Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KETEGANGAN diplomatik antara Washington dan Teheran memasuki babak baru. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi mengumumkan kebijakan perdagangan agresif dengan memberlakukan tarif sebesar 25% bagi negara mana pun yang masih menjalin hubungan dagang dengan Iran.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menegaskan bahwa keputusan ini mulai berlaku secara instan.
"Negara mana pun yang tetap berbisnis dengan Republik Islam Iran wajib membayar tarif 25% atas seluruh aktivitas perdagangan yang mereka lakukan dengan Amerika Serikat," tulis Trump.
Ia menekankan bahwa langkah ini bersifat final dan mengikat, meski rincian teknis mengenai implementasi tarif impor tersebut belum dirilis secara mendetail oleh otoritas terkait.
Kebijakan tarif ini muncul di tengah peringatan keras Trump terkait eskalasi kekerasan di Iran. Meskipun Trump berulang kali mengancam opsi serangan militer jika Teheran bertindak brutal terhadap demonstran, pihak Gedung Putih mengisyaratkan adanya celah untuk dialog.
Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa Trump saat ini "tertarik" untuk menjajaki jalur diplomasi. Menurut Leavitt, sang presiden selalu memastikan semua opsi tetap terbuka di atas meja.
"Meski serangan udara merupakan salah satu skenario, diplomasi tetap menjadi pilihan pertama bagi Presiden Trump," ujar Leavitt pada Senin (12/1/2026) waktu setempat.
Ia juga mengungkapkan adanya perbedaan antara pernyataan publik otoritas Iran dengan pesan privat yang diterima pemerintah AS, yang kini tengah didalami oleh presiden.
Sementara itu, kondisi internal Iran kian memanas setelah memasuki hari ke-16 unjuk rasa terkait krisis ekonomi. Di sisi lain, muncul gelombang demonstrasi tandingan yang mendukung pemerintah di berbagai kota seperti Teheran, Kerman, Zahedan, hingga Birjand pada Senin waktu setempat.
Para pendukung pemerintah berkumpul di Lapangan Enghelab dekat Universitas Teheran dengan mengibarkan bendera Iran untuk mengecam kekerasan yang terjadi di ruang publik. Meski tetap mendesak pemerintah menyelesaikan masalah ekonomi, mereka secara tegas menolak "intervensi asing" dan campur tangan luar terhadap urusan dalam negeri Iran.
Sejumlah pejabat Iran bahkan menuduh Amerika Serikat dan Israel berada di balik "pengunjuk rasa bersenjata" yang melakukan serangan terhadap fasilitas publik di beberapa daerah.
Otoritas keamanan Iran juga meningkatkan pengamanan secara drastis untuk merespons situasi tersebut. Kementerian Intelijen Iran menyampaikan pada Senin (12/1/2026) waktu setempat bahwa 273 pucuk senjata api telah diamankan dan 3 orang ditahan dalam operasi penyergapan terhadap sebuah truk kargo internasional yang melewati wilayah Iran.
Selain itu, penangkapan dilakukan terhadap jaringan teroris beranggotakan lima orang yang terkait partai etnis Kurdi terlarang di Khorramabad, serta 15 individu yang diduga berafiliasi dengan saluran televisi oposisi berbahasa Persia yang beroperasi dari luar negeri. (Ant/I-1)
Donald Trump sempat menuding Iran atas serangan maut di SD Minab. Padahal, investigasi mengungkap rudal tersebut adalah Tomahawk milik AS yang salah sasaran akibat data intelijen usang.
Donald Trump bereaksi keras atas pengunduran diri Joe Kent. Trump menyebut keputusan tersebut tepat karena menilai Kent sosok yang lemah dalam urusan keamanan AS.
Presiden AS Donald Trump meluapkan kekecewaan setelah negara-negara NATO menolak bantuannya di Selat Hormuz. Trump sebut NATO buat kesalahan konyol.
Trump sempat memahami lebih baik daripada presiden modern mana pun bagaimana menerapkan kekuatan militer secara tegas tanpa menyeret kita ke dalam perang yang tak berkesudahan.
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengatakan negaranya tidak akan mengirim pasukan untuk berpartisipasi dalam perang melawan Iran.
Uni Eropa, Jerman, dan Inggris kompak tolak permintaan AS kirim pasukan ke Selat Hormuz. Fokus pada diplomasi demi cegah lonjakan harga minyak global. Simak!
Gelombang protes yang mengguncang Iran sejak akhir Desember mencatatkan rekor kelam sebagai kerusuhan paling mematikan dalam sejarah pemerintahan negara tersebut.
Donald Trump kaji opsi militer dukung demonstran Iran. Menlu Iran tegaskan siap hadapi AS jika konflik pecah. Simak update krisis Teheran terbaru.
Otoritas Iran pastikan pembatasan internet berlanjut hingga kondisi keamanan pulih.
Di balik blokade internet, warga Iran mengungkap kengerian penumpasan protes oleh aparat.
Gelombang aksi protes Iran bermula dari ibu kota Teheran. Pada pekan lalu, para pedagang menutup toko dan melakukan mogok sebagai bentuk protes terhadap lonjakan harga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved