Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
NABI Musa AS merupakan salah satu nabi ulul azmi yang memiliki kedudukan sangat istimewa dalam sejarah agama samawi. Dikenal dengan gelar Kalimullah (yang berbicara dengan Allah), kisah hikmah perjalanan hidup Musa bukan sekadar cerita tentang mukjizat, melainkan tentang pembebasan suatu bangsa dan penegakan tauhid di bawah ancaman tirani paling kejam di dunia.
Banyak yang bertanya mengenai hubungan antara Nabi Musa dan Nabi Ya'qub AS. Secara genealogi, Nabi Musa ialah keturunan langsung dari Nabi Ya'qub. Silsilahnya adalah Musa bin Imran bin Qahat bin Lawi bin Ya'qub (Israel) bin Ishaq bin Ibrahim.
Musa lahir dari suku Lawi (Levites), salah satu dari 12 putra Ya'qub. Hal inilah yang menjelaskan misi utama Nabi Musa ialah menyelamatkan Bani Israil (anak cucu Ya'qub) yang saat itu menjadi budak di tanah Mesir. Hubungan ini menegaskan bahwa Musa adalah penerus risalah leluhurnya untuk membawa kembali kaumnya ke jalan Allah.
Nabi Musa adalah cicit dari Nabi Ya'qub AS melalui jalur Lawi. Hal ini menjadikannya bagian inti dari kaum Bani Israil yang diutus untuk memimpin mereka keluar dari penindasan.
Kisah kelahiran Nabi Musa terjadi pada masa pemerintahan Firaun yang zalim. Berdasarkan ramalan bahwa akan lahir seorang anak laki-laki dari Bani Israil yang akan meruntuhkan takhtanya, Firaun memerintahkan pembunuhan setiap bayi laki-laki yang lahir.
Atas ilham dari Allah, ibunda Musa, Yukabad, menghanyutkan Musa kecil ke Sungai Nil menggunakan peti. Atas kehendak-Nya, peti tersebut ditemukan oleh Asiyah, istri Firaun. Musa justru dibesarkan di dalam istana musuh yang kelak akan ia hadapi, menunjukkan bahwa rencana Allah tidak dapat digagalkan oleh kekuatan manusia mana pun.
Masa kenabian Musa dimulai saat ia menerima wahyu di Bukit Sinai (Thur Sina). Di sana, Allah membekalinya dengan dua mukjizat utama: tongkat yang bisa berubah menjadi ular dan tangan yang mengeluarkan cahaya.
Perjuangan Musa terbagi dalam beberapa fase krusial:
Baca juga: Nabi Syuaib Hubungan dengan Yaqub, Reformasi Ekonomi, dan Mukjizatnya
Setelah berhasil membawa Bani Israil keluar dari Mesir, Musa harus menghadapi ketegaran hati kaumnya yang enggan memasuki tanah Palestina karena takut berperang. Akibatnya, Allah menghukum Bani Israil dengan membuat mereka tersesat di Padang Tih selama 40 tahun.
Nabi Musa AS wafat di tengah masa penantian tersebut. Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa menjelang wafatnya, Malaikat Maut datang menemui Musa.
Setelah melalui dialog yang penuh hikmah, Musa akhirnya memilih untuk kembali ke haribaan Allah. Ia wafat di dekat tanah suci. Namun lokasi persis makamnya disembunyikan oleh Allah agar tidak menjadi objek penyembahan.
Baca juga: Nabi Luth AS Hubungan dengan Ibrahim, Perjuangan, dan Mukjizatnya
| Siapa orangtua Nabi Musa? | Ayah Nabi Musa bernama Imran dan ibunya bernama Yukabad. |
| Apa mukjizat terbesar Nabi Musa? | Membelah Laut Merah dengan tongkatnya atas izin Allah. |
| Apa hubungan Musa dengan Ya'qub? | Musa adalah keturunan generasi keempat (cicit) dari Nabi Ya'qub AS. |
Kisah Nabi Musa AS mengajarkan kita tentang keberanian, kesabaran, dan keyakinan mutlak kepada pertolongan Allah SWT di tengah situasi yang mustahil secara logika manusia.
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
Bukti Keistimewaan Kitab Taurat dalam Islam. Temukan bukti keistimewaan Taurat dalam Islam! Pelajari kedudukan, ajaran, dan relevansinya bagi umat Muslim.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved