Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Tolak Gencatan Senjata, Iran Ingin Bebas Serangan dan Kompensasi

Media Indonesia
01/4/2026 12:07
Tolak Gencatan Senjata, Iran Ingin Bebas Serangan dan Kompensasi
Abbas Araghchi.(Al Jazeera)

MENTERI Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan pihaknya tidak menginginkan gencatan senjata, tetapi penghentian perang secara total serta jaminan bebas dari serangan di masa depan dan kompensasi.

Kepada Al Jazeera pada Selasa (31/3), ia mengatakan kontak dengan AS bukanlah negosiasi, melainkan pertukaran pesan, baik secara langsung maupun lewat perantara di kawasan.

Araghchi menyebutkan ia terus menerima pesan dari utusan AS Steve Witkoff, tetapi menegaskan bahwa hal itu tidak boleh diartikan sebagai negosiasi formal.

Pesan-pesan tersebut disampaikan melalui kementerian luar negeri, termasuk komunikasi terbatas di antara badan keamanan, tanpa ada pembicaraan dengan pihak tertentu di dalam negeri.

Ia menambahkan pertukaran pesan berlangsung dalam kerangka resmi pemerintah di bawah pengawasan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Menurut Araghchi, pesan tersebut mencakup peringatan dan pandangan bersama yang disampaikan melalui saluran tertentu.

Menanggapi laporan bahwa Iran telah merespons 15 usulan AS, ia mengatakan belum ada tanggapan yang dikirim dan Iran belum mengajukan usulan maupun syarat apa pun.

Araghchi menegaskan belum ada keputusan terkait negosiasi dan menekankan bahwa rakyat Iran tidak bisa diancam. Ia juga meminta Presiden AS Donald Trump untuk berbicara dengan hormat.

Terkait keamanan maritim, Menlu Iran itu mengatakan Selat Hormuz sepenuhnya tetap terbuka dan hanya dibatasi bagi pihak-pihak yang melakukan permusuhan terhadap Iran.

Ia menambahkan langkah-langkah telah diambil untuk menjamin agar jalur pelayaran itu aman bagi kapal-kapal negara sahabat. (Anadolu/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya