Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Trump Siapkan Tindakan Sangat Keras jika Iran Eksekusi Pengunjuk Rasa

Dhika Kusuma Winata
14/1/2026 13:51
Trump Siapkan Tindakan Sangat Keras jika Iran Eksekusi Pengunjuk Rasa
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.(Antara/Anadolu)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Selasa (13/1) mengatakan bahwa AS siap mengambil “tindakan yang sangat keras” jika laporan mengenai rencana Iran untuk mengeksekusi para pengunjuk rasa terbukti benar. Pernyataan ini mempertegas posisi Washington di tengah eskalasi konflik yang kian memanas di Teheran.

Dalam sebuah wawancara eksklusif, Trump mengaku tengah memantau perkembangan situasi terkait ancaman hukuman mati terhadap para pedemo. “Saya belum mendengar soal hukuman gantung itu. Jika mereka menggantung orang-orang tersebut, Anda akan melihat beberapa hal terjadi. Kami akan mengambil tindakan yang sangat keras jika mereka melakukan hal seperti itu,” kata Trump dalam wawancara dengan CBS News.

Saat ditekan mengenai apa yang menjadi ambisi utamanya terhadap Teheran dalam krisis ini, Trump menjawab dengan singkat, “Tujuan akhirnya adalah menang. Saya suka menang.”

Pernyataan keras tersebut merupakan penjelasan lebih lanjut atas unggahan misterius di media sosial pribadinya, Truth Social, yang sebelumnya berbunyi, “Bantuan sedang dalam perjalanan.” Trump mengonfirmasi bahwa bantuan yang dimaksud mencakup berbagai aspek untuk menekan pemerintah Iran.

“Ya, ada banyak bantuan yang sedang dalam perjalanan, dalam berbagai bentuk, termasuk bantuan ekonomi. Kami telah melumpuhkan Iran dalam hal kapasitas nuklirnya,” kata Trump, merujuk pada serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu.

Terkait jatuhnya korban jiwa dalam aksi protes yang masih terus meluas, Trump menyoroti ketidakpastian data di lapangan. Ia memperingatkan bahwa penggunaan kekerasan berlebih oleh otoritas Iran akan membawa konsekuensi serius.

“Jika mereka ingin melakukan protes, itu satu hal. Tetapi ketika mereka mulai membunuh ribuan orang, dan sekarang Anda memberi tahu saya tentang hukuman gantung, kita akan lihat bagaimana hasilnya bagi mereka. Itu tidak akan berakhir baik,” ujarnya.

Peringatan Evakuasi: Warga AS Diminta Segera Keluar

Ketegangan semakin memuncak menyusul laporan dari Fox News yang mengutip organisasi non-pemerintah Iran di luar negeri. Dilaporkan bahwa Erfan Soltani, seorang pengunjuk rasa berusia 26 tahun yang ditangkap, telah dijatuhi hukuman mati dengan jadwal eksekusi pada hari Rabu ini.

Merespons situasi keamanan yang tidak menentu, Kedutaan Besar virtual AS untuk Iran pada Selasa (13/1) mengeluarkan imbauan darurat bagi seluruh warga negaranya untuk segera meninggalkan wilayah Iran. Mengingat tidak adanya hubungan diplomatik formal sejak 1980, otoritas AS meminta warganya melakukan evakuasi mandiri.

“Warga negara AS harus segera meninggalkan Iran. Pertimbangkan untuk keluar melalui jalur darat menuju Turki atau Armenia, jika aman untuk dilakukan,” demikian pernyataan peringatan keamanan tersebut. Warga juga diingatkan untuk merencanakan keberangkatan tanpa mengandalkan bantuan langsung dari pemerintah di lapangan.

Peringatan khusus juga ditujukan bagi pemilik kewarganegaraan ganda AS-Iran. Karena Teheran tidak mengakui status tersebut, mereka diminta keluar menggunakan paspor Iran guna menghindari risiko penahanan.

“Menunjukkan paspor AS atau memperlihatkan hubungan dengan Amerika Serikat dapat menjadi alasan bagi otoritas Iran untuk menahan seseorang,” tambah peringatan tersebut.

Sejauh ini, komunikasi antara Washington dan Teheran masih terbatas melalui perantara negara ketiga, yakni Swiss bagi pihak AS dan Pakistan bagi pihak Iran, menyusul putusnya hubungan diplomatik kedua negara sejak April 1980. (Anadolu/Ant/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya