Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Nabi Ya'qub AS: Gelar Israil, Mukjizat, hingga Wafatnya

Wisnu Arto Subari
31/1/2026 10:54
Nabi Ya'qub AS: Gelar Israil, Mukjizat, hingga Wafatnya
Ilustrasi.(Freepik)

NABI Ya'qub AS ialah salah satu nabi yang memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah agama samawi. Beliau mata rantai yang menghubungkan kenabian kakeknya, Nabi Ibrahim AS, dan ayahnya, Nabi Ishaq AS, kepada keturunan Bani Israil yang melahirkan banyak nabi setelahnya.

Kisah hidup Nabi Ya'qub penuh dengan dinamika perjuangan keluarga, kesabaran tanpa batas, dan keteguhan memegang tauhid. Dalam artikel ini, kita akan mengulas secara mendalam perjalanan hidup Nabi Ya'qub AS, mulai dari kelahirannya, ujian berat kehilangan putra tercinta, mukjizat yang Allah berikan, hingga detik-detik wafatnya.

1. Kelahiran dan Nasab Mulia

Nabi Ya'qub AS lahir di Palestina. Beliau putra dari Nabi Ishaq AS dan Ribka (Rifqah). Jika dirunut ke atas, nasab beliau adalah Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim.

Baca juga : Nabi Ismail AS Mukjizat Zamzam, Perintah Kurban, hingga Wafat

Beliau lahir bersama saudara kembarnya yang bernama 'Iish (Esau). Dalam riwayat sejarah Islam dan literatur tafsir, disebutkan bahwa 'Iish lahir terlebih dahulu, kemudian disusul oleh Ya'qub yang lahir memegang tumit saudaranya.

Nama Ya'qub sendiri diyakini berasal dari kata Ya'qib yang berarti menyusul atau mengiringi. Sejak kecil, tanda-tanda kesalehan dan kecerdasan sudah tampak pada diri Ya'qub, berbeda dengan saudaranya yang lebih gemar berburu dan hidup di alam bebas.

Baca juga : Nabi Ishaq AS Kelahiran Ajaib, Dakwah Palestina, hingga Wafat

2. Asal-Usul Gelar Israil

Salah satu fakta terpenting tentang Nabi Ya'qub adalah gelar yang disandangnya, yaitu Israil. Dalam bahasa Ibrani, Isra berarti hamba atau kekasih dan El berarti Allah (Tuhan). Jadi, Israil bermakna hamba Allah atau Abdullah dalam bahasa Arab.

Dari sinilah istilah Bani Israil muncul, yang merujuk pada anak keturunan Nabi Ya'qub. Seluruh nabi dari kalangan Bani Israil, termasuk Nabi Musa AS, Nabi Daud AS, hingga Nabi Isa AS, merupakan keturunan beliau.

Baca juga: Nabi Ibrahim Hancurkan Berhala Logika Tauhid Runtuhkan Ajaran Namrud

3. Perjuangan dan Hijrah ke Fadan A'ram

Perjalanan hidup Nabi Ya'qub memasuki babak baru ketika beliau diperintahkan oleh ayahnya dan ibunya untuk berhijrah ke Fadan A'ram (daerah Irak sekarang) demi menghindari perselisihan dengan saudaranya, 'Iish, sekaligus menemui pamannya yang bernama Laban.

Di tempat pamannya inilah Nabi Ya'qub bekerja menggembala kambing selama bertahun-tahun sebagai mahar untuk menikahi putri-putri pamannya. Dalam syariat masa itu, diperbolehkan menikahi dua saudara perempuan sekaligus (yang kemudian dilarang pada masa Nabi Muhammad SAW). Nabi Ya'qub menikahi Laiya (Leah) dan Rahil (Rachel), serta dua hamba sahaya mereka, Zulfa dan Bilhah.

Baca juga: Surat Al-Kahfi Asbabun Nuzul, 4 Pesan Pokok, dan Keutamaan Membacanya

Daftar 12 Putra Nabi Ya'qub (Asbat)

Dari keempat istrinya, Nabi Ya'qub dikaruniai 12 orang putra yang menjadi cikal bakal 12 suku Bani Israil. Berikut rinciannya:

Ibu Nama Anak
Laiya (Leah) Ruben, Syam'un, Lewi, Yahuda, Yassakir, Zebulon
Rahil (Rachel) Yusuf, Bunyamin
Bilhah Dan, Naftali
Zulfa Gad, Asyer

4. Ujian Terberat: Kehilangan Yusuf dan Penglihatan

Ujian terbesar dalam hidup Nabi Ya'qub bukanlah kemiskinan atau musuh perang, melainkan ujian perasaan. Kecintaannya yang mendalam kepada Nabi Yusuf AS memicu kecemburuan saudara-saudaranya yang lain (kecuali Bunyamin). Saudara-saudara Yusuf kemudian membuat makar dengan membuang Yusuf ke sumur dan melaporkan kepada Nabi Ya'qub bahwa Yusuf dimakan serigala.

Baca juga: Cara Mengamalkan Surat Yusuf Ayat 4, Dipermudah Ketemu Jodoh

Mendengar kabar tersebut, Nabi Ya'qub mengalami kesedihan yang luar biasa. Al-Qur'an menggambarkan kesedihan beliau dalam Surah Yusuf ayat 84, yaitu beliau menangis hingga kedua matanya menjadi putih (buta) karena menahan amarah dan dukacita yang mendalam. Namun, di tengah kesedihan itu, beliau tetap memegang prinsip Fashabrun Jamil (kesabaran yang indah).

5. Mukjizat Nabi Ya'qub AS

Sebagai seorang utusan Allah, Nabi Ya'qub diberikan beberapa keistimewaan dan mukjizat, antara lain:

  • Firasat Tajam (Kasyaf): Meskipun terpisah puluhan tahun, Nabi Ya'qub tidak pernah percaya bahwa Yusuf mati. Beliau yakin Yusuf masih hidup berdasarkan wahyu dan firasat kenabiannya. Beliau bahkan bisa mencium bau baju Yusuf dari jarak yang sangat jauh ketika kafilah pembawa baju tersebut baru berangkat dari Mesir.
  • Kesembuhan Mata: Penglihatan Nabi Ya'qub yang hilang akibat menangis bertahun-tahun, seketika pulih kembali setelah wajahnya diusap dengan baju gamis milik Nabi Yusuf yang dikirim dari Mesir. Ini adalah salah satu momen paling emosional dalam sejarah para nabi.
  • Doa yang Mustajab: Doa Nabi Ya'qub untuk anak-anaknya agar diampuni Allah SWT dikabulkan, meskipun mereka telah melakukan kesalahan besar terhadap Yusuf.

Baca juga: Kisah Nabi Yusuf dan Mukjizatnya yang Menakjubkan

6. Reuni di Mesir dan Wafatnya Sang Nabi

Setelah penglihatannya pulih, Nabi Ya'qub beserta seluruh keluarganya (Bani Israil) hijrah ke Mesir atas undangan Nabi Yusuf yang saat itu telah menjadi bendahara negara (menteri). Pertemuan ini menjadi akhir yang bahagia dari penderitaan panjang keluarga Ya'qub.

Baca juga: Doa Nabi Yusuf agar Wajah Bercahaya Rahasia Pesona Spiritual

Nabi Ya'qub tinggal di Mesir selama kurang lebih 17 tahun bersama Yusuf. Menjelang wafatnya, Nabi Ya'qub mengumpulkan anak-anaknya untuk memberikan wasiat terakhir. Momen sakaratul maut ini diabadikan dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 133:

"Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: 'Apa yang kamu sembah sepeninggalku?' Mereka menjawab: 'Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya'."

Nabi Ya'qub wafat di Mesir pada usia yang diperkirakan sekitar 147 tahun. Sesuai wasiatnya, jenazah beliau tidak dimakamkan di Mesir, melainkan dibawa kembali ke Palestina untuk dimakamkan di Gua Machpelah (Masjid Ibrahimi) di Hebron, berdampingan dengan makam ayahnya (Ishaq) dan kakeknya (Ibrahim).

Baca juga: Surat Yusuf Ayat 4 Arab, Latin, Terjemah, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya

7. Pelajaran dari Kisah Nabi Ya'qub

Kisah Nabi Ya'qub mengajarkan kita tentang seni mendidik anak (parenting) di tengah karakter anak yang berbeda-beda, pentingnya memaafkan kesalahan keluarga, dan kekuatan harapan kepada Allah SWT. Beliau mengajarkan bahwa tidak ada kesedihan yang abadi selama kita menggantungkan harapan hanya kepada Sang Pencipta.

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya