Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Awal Mula Aksi Protes Iran: Mogok Pedagang di Teheran Berujung Bentrokan

Dhika Kusuma Winata
03/1/2026 14:20
Awal Mula Aksi Protes Iran: Mogok Pedagang di Teheran Berujung Bentrokan
Ilustrasi(Anadolu)

Gelombang aksi protes Iran bermula dari ibu kota Teheran. Pada pekan lalu, para pedagang menutup toko dan melakukan mogok sebagai bentuk protes terhadap lonjakan harga, stagnasi ekonomi, serta melemahnya daya beli masyarakat. Aksi tersebut kemudian menyebar ke berbagai wilayah dan berujung bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan.

Pada Kamis (1/1), kerusuhan dilaporkan terjadi di sejumlah kota. Sedikitnya tujuh orang dilaporkan tewas dalam rangkaian bentrokan antara massa dan pasukan keamanan. Kantor berita Fars melaporkan dua orang meninggal dunia di Kota Lordegan, Provinsi Chaharmahal dan Bakhtiari, serta tiga korban jiwa di Azna, Provinsi Lorestan.

Fars menyebut, di Lordegan sebagian demonstran melempari gedung-gedung pemerintahan dengan batu, termasuk kantor gubernur provinsi, masjid, kantor yayasan veteran perang (Martyrs’ Foundation), balai kota, hingga bank. Polisi membubarkan massa dengan gas air mata.

“Beberapa bangunan mengalami kerusakan berat,” ujar Fars.

Aparat menangkap sejumlah orang yang disebut sebagai penggerak utama aksi. Di Azna, massa dilaporkan memanfaatkan aksi unjuk rasa untuk menyerang kantor kepolisian setempat.

Dalam laporan-laporan sebelumnya, media pemerintah Iran kerap menyebut para demonstran sebagai perusuh. Pada Kamis, televisi pemerintah melaporkan seorang anggota pasukan keamanan tewas dalam aksi protes di Kota Kouhdasht, Iran barat. Sedikitnya 13 personel polisi dan Basij turut terluka akibat lemparan batu selama demonstrasi di wilayah tersebut.

Basij merupakan organisasi paramiliter sukarelawan yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran, sayap ideologis militer Republik Islam Iran.

Kerusuhan juga dilaporkan terjadi di Kota Hamedan. Kantor berita Tasnim menyebut massa demo Iran membakar sepeda motor dalam upaya yang gagal untuk membakar sebuah masjid. Sementara itu, di Teheran, sebanyak 30 orang ditangkap dalam operasi gabungan aparat keamanan dan intelijen dengan tuduhan mengganggu ketertiban umum.

Aksi protes kali ini dinilai lebih kecil dibandingkan gelombang demonstrasi besar pada 2022 yang dipicu kematian Mahsa Amini dalam tahanan polisi moral. Peristiwa tersebut memicu kemarahan nasional dan menewaskan ratusan orang, termasuk puluhan anggota pasukan keamanan.

Meski demikian, eskalasi tetap terjadi. Setelah bermula dari mogok pedagang di Teheran, protes meluas ketika mahasiswa dari sedikitnya 10 universitas ikut turun ke jalan sejak Selasa.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian berupaya meredakan ketegangan dengan mengakui adanya tuntutan sah dari masyarakat. Ia mendesak jajaran pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kondisi ekonomi.

“Dari sudut pandang Islam, jika kita tidak menyelesaikan persoalan penghidupan rakyat, kita akan berakhir di neraka,” kata Pezeshkian dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah.

Meski demikian, otoritas Iran juga menegaskan akan bersikap tegas terhadap pihak-pihak yang dinilai memanfaatkan situasi untuk menciptakan kekacauan. Jaksa Agung Iran menegaskan bahwa aksi protes ekonomi yang damai sah dilakukan namun setiap upaya menciptakan ketidakamanan akan dihadapi dengan respons hukum yang tegas dan proporsional.

Di tengah situasi tersebut, beredar luas di media sosial sebuah video yang memperlihatkan seorang pria duduk di tengah jalan di Teheran berhadapan dengan polisi bermotor. Rekaman itu disebut-sebut sebagai simbol perlawanan meski televisi pemerintah menuding video tersebut direkayasa untuk menciptakan ikon perlawanan semu. (AFP/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya