Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Perkuat Kepercayaan Investor, Indonesia-AS Sepakati Kerja Sama Ekonomi Rp649 Triliun

Basuki Eka Purnama
20/2/2026 09:02
Perkuat Kepercayaan Investor, Indonesia-AS Sepakati Kerja Sama Ekonomi Rp649 Triliun
Indonesia dan Amerika Serikat (AS) menyepakati komitmen kerja sama pembelian barang dan investasi di berbagai sektor senilai 38,4 miliar dolar AS atau setara dengan Rp649,42 triliun, Washington D.C, Amerika Serikat (AS), Rabu waktu setempat (18/2/2026)(ANTARA/HO-Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian)

PEMERINTAH Indonesia dan Amerika Serikat (AS) resmi menyepakati komitmen kerja sama perdagangan dan investasi lintas sektor dengan nilai fantastis mencapai US$38,4 miliar atau setara Rp649,42 triliun. 

Kesepakatan besar ini diresmikan dalam ajang US-Indonesia Business Summit 2026 yang berlangsung di Washington D.C., Rabu (18/2) waktu setempat.

Pertemuan strategis yang diinisiasi oleh U.S. Chamber of Commerce (USCC), US-ASEAN Business Council (USABC), dan U.S.-Indonesia Society (USINDO) ini menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan pelaku usaha global terhadap iklim investasi di Indonesia.

Dalam sambutannya, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan ekosistem bisnis yang sehat melalui penguatan tata kelola dan transparansi.

“Saya memahami cara kerja pasar. Pasar menghargai transparansi, disiplin dan kredibilitas. Tanggung jawab saya sebagai Presiden, memperkuat tata kelola, meningkatkan transparansi, dan memastikan bahwa kami memenuhi standar internasional. Ini tentang bagaimana menjaga integritas ekonomi kita, dan kepercayaan investor jangka panjang,” tegas Prabowo.

Dominasi Sektor Manufaktur dan Semikonduktor

Sektor industri manufaktur menjadi motor utama dalam kesepakatan ini dengan nilai investasi mencapai US$33,91 miliar (Rp573,48 triliun). 

Poin krusial dalam sektor ini adalah rencana pengembangan industri semikonduktor yang terbagi dalam dua proyek raksasa, masing-masing senilai US$4,89 miliar dan 26,US$7 miliar dolar .

Selain itu, tercatat pula kemitraan antara Kadin dengan USABC senilai US$2 miliar, serta penyediaan bahan baku industri berupa Shredded Worn Clothing sebesar US$200 juta.

Ketahanan Pangan dan Komoditas Agro

Di sisi lain, sektor agro mencatatkan total kesepakatan pembelian senilai US$4,5 miliar (Rp76,10 triliun) yang direncanakan hingga tahun 2030. 

Komitmen ini mencakup pembelian kedelai (US$1,37 miliar), gandum (US$1,25 miliar), jagung (US$855 juta), kapas (US$244 juta), serta produk agro lainnya sebesar US$800 juta.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa kolaborasi ini difokuskan untuk meningkatkan daya saing nasional melalui inovasi digital, kecerdasan artifisial, hingga transisi energi. 

Ia juga menyoroti rampungnya Agreement on Reciprocal Trade (ART) sebagai tonggak penting dalam menghapus hambatan perdagangan.

“Melalui kesepakatan dalam ART ini, akan semakin memperkuat akses pasar dan daya saing produk Indonesia, sehingga akan menarik investasi yang lebih besar di berbagai sektor,” ujar Airlangga.

Langkah diplomasi ekonomi ini diharapkan mampu menciptakan kepastian usaha yang lebih solid bagi kedua negara, sekaligus memperkokoh posisi Indonesia sebagai mitra strategis dalam rantai pasok global. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya