Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Jika Berani Serang Iran, Hatami: Pasukan AS tak akan Kembali ke Rumah

Cahya Mulyana
02/4/2026 20:59
Jika Berani Serang Iran, Hatami: Pasukan AS tak akan Kembali ke Rumah
ilustrasi.(Anadolu)

PANGLIMA Angkatan Darat Iran Amir Hatami memperingatkan tidak ada pasukan musuh yang boleh selamat jika AS mencoba melancarkan invasi darat ke Teheran.

“Jika musuh mencoba operasi darat, tidak seorang pun boleh selamat,” kata Hatami dalam komentar yang disiarkan stasiun televisi pemerintah, IRIB pada Kamis (2/4).

Hatami mengatakan pimpinan militer telah menginstruksikan komando operasional untuk memantau pergerakan pasukan AS secara cermat dan merespons tepat waktu.

“Penting untuk memantau pergerakan dan tindakan musuh dengan sangat teliti dan sangat hati-hati, dari waktu ke waktu, dan untuk menerapkan rencana untuk melawan metode serangannya pada waktu yang tepat,” kata dia.

“Bayang-bayang perang harus dihilangkan dari negara kita, dan keamanan harus ditegakkan untuk semua,” ujarnya, menambahkan.

Pada Sabtu (28/3), The Washington Post melaporkan bahwa Pentagon sedang mempersiapkan kemungkinan operasi darat di Iran seiring ribuan pasukan AS dikerahkan ke Timur Tengah. Pelaksanaan operasi ini disebut masih menunggu keputusan Presiden AS Donald Trump.

Para pejabat AS mengatakan rencana tersebut dapat menandai “fase baru perang” yang mungkin “jauh lebih berbahaya” bagi pasukan AS daripada empat minggu pertama pertempuran, menurut surat kabar tersebut.

Diskusi Pentagon mencakup potensi operasi yang menargetkan Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran, dan serangan pesisir di dekat Selat Hormuz untuk menetralisir ancaman terhadap pelayaran.

Para pejabat mengatakan misi yang mungkin terjadi dapat berlangsung hingga “beberapa pekan”.

Tiga belas tentara AS tewas dan lebih dari 300 orang terluka dalam serangan di seluruh wilayah tersebut sejak perang dimulai pada akhir Februari, kata para pejabat.

Eskalasi regional terus berlanjut sejak Israel dan AS melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan itu menewaskan lebih dari 1.340 korban hingga saat ini, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Serangan balasan ini menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, serta mengganggu pasar global dan penerbangan. (Ant/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya