Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Mengapa Nabi Harun Punya Janggut Dua Warna? Simak Kisah Pendamping Musa Ini

Wisnu Arto Subari
03/2/2026 20:51
Mengapa Nabi Harun Punya Janggut Dua Warna? Simak Kisah Pendamping Musa Ini
Ilustrasi.(Freepik)

DALAM khazanah sejarah para nabi, sosok Nabi Harun AS sering kali dipandang sebagai pendamping setia Nabi Musa AS. Namun, lebih dari sekadar pendamping, Harun ialah pilar kekuatan diplomasi dan ketenangan yang menjadi penyeimbang bagi ketegasan Musa. Salah satu riwayat unik yang sering menarik perhatian umat yaitu kisah hikmah mengenai janggutnya yang disebut memiliki dua warna berbeda.

Artikel ini akan mengupas tuntas garis keturunan Nabi Harun yang bersambung ke Nabi Ya’qub, dinamika kelahirannya di bawah bayang-bayang kekejaman Firaun, hingga detik-detik mengharukan wafatnya di puncak gunung.

Silsilah dan Hubungan Darah dengan Nabi Yaqub

Nabi Harun AS adalah putra dari Imran bin Qahath bin Lewi bin Ya'qub AS. Dari garis keturunan ini, jelas bahwa Nabi Harun merupakan keturunan langsung dari Bani Israil.

Hubungannya dengan Nabi Ya’qub ialah cicit buyut. Garis keturunan ini sangat penting karena dari keturunan Harun inilah nanti lahir nabi-nabi besar lain, termasuk Nabi Zakaria AS dan Nabi Isa AS (melalui jalur Maryam yang merupakan keturunan Harun).

Secara biologis, Harun ialah kakak kandung dari Nabi Musa AS. Perbedaan usia mereka diperkirakan sekitar tiga tahun. Meskipun bersaudara, keduanya memiliki karakter yang sangat kontras tetapi saling melengkapi.

Musa dikenal dengan ketegasannya yang meluap-luap. Harun dikenal karena kefasihan bicaranya, kelembutan hatinya, dan kemampuan diplomasinya yang luar biasa.

Informasi Penting: Peran Harun dalam Al-Quran

Nama Nabi Harun disebut sebanyak 20 kali dalam Al-Quran. Allah SWT menegaskan bahwa Harun diangkat menjadi Nabi sebagai bentuk rahmat Allah atas doa Nabi Musa (QS. Maryam: 53).

Kelahiran di Tahun Pengampunan Firaun

Kisah kelahiran Nabi Harun sangat berbeda dengan Nabi Musa yang penuh ketegangan. Pada masa itu, Firaun memiliki kebijakan kejam untuk membunuh setiap bayi laki-laki Bani Israil yang lahir.

Namun, karena para penasihat Firaun khawatir tenaga kerja Bani Israil akan habis, Firaun memberlakukan sistem selang-seling. Sistem ini berupa satu tahun bayi laki-laki dibunuh dan satu tahun berikutnya dibiarkan hidup.

Nabi Harun AS lahir pada tahun pengampunan saat Firaun membolehkan bayi laki-laki hidup. Oleh karena itu, kelahirannya tidak disertai drama penghanyutan di sungai Nil seperti adiknya. Ia tumbuh besar di lingkungan keluarga dengan pengawasan yang lebih longgar dibandingkan Musa yang tumbuh di dalam istana Firaun.

Baca juga: Nabi Ayub Hubungan Darah dengan Yaqub, Ikon Kesabaran, Mukjizatnya

Perjuangan Diplomasi dan Peristiwa Samiri

Tugas utama Nabi Harun adalah menjadi 'lidah' bagi Nabi Musa. Ketika Allah memerintahkan Musa menghadapi Firaun, Musa memohon agar Harun diangkat menjadi nabi untuk membantunya karena Harun lebih fasih dalam berbicara dan lebih tenang dalam berargumen.

Ujian terberat Harun terjadi saat Musa pergi ke Bukit Sinai selama 40 hari untuk menerima Taurat. Di bawah pengaruh Samiri, Bani Israil mulai menyembah patung anak lembu emas.

Harun berusaha keras mencegah Bani Israil dengan lisan yang lembut. Namun, kaumnya yang keras kepala justru mengancam akan membunuhnya jika ia terlalu keras melarang mereka.

Baca juga: Nabi Syuaib Hubungan dengan Yaqub, Reformasi Ekonomi, dan Mukjizatnya

Mengapa Janggut Nabi Harun Berwarna Dua?

Riwayat mengenai janggut dua warna ini muncul dalam beberapa tafsir klasik saat menjelaskan peristiwa kembalinya Nabi Musa dari Bukit Sinai. Melihat kaumnya menyembah berhala, Musa merasa sangat marah dan kecewa. Dalam kemarahannya, Musa memegang kepala dan menarik janggut Harun karena dianggap gagal menjaga akidah kaumnya.

Beberapa riwayat menyebutkan bahwa akibat tarikan tangan Musa yang penuh kekuatan mukjizat tersebut, bagian janggut yang dipegang Musa berubah warna menjadi putih seketika, sementara bagian lain tetap hitam.

Peristiwa itu menjadi simbol betapa besar gejolak emosi dan beban dakwah yang dipikul keduanya. Harun dengan tenang berkata, "Wahai putra ibuku, janganlah engkau memegang janggutku dan jangan pula kepalaku," (QS. Taha: 94). Kalimat lembut ini seketika meredakan amarah Musa.

Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti

Wafatnya Sang Orator di Bukit Hor

Wafatnya Nabi Harun AS terjadi sebelum Nabi Musa AS, tepatnya saat mereka masih berada di Padang Tih. Allah SWT memerintahkan Musa untuk membawa Harun ke suatu gunung di wilayah Sinai/Yordania yang kini dikenal sebagai Jabal Harun atau Bukit Hor.

Di puncak gunung tersebut, Harun melihat tempat tidur yang sangat indah dan merasakan ketenangan yang luar biasa. Ia kemudian berbaring dan wafat dengan tenang di pelukan adiknya.

Hingga saat ini, makamnya di Petra, Yordania, menjadi salah satu situs sejarah yang banyak dikunjungi sebagai bentuk penghormatan atas kesetiaan sang Nabi Orator.

Baca juga: 37 Surat dalam Juz Amma dengan Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahan

People Also Ask (FAQ)

Pertanyaan Jawaban
Apakah Harun saudara kandung Musa? Ya, mereka saudara kandung. Harun lebih tua 3 tahun.
Apa keistimewaan Nabi Harun? Kefasihan bicara, kelembutan hati, dan kemampuan diplomasi.
Siapa itu Samiri? Tokoh yang menyesatkan Bani Israil untuk menyembah patung sapi emas saat Musa di Bukit Sinai.

Checklist Keteladanan Nabi Harun AS

  • Menjadi pendukung (support system) yang tulus bagi saudara atau rekan kerja.
  • Mengutamakan dialog dan diplomasi dalam menyelesaikan konflik.
  • Menjaga persatuan umat meskipun berada di bawah tekanan besar.
  • Memiliki kesabaran dalam menghadapi fitnah dan tuduhan keji.

Baca juga: Bacaan Doa Sayyidul Istighfar Arab, Latin, dan Arti

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya