Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMANDO Pusat Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) atau US Air Force Central/AFCENT, Selasa (27/1), menyatakan Washington akan menggelar latihan kesiapan militer yang diperpanjang di wilayah tanggung jawab Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM, di tengah meningkatnya ketegangan terkait Iran.
Pada Senin, Fox News melaporkan dengan mengutip seorang pejabat AS bahwa kelompok kapal induk USS Abraham Lincoln telah memasuki wilayah tanggung jawab CENTCOM di Samudra Hindia.
Dalam pernyataannya, disebutkan bahwa Angkatan Udara Ke-Sembilan AS (Ninth Air Force), yang juga dikenal sebagai Air Forces Central, akan melaksanakan latihan kesiapan selama beberapa hari untuk menunjukkan kemampuan mengerahkan, menyebarkan, dan mempertahankan kekuatan udara tempur di seluruh wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS.
Latihan tersebut akan difokuskan pada pergerakan cepat personel dan pesawat, operasi yang tersebar di lokasi darurat, dukungan logistik dengan jejak operasional yang minimal, serta komando dan pengendalian terpadu lintas negara dalam wilayah yang luas.
Tim AFCENT akan dikerahkan ke sejumlah lokasi darurat untuk melatih prosedur penyiapan, peluncuran, dan pemulihan operasi dengan menggunakan paket dukungan yang kecil dan efisien.
Seluruh kegiatan akan dilaksanakan dengan persetujuan negara tuan rumah serta dalam koordinasi erat dengan otoritas penerbangan sipil dan militer setempat, demikian pernyataan tersebut.
Menurut AFCENT, latihan itu bermaksud untuk menunjukkan kehadiran AS yang kredibel dan siap tempur guna mencegah agresi, mengurangi risiko kesalahpahaman, serta meyakinkan para mitra regional.
Pada 22 Januari, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa kapal-kapal Angkatan Laut AS bergerak menuju Iran sebagai langkah antisipasi.
Sebelumnya, Trump menolak memberikan jawaban tegas terkait apakah opsi intervensi militer terhadap Iran telah dikesampingkan. Ia menyatakan bahwa ia tidak dapat memastikan apa yang akan terjadi di masa depan. (Sputnik/RIA Novosti-OANA/Ant/I-2)
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memperingatkan Iran soal konsekuensi sangat traumatis jika gagal mencapai kesepakatan nuklir.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Teheran tak akan tunduk pada tuntutan berlebihan AS terkait program nuklir, di tengah negosiasi dan meningkatnya ketegangan kawasan.
Iran peringati 47 tahun Revolusi Islam 1979. Presiden Pezeshkian tegaskan menolak agresi AS, namun tetap siap dialog dan verifikasi program nuklir damai.
Presiden Donald Trump menyatakan Iran ingin membuat kesepakatan nuklir baru. Ia memperingatkan Teheran akan "bodoh" jika menolak tawaran tersebut.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
MENTERI Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan Teheran akan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia jika negara adidaya itu melakukan serangan.
KEDUTAAN Besar Amerika Serikat (AS) di Iran mengeluarkan imbauan mendesak kepada seluruh warga negaranya untuk meninggalkan Iran sekarang juga.
IRAN dan Amerika Serikat (AS) membuka jalur perundingan tingkat tinggi melalui mediasi Oman guna meredakan perbedaan mendalam terkait program nuklir Teheran.
PEMERINTAH AS menerbitkan peringatan darurat bagi seluruh warga negaranya yang masih berada di Iran, menjelang dimulai putaran krusial perundingan dengan Teheran di Oman.
IRAN dan Amerika Serikat sepakat melanjutkan negosiasi mengenai program nuklir Iran yang dijadwalkan digelar di Muscat, Oman, pada Jumat (6/2).
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan harapannya untuk mencapai kesepakatan dengan Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved