Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Selasa (13/1) mengatakan bahwa AS siap mengambil “tindakan yang sangat keras” jika laporan mengenai rencana Iran untuk mengeksekusi para pengunjuk rasa terbukti benar. Pernyataan ini mempertegas posisi Washington di tengah eskalasi konflik yang kian memanas di Teheran.
Dalam sebuah wawancara eksklusif, Trump mengaku tengah memantau perkembangan situasi terkait ancaman hukuman mati terhadap para pedemo. “Saya belum mendengar soal hukuman gantung itu. Jika mereka menggantung orang-orang tersebut, Anda akan melihat beberapa hal terjadi. Kami akan mengambil tindakan yang sangat keras jika mereka melakukan hal seperti itu,” kata Trump dalam wawancara dengan CBS News.
Saat ditekan mengenai apa yang menjadi ambisi utamanya terhadap Teheran dalam krisis ini, Trump menjawab dengan singkat, “Tujuan akhirnya adalah menang. Saya suka menang.”
Pernyataan keras tersebut merupakan penjelasan lebih lanjut atas unggahan misterius di media sosial pribadinya, Truth Social, yang sebelumnya berbunyi, “Bantuan sedang dalam perjalanan.” Trump mengonfirmasi bahwa bantuan yang dimaksud mencakup berbagai aspek untuk menekan pemerintah Iran.
“Ya, ada banyak bantuan yang sedang dalam perjalanan, dalam berbagai bentuk, termasuk bantuan ekonomi. Kami telah melumpuhkan Iran dalam hal kapasitas nuklirnya,” kata Trump, merujuk pada serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu.
Terkait jatuhnya korban jiwa dalam aksi protes yang masih terus meluas, Trump menyoroti ketidakpastian data di lapangan. Ia memperingatkan bahwa penggunaan kekerasan berlebih oleh otoritas Iran akan membawa konsekuensi serius.
“Jika mereka ingin melakukan protes, itu satu hal. Tetapi ketika mereka mulai membunuh ribuan orang, dan sekarang Anda memberi tahu saya tentang hukuman gantung, kita akan lihat bagaimana hasilnya bagi mereka. Itu tidak akan berakhir baik,” ujarnya.
Ketegangan semakin memuncak menyusul laporan dari Fox News yang mengutip organisasi non-pemerintah Iran di luar negeri. Dilaporkan bahwa Erfan Soltani, seorang pengunjuk rasa berusia 26 tahun yang ditangkap, telah dijatuhi hukuman mati dengan jadwal eksekusi pada hari Rabu ini.
Merespons situasi keamanan yang tidak menentu, Kedutaan Besar virtual AS untuk Iran pada Selasa (13/1) mengeluarkan imbauan darurat bagi seluruh warga negaranya untuk segera meninggalkan wilayah Iran. Mengingat tidak adanya hubungan diplomatik formal sejak 1980, otoritas AS meminta warganya melakukan evakuasi mandiri.
“Warga negara AS harus segera meninggalkan Iran. Pertimbangkan untuk keluar melalui jalur darat menuju Turki atau Armenia, jika aman untuk dilakukan,” demikian pernyataan peringatan keamanan tersebut. Warga juga diingatkan untuk merencanakan keberangkatan tanpa mengandalkan bantuan langsung dari pemerintah di lapangan.
Peringatan khusus juga ditujukan bagi pemilik kewarganegaraan ganda AS-Iran. Karena Teheran tidak mengakui status tersebut, mereka diminta keluar menggunakan paspor Iran guna menghindari risiko penahanan.
“Menunjukkan paspor AS atau memperlihatkan hubungan dengan Amerika Serikat dapat menjadi alasan bagi otoritas Iran untuk menahan seseorang,” tambah peringatan tersebut.
Sejauh ini, komunikasi antara Washington dan Teheran masih terbatas melalui perantara negara ketiga, yakni Swiss bagi pihak AS dan Pakistan bagi pihak Iran, menyusul putusnya hubungan diplomatik kedua negara sejak April 1980. (Anadolu/Ant/I-1)
AS, Tiongkok, dan Kanada perintahkan evakuasi staf dari Israel dan Iran. Ketegangan memuncak seiring pengerahan kapal induk Gerald R. Ford ke wilayah Haifa.
Gelombang protes yang mengguncang Iran sejak akhir Desember mencatatkan rekor kelam sebagai kerusuhan paling mematikan dalam sejarah pemerintahan negara tersebut.
PEMERINTAH mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berencana melakukan perjalanan ke Iran untuk menunda rencana tersebut.
Menlu Sugiono menginstruksikan Duta Besar Republik Indonesia di Teheran untuk segera mempersiapkan langkah-langkah kontingensi jika sewaktu-waktu evakuasi WNI dilakukan.
Menlu Sugiono meminta seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di Iran untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul gelombang demonstrasi besar yang tengah melanda negara tersebut.
DUNIA tengah menyoroti ketegangan yang kian meruncing antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat.
IHSG dibuka melemah 0,32% ke level 7.338 pada Jumat (13/3/2026). Konflik AS-Iran picu lonjakan harga minyak dan ekspektasi hawkish The Fed.
Ancaman Iran menyerang kapal tanker di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak dan kekhawatiran pasar energi global di tengah konflik dengan AS.
Presiden Donald Trump menegaskan militer AS telah melumpuhkan kekuatan Iran dalam hitungan jam, namun ia menolak untuk menarik pasukan lebih awal.
Serangan AS ke Iran picu pergeseran geopolitik dan ancaman PHK buruh otomotif Indonesia. Pakar dorong Presiden Prabowo proaktif diplomasi demi stabilitas nasional.
Pentagon mengonfirmasi 140 tentara AS terluka selama 10 hari Operasi Epic Fury. Delapan personel dalam kondisi kritis dan tujuh lainnya dilaporkan gugur.
Presiden Donald Trump mengancam konsekuensi militer "tingkat tinggi" jika Iran nekat memasang ranjau di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved