Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Mukjizat di Balik Mihrab: Rahasia Keteguhan Maryam binti Imran

Wisnu Arto Subari
10/2/2026 22:28
Mukjizat di Balik Mihrab: Rahasia Keteguhan Maryam binti Imran
Ilustrasi.(Freepik)

DI antara sekian banyak tokoh yang disebutkan dalam kitab suci, Maryam binti Imran memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Beliau adalah satu-satunya perempuan yang namanya diabadikan sebagai nama surah dalam Al-Quran.

Kisahnya bukan sekadar narasi sejarah, melainkan samudra hikmah tentang keteguhan iman, kesucian jiwa, dan resiliensi seorang perempuan dalam menghadapi ujian yang melampaui nalar manusia. Berikut rincian kisah hikmah dari Maryam atau Bunda Maria.

Rahasia di Balik Mihrab: Tarbiyah Langsung dari Langit

Keteguhan Maryam tidak muncul secara tiba-tiba saat beliau mengandung Nabi Isa AS. Fondasi kekuatannya dibangun sejak masa kecil di dalam Mihrab. Al-Quran dalam Surah Ali Imran ayat 37 mengisahkan bagaimana Nabi Zakaria AS selalu mendapati makanan setiap kali memasuki mihrab tempat Maryam beribadah.

Ketika ditanya dari mana asal makanan tersebut, Maryam menjawab dengan penuh ketauhidan bahwa itu datang dari sisi Allah SWT. Mihrab bagi Maryam bukan sekadar tempat persembunyian, melainkan ruang privasi spiritual tempat ia dididik langsung oleh Allah melalui keajaiban-keajaiban kecil sebelum menghadapi mukjizat yang lebih besar.

Poin Refleksi: Kekuatan Privasi Spiritual

Kisah Maryam mengajarkan bahwa sebelum menghadapi ujian publik yang besar, seseorang perlu membangun Mihrab pribadi, ruang tempat ia hanya berinteraksi dengan Tuhannya tanpa gangguan duniawi.

Resiliensi Spiritual Menghadapi Fitnah Sosial

Ujian terberat Maryam terjadi ketika Jibril datang membawa kabar bahwa ia akan mengandung seorang putra tanpa campur tangan manusia. Respon Maryam menunjukkan sisi kemanusiaan yang mendalam: ada rasa takut, bingung, tetapi pada akhirnya berserah diri sepenuhnya (tawakal).

Saat rasa sakit melahirkan tiba, Maryam mengasingkan diri ke tempat yang jauh. Di bawah pohon kurma, dalam kesendirian dan rasa sakit yang luar biasa, beliau bahkan sempat berucap andai ia mati sebelum ini.

Namun, Allah tidak membiarkannya sendiri. Allah menyediakan air yang mengalir di bawahnya dan buah kurma yang masak untuk menguatkan fisiknya.

Baca juga: Mengapa Keluarga Ali Imran Begitu Istimewa hingga Diabadikan dalam Al-Quran

Strategi Puasa Bicara: Keajaiban dalam Kebungkaman

Salah satu rahasia keteguhan Maryam yang jarang dibahas adalah ketaatannya saat diperintahkan untuk melakukan Puasa Bicara (Shauman). Ketika beliau kembali ke kaumnya membawa bayi Isa, Maryam tidak membela diri dengan kata-kata saat dihujani fitnah keji.

Beliau cukup menunjuk kepada bayinya. Di sinilah mukjizat berbicara di dalam buaian terjadi.

Nabi Isa AS menjawab segala tuduhan tersebut, membersihkan nama ibunya, dan menjelaskan misinya sebagai nabi. Kebungkaman Maryam adalah bentuk kepercayaan mutlak bahwa Allah-lah sebaik-baik pembela bagi hamba-Nya yang benar.

Baca juga: Surat Al-Hasyr Asbabun Nuzul, Pesan Pokok, dan Keutamaan Membacanya

Fase Kehidupan Bentuk Keteguhan Mukjizat yang Diterima
Masa Kecil Ibadah tidak Terputus Makanan dari Sisi Allah
Masa Kehamilan Tawakal pada Qadar Kabar Gembira dari Malaikat
Masa Kelahiran Kesabaran dalam Kesakitan Kurma dan Air di Padang Pasir
Menghadapi Kaum Puasa Bicara (Shauman) Bayi Isa Berbicara

Pesan untuk Muslimah Modern di Tahun 2026

Kisah Maryam mengajarkan bahwa integritas dan kesucian adalah harta yang paling berharga. Di era digital tahun 2026, privasi semakin menipis dan fitnah mudah menyebar. 

Baca juga: Nabi Isa dalam Ayat-Ayat Al-Quran

Karena itu, strategi Mihrab (memiliki ruang pribadi dengan Tuhan) dan Puasa Bicara (menahan diri dari perdebatan yang tidak perlu) menjadi sangat relevan. Maryam membuktikan bahwa seorang perempuan yang memiliki kedekatan kuat dengan penciptanya akan memiliki kekuatan mental yang tak tergoyahkan oleh badai sosial apa pun.

Kesimpulan

Maryam binti Imran adalah simbol kekuatan dalam kelembutan. Melalui ayat-ayat Al-Quran, kita diajak untuk memahami bahwa keteguhan iman bukan berarti tidak merasakan sakit atau takut, melainkan kemampuan untuk tetap berjalan di atas perintah Allah meski dunia meragukannya. Mukjizat di balik mihrab adalah pengingat bahwa Allah selalu bersama mereka yang menjaga kesucian jiwanya.

Baca juga: Kisah Nabi Isa dari Lahir, Mukjizat, Pengangkatan, hingga Wafat

FAQ (People Also Ask)

Mengapa Maryam binti Imran dianggap perempuan terbaik?

Rasulullah SAW menyebutkan bahwa Maryam adalah salah satu dari empat perempuan terbaik di dunia karena kesempurnaan iman dan kesuciannya yang dijaga langsung oleh Allah.

Apa makna Mihrab dalam kisah Maryam?

Mihrab secara harfiah berarti tempat peperangan. Bagi Maryam, mihrab adalah tempat ia berperang melawan hawa nafsu dan dunia untuk fokus sepenuhnya beribadah kepada Allah.

Baca juga: Cerita Perjalanan Nabi Isa dengan Seorang Pemuda yang Berkhianat

Apa pelajaran utama dari Surah Maryam ayat 27-33?

Pelajaran utamanya adalah tentang pembelaan Allah kepada orang-orang yang jujur dan bertakwa. Ketika kita tidak mampu membela diri, Allah akan mendatangkan pertolongan dari jalan yang tidak disangka-sangka.

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya