Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Akan Gelar Latihan Militer, AS Siap-Siap Serang Iran?

Media Indonesia
27/1/2026 23:54
Akan Gelar Latihan Militer, AS Siap-Siap Serang Iran?
Warga Iran.(Al Jazeera)

KOMANDO Pusat Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) atau US Air Force Central/AFCENT, Selasa (27/1), menyatakan Washington akan menggelar latihan kesiapan militer yang diperpanjang di wilayah tanggung jawab Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM, di tengah meningkatnya ketegangan terkait Iran.

Pada Senin, Fox News melaporkan dengan mengutip seorang pejabat AS bahwa kelompok kapal induk USS Abraham Lincoln telah memasuki wilayah tanggung jawab CENTCOM di Samudra Hindia.

Dalam pernyataannya, disebutkan bahwa Angkatan Udara Ke-Sembilan AS (Ninth Air Force), yang juga dikenal sebagai Air Forces Central, akan melaksanakan latihan kesiapan selama beberapa hari untuk menunjukkan kemampuan mengerahkan, menyebarkan, dan mempertahankan kekuatan udara tempur di seluruh wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS.

Latihan tersebut akan difokuskan pada pergerakan cepat personel dan pesawat, operasi yang tersebar di lokasi darurat, dukungan logistik dengan jejak operasional yang minimal, serta komando dan pengendalian terpadu lintas negara dalam wilayah yang luas.

Tim AFCENT akan dikerahkan ke sejumlah lokasi darurat untuk melatih prosedur penyiapan, peluncuran, dan pemulihan operasi dengan menggunakan paket dukungan yang kecil dan efisien.

Seluruh kegiatan akan dilaksanakan dengan persetujuan negara tuan rumah serta dalam koordinasi erat dengan otoritas penerbangan sipil dan militer setempat, demikian pernyataan tersebut.

Menurut AFCENT, latihan itu bermaksud untuk menunjukkan kehadiran AS yang kredibel dan siap tempur guna mencegah agresi, mengurangi risiko kesalahpahaman, serta meyakinkan para mitra regional.

Pada 22 Januari, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa kapal-kapal Angkatan Laut AS bergerak menuju Iran sebagai langkah antisipasi.

Sebelumnya, Trump menolak memberikan jawaban tegas terkait apakah opsi intervensi militer terhadap Iran telah dikesampingkan. Ia menyatakan bahwa ia tidak dapat memastikan apa yang akan terjadi di masa depan. (Sputnik/RIA Novosti-OANA/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya