Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
ESKALASI ketegangan antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat mencapai titik didih baru. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, melontarkan peringatan keras kepada Presiden AS Donald Trump terkait ancaman serangan militer Washington ke wilayah Teheran.
Disiarkan oleh media pemerintah IRIB pada Senin (12/1/2026), Ghalibaf secara terbuka menantang keberanian Trump.
"Saya telah mendengar ancaman Anda. Para pejuang Iran siap memberikan pelajaran yang tidak akan pernah Anda lupakan. Datanglah dan saksikan bagaimana seluruh kekuatan Anda di Timur Tengah akan hancur lebur," tegas Ghalibaf dalam pidatonya, sebagaimana dilaporkan Sputnik.
Perselisihan ini dipicu oleh pernyataan Donald Trump pada akhir Desember 2025 lalu. Saat itu, Trump menegaskan akan mendukung agresi militer jika Iran kedapatan melanjutkan program pengembangan nuklir dan rudal balistiknya.
Situasi kian memanas saat gelombang demonstrasi melanda internal Iran. Trump kembali menebar ancaman akan menyerang titik-titik strategis Teheran jika pemerintah setempat melakukan tindakan brutal terhadap para pengunjuk rasa. Di sisi lain, Trump menawarkan bantuan kepada rakyat Iran yang ia sebut tengah memperjuangkan kebebasan.
Gejolak di Iran sendiri bermula pada Desember akibat krisis ekonomi yang parah. Pelemahan nilai tukar mata uang Rial terhadap dolar menyebabkan lonjakan inflasi yang tak terkendali. Masyarakat memprotes ketidakstabilan ekonomi yang memicu meroketnya harga kebutuhan pokok di pasar.
Tekanan publik ini bahkan membuahkan gejolak di sektor perbankan. Gubernur Bank Sentral Iran, Mohammad-Reza Farzin, secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya di tengah desakan massa yang menuntut perbaikan sistem finansial.
Intensitas unjuk rasa semakin meningkat tajam sejak 8 Januari 2026, menyusul seruan dari Reza Pahlavi, putra mantan Shah Iran yang kini bermukim di pengasingan. Pemerintah Iran menanggapi gerakan massa yang kian masif dengan memutus total akses jaringan internet di seluruh penjuru negeri.
Bentrok berdarah antara warga sipil dan aparat kepolisian dilaporkan terjadi di berbagai kota termasuk Teheran, Kerman, Zahedan, dan Birjand. Meski terdapat laporan mengenai jatuhnya korban jiwa dari kedua belah pihak, pada Senin (12/1/2026), otoritas keamanan Iran mengeklaim bahwa situasi di lapangan mulai berangsur pulih dan dapat dikendalikan. Beberapa pejabat Iran bahkan menuduh Amerika Serikat dan Israel berada di balik "pengunjuk rasa bersenjata" yang menyerang fasilitas publik di sejumlah daerah.
Selain protes anti-pemerintah, sejumlah gelombang demonstrasi pro-pemerintah juga berlangsung di beberapa kota. Para pendukung pemerintah berkumpul di Lapangan Enghelab dekat Universitas Teheran dengan mengibarkan bendera Iran, mengecam kekerasan yang terjadi di ruang publik dan secara tegas menolak "intervensi asing" terhadap urusan dalam negeri. Mereka tetap mendesak pemerintah untuk menyelesaikan masalah ekonomi sambil menunjukkan dukungan terhadap stabilitas nasional.
Otoritas keamanan Iran meningkatkan pengamanan secara drastis untuk merespons situasi tersebut. Kementerian Intelijen Iran menyampaikan pada Senin (12/1/2026) bahwa 273 pucuk senjata api telah diamankan dan 3 orang ditahan dalam operasi penyergapan terhadap sebuah truk kargo internasional yang melewati wilayah Iran.
Selain itu, penangkapan dilakukan terhadap jaringan teroris beranggotakan lima orang yang terkait partai etnis Kurdi terlarang di Khorramabad, serta 15 individu yang diduga berafiliasi dengan saluran televisi oposisi berbahasa Persia yang beroperasi dari luar negeri. (Ant/I-1)
Steve Witkoff, utusan khusus Donald Trump, sebut program rudal Iran sebagai ancaman eksistensial dan batas tegas bagi AS. Simak alasan ketegangan di Teheran.
Utusan khusus Trump, Steve Witkoff, akui tak punya gambaran akhir operasi militer AS di Iran. Simak update terbaru konflik Timur Tengah & reaksi Rusia di sini.
Kurs rupiah hari ini (10/3/2026) menguat ke 16.863 per dolar AS. Cek analisis dampak pernyataan Donald Trump soal konflik Iran terhadap nilai tukar.
Paus Leo XIV sampaikan kekhawatiran mendalam atas perang AS-Israel vs Iran yang masuki hari ke-9. Simak seruan damai dan update terkini konflik Timur Tengah.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian umumkan penghentian serangan ke negara tetangga, namun Donald Trump justru ancam penghancuran total. Simak analisisnya.
Iran tunjuk badan pemerintahan sementara beranggotakan 3 orang pasca wafatnya Ali Khamenei. Di saat bersamaan, AS siapkan operasi militer 100 hari ke Teheran.
Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent mengundurkan diri sebagai protes atas perang Iran. Ia menyebut klaim "ancaman mendesak" adalah bohong, memicu keretakan di internal loyalis Trump.
Donald Trump sempat menuding Iran atas serangan maut di SD Minab. Padahal, investigasi mengungkap rudal tersebut adalah Tomahawk milik AS yang salah sasaran akibat data intelijen usang.
Donald Trump bereaksi keras atas pengunduran diri Joe Kent. Trump menyebut keputusan tersebut tepat karena menilai Kent sosok yang lemah dalam urusan keamanan AS.
Presiden AS Donald Trump meluapkan kekecewaan setelah negara-negara NATO menolak bantuannya di Selat Hormuz. Trump sebut NATO buat kesalahan konyol.
Trump sempat memahami lebih baik daripada presiden modern mana pun bagaimana menerapkan kekuatan militer secara tegas tanpa menyeret kita ke dalam perang yang tak berkesudahan.
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengatakan negaranya tidak akan mengirim pasukan untuk berpartisipasi dalam perang melawan Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved