KISAH Nabi Luth AS merupakan salah satu epik sejarah dalam Al-Qur'an yang sarat dengan pelajaran tentang moralitas, keteguhan iman, dan konsekuensi dari pembangkangan terhadap hukum Allah. Beliau diutus ke tengah masyarakat yang mengalami degradasi moral terburuk sepanjang sejarah manusia, yakni kaum Sodom.
Namun, sering kali sejarah Nabi Luth hanya difokuskan pada azab kaumnya. Padahal, sisi personal beliau, mulai dari silsilahnya yang istimewa, kedekatannya dengan Nabi Ibrahim AS, hingga akhir hayatnya, menyimpan kisah hikmah yang mendalam. Berikut ulasan komprehensif mengenai perjalanan hidup Nabi Luth AS.
Profil Singkat dan Silsilah Nabi Luth AS
Sebelum masuk ke detail sejarah, berikut ringkasan data biografi Nabi Luth AS berdasarkan literatur Islam dan tafsir para ulama:
| Nama Lengkap | Luth bin Haran bin Azar (Terah). |
| Hubungan dengan Ibrahim AS | Keponakan (Anak dari saudara kandung Ibrahim, Haran). |
| Tempat Lahir | Ur, Babilonia (Irak Selatan modern). |
| Wilayah Dakwah | Sodom dan Gomora (Kawasan Laut Mati, Perbatasan Yordania-Palestina). |
| Kaum | Kaum Sodom (Pelaku homoseksual pertama dalam sejarah). |
1. Hubungan Erat dengan Nabi Ibrahim AS
Banyak yang belum mengetahui bahwa Nabi Luth AS adalah orang pertama yang membenarkan kenabian Nabi Ibrahim AS. Secara silsilah, Luth adalah anak dari Haran. Haran adalah saudara kandung Ibrahim. Jadi, Nabi Luth adalah keponakan kandung Nabi Ibrahim AS.
Hubungan ini sangat erat. Ketika Nabi Ibrahim dibakar oleh Raja Namrud di Babilonia dan selamat, Luth adalah salah satu dari sedikit orang yang beriman kepadanya. Al-Qur'an merekam momen ini dalam Surat Al-Ankabut ayat 26:
"Maka Luth membenarkan (kenabian)nya (Ibrahim). Dan dia (Ibrahim) berkata: 'Sesungguhnya aku harus berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhanku...'"
Mereka berdua melakukan hijrah bersama dari Irak menuju Syam (Palestina). Karena ternak dan pengikut keduanya semakin banyak, atas kesepakatan bersama demi kemaslahatan dakwah dan ekonomi, mereka berpisah wilayah. Nabi Ibrahim menetap di Palestina (wilayah Hebron/Al-Khalil), sementara Nabi Luth diperintahkan Allah untuk berdakwah di lembah Yordan, tepatnya kota Sodom.
2. Perjuangan Dakwah di Kota Sodom
Kota Sodom dikenal sebagai kota yang makmur secara ekonomi tetapi hancur secara moral. Penduduknya melakukan kemaksiatan yang belum pernah dilakukan oleh umat manusia (fahisyah), yaitu menyukai sesama jenis (homoseksual/liwath), serta gemar merampok musafir yang lewat.
Tantangan Berat Nabi Luth
Nabi Luth berjuang selama bertahun-tahun menyeru mereka untuk kembali ke fitrah manusia. Beliau menawarkan putri-putrinya (maksudnya: perempuan-perempuan kaum tersebut untuk dinikahi secara sah) sebagai solusi penyaluran hasrat yang halal, tetapi ditolak mentah-mentah.
Ujian Nabi Luth semakin berat karena pengkhianatan datang dari dalam rumahnya sendiri. Istrinya (dalam beberapa riwayat disebut bernama Wali'ah atau Wa'ilah) adalah seorang kafir yang mendukung perbuatan kaum Sodom. Istrinya sering memberi kode kepada kaum Sodom jika ada tamu laki-laki tampan yang berkunjung ke rumah Luth.
Baca juga: Nabi Ishaq AS Kelahiran Ajaib, Dakwah Palestina, hingga Wafat
3. Kedatangan Tamu Malaikat dan Mukjizat
Puncak dari kisah ini adalah kedatangan para malaikat (Jibril, Mikail, dan Israfil) yang menyamar sebagai pemuda yang sangat tampan. Sebelum ke Sodom, mereka mampir ke tempat Nabi Ibrahim untuk memberi kabar gembira tentang kelahiran Ishaq sekaligus mengabarkan rencana penghancuran Sodom.
Ketika para malaikat ini tiba di rumah Nabi Luth, Nabi Luth merasa sangat cemas (sempit dadanya) karena takut tamu-tamunya akan diganggu oleh kaumnya. Benar saja, istri Nabi Luth membocorkan keberadaan tamu tersebut. Kaum Sodom pun mengepung rumah Nabi Luth.
Mukjizat Kebutaan
Saat kaum Sodom memaksa masuk untuk menodai para tamu, Malaikat Jibril menunjukkan wujud aslinya. Dengan satu kibasan sayap atau isyarat, mata para penyerbu itu menjadi buta seketika. Ini adalah mukjizat perlindungan Allah bagi Nabi Luth.
4. Azab Dahsyat dan Kehancuran Sodom
Para malaikat memerintahkan Nabi Luth dan keluarganya (kecuali istrinya) untuk pergi meninggalkan kota di akhir malam dan dilarang menoleh ke belakang. Menjelang waktu Syuruq (matahari terbit), azab Allah turun dalam tiga bentuk sekaligus:
- Suara Menggelegar (As-Shayhah): Suara keras yang memekakkan telinga dan mematikan.
- Tanah Dibalik: Malaikat Jibril mengangkat kota tersebut ke langit hingga penduduk langit mendengar gonggongan anjing mereka, lalu membalikkannya dan menghempaskannya ke bumi.
- Hujan Batu (Sijjiil): Allah menghujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar, yang pada setiap batunya tertulis nama orang yang akan ditimpanya.
Istri Nabi Luth yang ikut berjalan di belakang, menoleh ke arah kota karena penasaran atau simpati pada kaumnya, sehingga ia pun tertimpa batu dan binasa bersama kaum Sodom.
5. Wafatnya Nabi Luth AS
Setelah kehancuran Sodom, Nabi Luth dan kedua putrinya hijrah menuju desa bernama Zoar (menurut beberapa riwayat tafsir), dan kemudian menetap di pegunungan.
Tidak banyak riwayat shahih yang merinci detail kehidupan Nabi Luth pascakehancuran Sodom selain bahwa beliau terus beribadah kepada Allah hingga akhir hayatnya. Para sejarawan Islam mencatat bahwa Nabi Luth wafat dan dimakamkan di wilayah Palestina.
Salah satu situs yang diyakini sebagai makam beliau terletak di desa Bani Na'im, dekat Hebron (Al-Khalil), Tepi Barat, Palestina. Tempat ini berdekatan dengan makam pamannya, Nabi Ibrahim AS, seolah menyatukan kembali dua kerabat yang pernah berjuang menegakkan tauhid di bumi yang diberkahi.
Kesimpulan
Kisah Nabi Luth AS mengajarkan kita bahwa hubungan darah (seperti istri Nabi Luth) tidak menjamin keselamatan tanpa iman. Selain itu, kisah ini menjadi peringatan abadi bahwa penyimpangan terhadap fitrah manusia memiliki konsekuensi berat di hadapan Allah SWT. Perjuangan Nabi Luth dalam mempertahankan kesucian di tengah kerusakan moral adalah teladan keteguhan bagi umat manusia hingga akhir zaman.
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
