakukan pengecekan ulang terhadap informasi yang diterima dari sumber yang tidak resmi. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya