Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Houthi Yaman Nyatakan Siap Tempur Bela Iran Lawan Agresi AS-Israel

Media Indonesia
13/3/2026 22:49
Houthi Yaman Nyatakan Siap Tempur Bela Iran Lawan Agresi AS-Israel
Houthi.(Al Jazeera)

PEMIMPIN Houthi Yaman, Abdul-Malik al-Houthi, menegaskan bahwa kelompoknya akan memberikan dukungan penuh kepada Iran untuk melawan agresi militer yang dilancarkan oleh aliansi Amerika Serikat (AS) dan Israel. Pernyataan ini dikeluarkan di tengah eskalasi konflik besar yang mengguncang Timur Tengah sepanjang Maret 2026.

Dalam pidato yang disiarkan oleh stasiun televisi Al-Masirah TV pada Kamis (12/3/2026), al-Houthi menyatakan bahwa gerakan tersebut siap menghadapi segala kemungkinan perkembangan dalam konfrontasi bersenjata yang sedang berlangsung.

Catatan Krisis Regional 2026:
  • Awal Konflik: Serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari 2026.
  • Korban Jiwa: Sekitar 1.300 orang tewas dan 10.000 luka-luka di pihak Iran.
  • Respons Iran: Serangan balasan drone dan rudal ke Israel, Irak, dan aset AS di Teluk.

Al-Houthi menilai serangan terhadap Iran merupakan perang terhadap Islam dan Muslim dan memperingatkan bahwa cakupan konflik ini akan menargetkan seluruh wilayah Timur Tengah tanpa terkecuali. Ia menekankan bahwa Houthi tidak akan tinggal diam dan siap memberikan bantuan militer sesuai kebutuhan Republik Islam Iran.

Eskalasi di Jalur Pelayaran Strategis

Dukungan terang-terangan dari Houthi ini meningkatkan kekhawatiran internasional terhadap keamanan jalur navigasi di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab. Kelompok yang berbasis di Yaman tersebut dikenal memiliki kemampuan untuk mengganggu lalu lintas kapal komersial yang terafiliasi dengan negara-negara Barat.

Sejak serangan 28 Februari, Teheran telah melakukan pembalasan dengan menargetkan aset-aset militer AS di kawasan Teluk. Dengan bergabungnya Houthi dalam barisan pertahanan Iran, para analis militer memprediksi perang akan meluas menjadi konflik multi-front yang melibatkan berbagai kelompok paramiliter di kawasan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di perbatasan Iran dan pangkalan-pangkalan militer di Timur Tengah masih dalam status waspada tinggi. Komunitas internasional terus menyerukan upaya deeskalasi untuk mencegah jatuhnya lebih banyak korban sipil dalam konflik yang kian membara ini. (Anadolu/Ant/I-2)

FAQ Konflik Iran-Houthi 2026

  • Apa bentuk dukungan Houthi terhadap Iran? Houthi menyatakan siap bertempur bersama dan menghadapi segala perkembangan militer melawan agresi AS-Israel.
  • Kapan konflik ini dimulai? Eskalasi besar dimulai pada 28 Februari 2026 melalui serangan udara gabungan ke wilayah Iran.
  • Bagaimana dampak serangan tersebut terhadap warga sipil? Otoritas Iran melaporkan sekitar 1.300 orang tewas, termasuk tokoh-tokoh penting dan warga sipil.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya