DALAM jajaran 25 nabi yang wajib diimani, Nabi Ilyas AS dikenal sebagai sosok pembawa peringatan yang sangat tegas. Beliau diutus kepada kaum Bani Israil yang telah jauh menyimpang dari ajaran tauhid.
Kisah perjuangannya bukan sekadar dongeng masa lalu, melainkan simbol keteguhan hati seorang utusan Allah dalam menghadapi tekanan penguasa dan penyimpangan sosial yang akut.
Silsilah Nabi Ilyas dan Hubungannya dengan Nabi Yakub
Memahami sosok Nabi Ilyas tidak lepas dari garis keturunannya yang mulia. Nabi Ilyas merupakan keturunan langsung dari Nabi Yakub AS. Secara silsilah, beliau ialah Ilyas bin Yasin bin Phinehas bin Eleazar bin Harun AS.
Nabi Harun sendiri ialah saudara kandung Nabi Musa AS, yang keduanya merupakan putra dari Imran. Jika ditarik lebih jauh ke atas, jalur ini bermuara pada Levi (Lawi) yang merupakan salah satu putra dari Nabi Yakub AS.
Dengan demikian, Nabi Ilyas ialah bagian dari keluarga besar Bani Israil yang memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga syariat leluhur mereka di tanah Syam.
Masa Kelahiran dan Kondisi Sosial di Baalbek
Nabi Ilyas AS diperkirakan lahir dan tumbuh di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Libanon, tepatnya di kota Baalbek. Pada masa itu, Bani Israil dipimpin oleh seorang raja yang zalim bernama Raja Ahab. Di bawah pengaruh istrinya, Izabel, raja dan rakyatnya meninggalkan penyembahan kepada Allah SWT.
Mereka mulai menyembah berhala besar yang terbuat dari emas bernama Baal. Nama kota Baalbek sendiri diambil dari nama berhala ini. Kondisi sosial saat itu penuh dengan kemusyrikan dan penindasan terhadap mereka yang masih memegang teguh ajaran Nabi Musa AS.
Perjuangan Dakwah Melawan Penyembah Berhala
Tugas utama Nabi Ilyas adalah mengajak kaumnya kembali menyembah Allah SWT dan meninggalkan berhala Baal. Beliau dengan berani mendatangi Raja Ahab dan mengingatkan bahwa berhala yang mereka sembah tidak memiliki kekuatan apa pun.
Baca juga: Nabi Sulaiman Mukjizat, Hubungan dengan Jin, dan Ratu Bilqis
Nabi Ilyas berkata kepada kaumnya sebagaimana diabadikan dalam Al-Qur'an, "Patutkah kamu menyembah Baal dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta, (yaitu) Allah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu?" (QS. Ash-Shaffat: 125-126).
Namun, seruan itu ditolak mentah-mentah. Kaum Bani Israil justru mencoba mencelakai Nabi Ilyas, sehingga beliau harus berpindah-pindah tempat dan bersembunyi di gua-gua untuk menyelamatkan diri sambil terus berdakwah secara sembunyi-sembunyi.
Baca juga: Hubungan Nabi Daud dengan Yakub dan Zulkifli serta Mukjizatnya
Mukjizat Nabi Ilyas AS: Kemarau Panjang dan Doa Hujan
Sebagai bukti kenabiannya, Allah SWT membekali Nabi Ilyas dengan beberapa mukjizat yang luar biasa:
1. Azab Kemarau Panjang selama Tiga Tahun.
Karena pembangkangan kaumnya, Nabi Ilyas berdoa agar Allah menahan hujan. Akibatnya, terjadi kemarau dahsyat selama tiga tahun yang menyebabkan kelaparan hebat dan kematian ternak di seluruh negeri. Hal ini dilakukan agar Bani Israil sadar bahwa berhala Baal tidak mampu menurunkan setetes air pun.
Baca juga: Kisah Nabi Zulkifli Silsilah, Mukjizat, dan Teladan Kesabaran
2. Doa Menurunkan Hujan.
Setelah kaumnya merasa putus asa, mereka berjanji akan beriman jika hujan turun. Nabi Ilyas kemudian berdoa kepada Allah, dan seketika awan hitam berkumpul lalu hujan lebat membasahi bumi. Sayangnya, setelah kemakmuran kembali, banyak dari mereka yang kembali ingkar.
3. Keberkahan Makanan yang tidak Habis.
Dalam masa persembunyiannya, Nabi Ilyas pernah ditolong oleh seorang janda tua yang miskin. Meskipun janda tersebut hanya memiliki sedikit gandum dan minyak, atas izin Allah, persediaan tersebut tidak pernah habis selama Nabi Ilyas tinggal di sana.
Baca juga: Ashabul Kahfi Perjalanan Iman, Tidur 309 Tahun, dan Misteri Wafatnya
Mukjizat Nabi Ilyas AS
- Azab Kemarau Panjang: Allah menahan hujan selama tiga tahun atas doa Nabi Ilyas untuk menyadarkan kaumnya.
- Doa Menurunkan Hujan: Setelah kaumnya berjanji beriman, Nabi Ilyas berdoa dan hujan lebat pun turun.
- Keberkahan Makanan: Persediaan gandum dan minyak seorang janda tua tidak pernah habis selama menolong Nabi Ilyas.
Baca juga: 25 Nabi dan Rasul beserta Tugas dan Mukjizatnya
Wafatnya Nabi Ilyas AS dan Estafet Dakwah
Mengenai akhir hayat Nabi Ilyas AS, mayoritas ulama berpendapat bahwa beliau wafat secara wajar setelah menunjuk Nabi Ilyasa AS sebagai penerusnya. Nabi Ilyasa ialah pemuda yang pernah disembuhkan oleh Nabi Ilyas dari penyakit parah atas izin Allah. Sejak saat itu, Ilyasa setia mendampingi dakwah Nabi Ilyas.
People Also Ask (FAQ)
Siapa nama berhala yang disembah kaum Nabi Ilyas?
Berhala tersebut bernama Baal, patung besar yang terbuat dari emas yang menjadi pusat pemujaan di kota Baalbek.
Baca juga: 37 Surat dalam Juz Amma dengan Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahan
Apa hubungan Nabi Ilyas dengan Nabi Ilyasa?
Nabi Ilyasa ialah murid sekaligus penerus dakwah Nabi Ilyas. Nabi Ilyas menemukan Ilyasa saat masih muda dan sedang sakit, lalu menyembuhkannya atas izin Allah.
Checklist Keteladanan Nabi Ilyas AS
| Keteguhan iman di tengah mayoritas penyimpangan. |
| Keberanian menyuarakan kebenaran kepada penguasa. |
| Kesabaran menghadapi ujian fisik dan pengasingan. |
| Pentingnya kaderisasi generasi penerus dakwah. |
