Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Mengapa Keluarga Ali Imran Begitu Istimewa hingga Diabadikan dalam Al-Qur'an?

Wisnu Arto Subari
08/2/2026 22:19
Mengapa Keluarga Ali Imran Begitu Istimewa hingga Diabadikan dalam Al-Qur'an?
Ilustrasi.(Freepik)

KELUARGA Ali Imran menduduki posisi yang sangat istimewa dalam sejarah agama-agama samawi, khususnya dalam Islam. Nama keluarga ini bahkan diabadikan sebagai salah satu nama surah terpanjang dalam Al-Qur'an. Kesucian, keteguhan iman, dan mukjizat yang menyertai garis keturunan ini menjadikannya teladan abadi bagi umat manusia.

Siapakah Sosok Ali Imran dan Silsilahnya?

Ali Imran bukanlah seorang Nabi, melainkan seorang pria saleh yang berasal dari keturunan Bani Israil. Ia merupakan keturunan langsung dari garis Nabi Sulaiman bin Daud AS. Dalam literatur sejarah Islam, Imran dikenal sebagai sosok ulama besar yang sangat dihormati di kalangan kaumnya.

Keluarga inti Ali Imran terdiri dari beberapa tokoh kunci yang memiliki peran vital dalam sejarah kenabian:

  • Imran (Ayah): Sosok pemimpin spiritual yang saleh.
  • Hannah binti Faqudh (Istri): Wanita ahli ibadah yang sangat merindukan keturunan.
  • Maryam (Anak): Wanita suci yang dipilih Allah untuk melahirkan Nabi Isa AS.
  • Nabi Isa AS (Cucu): Salah satu nabi Ulul Azmi yang membawa risalah Injil.

Hubungan keluarga ini juga terikat erat dengan Nabi Zakaria AS, yang merupakan suami dari saudara perempuan Hannah (atau dalam riwayat lain, suami dari bibi Maryam). Hal ini menjadikan Nabi Zakaria sebagai wali atau pengasuh Maryam selama berada di Baitul Maqdis.

Kelahiran Maryam: Buah dari Nazar yang Tulus

Kisah keluarga ini dimulai dengan kerinduan Hannah akan seorang anak. Dalam doanya yang tulus, ia bernazar bahwa jika ia dikaruniai anak, anak tersebut akan diserahkan sepenuhnya untuk berkhidmat di Baitul Maqdis (Rumah Suci). Allah mengabulkan doa tersebut dengan kelahiran seorang bayi perempuan yang diberi nama Maryam.

Meskipun awalnya Hannah mengira hanya anak laki-laki yang bisa berkhidmat di rumah suci, Allah menegaskan bahwa Maryam memiliki derajat yang sangat tinggi. Maryam tumbuh dalam pengawasan Nabi Zakaria di suatu mihrab, tempat ia sering menerima makanan dari langit sebagai tanda kemuliaan dari Allah.

Kelahiran Nabi Isa AS dan Perjuangan Melawan Fitnah

Puncak dari kemuliaan keluarga Ali Imran ialah kelahiran Nabi Isa AS. Maryam mengandung Isa tanpa campur tangan laki-laki, melainkan melalui tiupan ruh dari Malaikat Jibril atas perintah Allah.

Peristiwa ini menjadi ujian besar bagi Maryam. Ia harus menghadapi fitnah keji dari kaumnya. Namun, Allah memberikan mukjizat kepada bayi Isa yang masih dalam ayunan untuk berbicara dan membela kesucian ibunya.

Nabi Isa AS kemudian tumbuh menjadi nabi yang membawa mukjizat luar biasa, seperti menyembuhkan orang buta, menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan menurunkan hidangan dari langit (Al-Ma'idah). Perjuangannya adalah mengembalikan kaum Bani Israil ke jalan tauhid yang lurus.

Baca juga: Kisah Sembilan Nabi yang tidak Disebutkan dalam Al-Quran

Tokoh Peran Utama
Imran Kepala keluarga dan ulama Bani Israil
Hannah Ibu Maryam, simbol ketulusan doa
Maryam Wanita tersuci, ibu dari Nabi Isa AS
Nabi Isa AS Membawa ajaran tauhid dan kitab Injil

Wafat dan Akhir Hayat Keluarga Ali Imran

Dalam perspektif Islam, sejarah mencatat bahwa Imran (sang ayah) wafat saat Maryam masih kecil. Ini kemudian menyebabkan Maryam diasuh oleh Nabi Zakaria.

Mengenai Nabi Isa AS, mayoritas ulama berpegang pada ayat Al-Qur'an bahwa beliau tidak dibunuh maupun disalib, melainkan diangkat oleh Allah ke langit. Beliau diyakini akan turun kembali ke bumi di akhir zaman untuk menegakkan keadilan.

Baca juga: Kisah Nabi Syamun Samson Al-Ghazi dan Lailatul Qadar

People Also Ask

Apakah Ali Imran seorang Nabi?

Bukan, Ali Imran adalah seorang pria saleh dan ulama dari Bani Israil. Namun keturunannya (Isa AS) adalah seorang Nabi besar.

Apa hubungan Nabi Zakaria dengan Maryam?

Nabi Zakaria adalah paman atau wali yang mengasuh Maryam di Baitul Maqdis setelah ayahnya, Imran, wafat.

Mengapa keluarga ini dinamakan Ali Imran?

Alu atau Ali berarti keluarga. Penamaan ini merujuk pada garis keturunan Imran yang dipilih Allah karena kesalehan mereka yang luar biasa.

Baca juga: Kisah Nabi Jirjis Hidup kembali meski Dibunuh 70 Kali

Hikmah dari Keluarga Ali Imran

1. Kekuatan Doa: Meneladani ketulusan doa Hannah binti Faqudh.

2. Menjaga Kesucian: Mengambil pelajaran dari keteguhan Maryam menjaga kehormatan.

3. Totalitas Ibadah: Komitmen keluarga dalam berkhidmat di jalan Allah.

4. Menghadapi Ujian: Kesabaran Nabi Isa AS dalam menghadapi penolakan kaumnya.

Baca juga: Ini Maksud Larangan Memuji Nabi Muhammad secara Berlebihan

Kesimpulan

Keluarga Ali Imran mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga kesucian niat dan keteguhan iman di tengah cobaan. Dari doa seorang ibu hingga perjuangan seorang Nabi, garis keturunan ini tetap menjadi mercusuar hidayah bagi umat manusia hingga saat ini.

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya