Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Rahasia Kepemimpinan Ilyasa: Nabi yang Menjadi Raja Bani Israil

Wisnu Arto Subari
07/2/2026 16:37
Rahasia Kepemimpinan Ilyasa: Nabi yang Menjadi Raja Bani Israil
Ilustrasi.(Freepik)

NABI Ilyasa AS adalah salah satu dari 25 nabi yang wajib diimani oleh umat Islam. Meskipun namanya disebut secara singkat dalam Al-Qur'an, yakni pada Surah Al-An'am ayat 86 dan Surah Shad ayat 48, sosoknya memiliki peran yang sangat vital dalam sejarah Bani Israil. Beliau menjadi simbol dakwah berkelanjutan yang tak pernah putus setelah wafatnya Nabi Ilyas AS.

Silsilah Nabi Ilyasa dan Hubungannya dengan Nabi Yakub

Garis keturunan Nabi Ilyasa AS menyambung langsung pada akar keluarga para nabi. Beliau ialah putra dari Akhthub. Jika ditarik lebih jauh ke atas, silsilah beliau sampai kepada Ephraim (Afrayim) bin Yusuf bin Yakub bin Ishaq bin Ibrahim AS.

Hubungan Nabi Ilyasa dengan Nabi Yakub sangatlah erat karena beliau merupakan keturunan langsung dari jalur Nabi Yusuf AS. Hal ini menempatkan Nabi Ilyasa sebagai bagian dari bangsa pilihan Bani Israil yang dikaruniai kenabian secara turun-temurun untuk menjaga syariat tauhid di tanah Syam (Palestina dan sekitarnya).

Masa Kelahiran dan Pertemuan dengan Nabi Ilyas

Nabi Ilyasa lahir di lingkungan Bani Israil yang saat itu sedang mengalami krisis keimanan. Masa muda beliau ditandai dengan sebuah peristiwa mukjizat yang menjadi titik balik hidupnya. Dikisahkan bahwa saat masih muda, Ilyasa menderita penyakit yang sangat parah dan tak kunjung sembuh.

Pada saat yang sama, Nabi Ilyas AS sedang dalam pelarian dari kejaran tentara Raja Ahab yang zalim. Nabi Ilyas kemudian bersembunyi di rumah orangtua Ilyasa. Sebagai rasa terima kasih atas perlindungan yang diberikan, Nabi Ilyas berdoa kepada Allah SWT untuk kesembuhan Ilyasa. 

Atas izin Allah, Ilyasa sembuh seketika. Sejak saat itu, Ilyasa menjadi murid setia dan anak angkat yang selalu mendampingi dakwah Nabi Ilyas.

Perjuangan Dakwah di Tengah Kaum yang Ingkar

Setelah Nabi Ilyas AS wafat atau diangkat oleh Allah, Nabi Ilyasa memegang tongkat estafet kepemimpinan. Beliau menghadapi tantangan yang tidak mudah. Bani Israil yang sempat bertaubat di masa Nabi Ilyas kembali terjerumus ke dalam penyembahan berhala Baal setelah merasa hidup mereka makmur kembali.

Nabi Ilyasa berdakwah dengan penuh kesabaran. Beliau tidak hanya berperan sebagai nabi, tetapi juga sebagai pemimpin atau hakim yang bijaksana. Beliau mengingatkan kaumnya bahwa kenikmatan yang mereka rasakan adalah ujian dan berpaling dari Allah hanya akan mendatangkan azab berupa kekeringan dan kehancuran ekonomi.

Baca juga: Nabi Sulaiman Mukjizat, Hubungan dengan Jin, dan Ratu Bilqis

Mukjizat Nabi Ilyasa AS

Allah SWT membekali Nabi Ilyasa dengan berbagai mukjizat luar biasa untuk membuktikan kenabiannya di hadapan Bani Israil dan bangsa-bangsa di sekitarnya.

1. Menghidupkan Orang Mati.

Salah satu mukjizat paling dahsyat yang diberikan kepada Nabi Ilyasa adalah kemampuan menghidupkan orang mati dengan izin Allah. Hal ini serupa dengan mukjizat yang nanti diberikan kepada Nabi Isa AS.

Baca juga: Hubungan Nabi Daud dengan Yakub dan Zulkifli serta Mukjizatnya

2. Menyembuhkan Penyakit Kusta dan Kebutaan.

Beliau dianugerahi kemampuan untuk menyembuhkan berbagai penyakit kronis yang tidak bisa disembuhkan secara medis pada masa itu hanya dengan doa dan sentuhan.

3. Memurnikan Sumber Air yang Beracun.

Dikisahkan dalam beberapa riwayat, Nabi Ilyasa pernah memurnikan sumber air di suatu kota yang penduduknya menderita karena airnya pahit dan beracun. Beliau melemparkan garam ke sumber air tersebut sambil berdoa. Seketika air itu menjadi tawar dan sehat untuk diminum.

Baca juga: Kisah Nabi Zulkifli Silsilah, Mukjizat, dan Teladan Kesabaran

4. Melipatgandakan Makanan.

Dalam kondisi kelaparan, Nabi Ilyasa pernah mendoakan sedikit makanan sehingga cukup untuk memberi makan ratusan orang Bani Israil.

Mukjizat Nabi Ilyasa AS

  • Menghidupkan Orang Mati: Dengan izin Allah, beliau mampu membangkitkan orang yang telah wafat.
  • Penyembuhan Ajaib: Mampu menyembuhkan penyakit kusta, kebutaan, dan penyakit kronis lain.
  • Memurnikan Air: Mengubah air yang beracun dan pahit menjadi tawar dan layak konsumsi di kota Yerikho.
  • Penggandaan Makanan: Mendoakan sedikit makanan sehingga cukup untuk memberi makan ratusan orang saat kelaparan.

Wafatnya Nabi Ilyasa AS dan Warisan Kepemimpinan

Nabi Ilyasa AS wafat di Palestina (Samaria). Sebelum wafat, beliau melakukan proses suksesi kepemimpinan yang sangat terkenal. Beliau mencari sosok yang mampu memenuhi syarat berat yaitu berpuasa di siang hari, beribadah di malam hari, dan tidak pernah marah saat memutuskan perkara.

Baca juga: Mengapa Nabi Harun Punya Janggut Dua Warna Simak Kisah Pendamping Musa Ini

Syarat ini dipenuhi oleh seorang pemuda bernama Basyar yang kemudian dikenal sebagai Nabi Zulkifli AS. Wafatnya Nabi Ilyasa meninggalkan warisan berupa tatanan sosial yang stabil bagi Bani Israil sebelum akhirnya mereka kembali menyimpang di masa-masa berikutnya.

Pertanyaan tentang Nabi Ilyasa

Apakah Nabi Ilyasa dan Nabi Ilyas bersaudara?

Secara darah mereka tidak bersaudara kandung. Nabi Ilyasa adalah anak angkat dan murid dari Nabi Ilyas AS. Namun, keduanya berasal dari garis keturunan besar yang sama, yaitu Bani Israil.

Baca juga: 25 Nabi dan Rasul beserta Tugas dan Mukjizatnya

Di mana makam Nabi Ilyasa AS?

Makam yang diyakini sebagai tempat peristirahatan Nabi Ilyasa berada di Palestina, tepatnya di wilayah Samaria. Namun, ada juga situs di Turki dan Arab Saudi yang dikaitkan dengan nama beliau.

Apa pesan utama dari dakwah Nabi Ilyasa?

Pesan utamanya adalah konsistensi dalam bertauhid. Beliau mengajarkan bahwa iman tidak boleh goyah baik dalam kondisi sulit (kemarau) maupun kondisi makmur.

Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti

Keteladanan Nabi Ilyasa AS

Kesetiaan luar biasa seorang murid kepada gurunya dalam dakwah.
Kebijaksanaan dalam memimpin tanpa mengedepankan amarah.
Konsistensi menjaga tauhid di tengah kemakmuran duniawi.
Pentingnya melakukan kaderisasi pemimpin yang bertakwa.

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya