Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KETEGANGAN di Timur Tengah mencapai titik kritis setelah militer Israel (IDF) meluncurkan serangkaian serangan udara yang menargetkan fasilitas nuklir dan infrastruktur vital di Iran pada Jumat waktu setempat. Teheran mengecam keras aksi tersebut dan mengancam akan menuntut "harga yang sangat mahal" atas serangan tersebut.
Menteri Luar Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melalui unggahan di platform X, menuduh Israel bertindak atas koordinasi dengan Amerika Serikat. Ia menilai serangan ini kontradiktif dengan tawaran tenggat waktu dari Presiden AS Donald Trump terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
"Israel mengklaim bertindak dalam koordinasi dengan AS. Iran akan menuntut HARGA MAHAL atas kejahatan Israel," tegas Araghchi dalam pernyataannya.
Berdasarkan keterangan Pasukan Pertahanan Israel (IDF), serangan udara tersebut menyasar titik-titik krusial dalam program nuklir Iran. Salah satu target utama adalah pabrik uranium di Yazd, Iran Tengah, yang diklaim sebagai satu-satunya fasilitas pemrosesan bahan mentah untuk pengayaan uranium.
"Menyerang situs tersebut merampas bahan baku yang dibutuhkan rezim teror Iran untuk proses ini dan lebih lanjut merusak program senjata nuklir Iran," tulis pernyataan resmi IDF.
Selain di Yazd, Israel juga menyerang reaktor air berat Arak yang saat ini dalam status tidak aktif namun dilaporkan tengah diupayakan untuk dibangun kembali. Reaktor air berat diketahui dapat menghasilkan plutonium, yang merupakan salah satu jalur potensial untuk menciptakan bom nuklir.
Media pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), melaporkan serangan juga menghantam dua pabrik baja di kota Esfahan. Serangan di lokasi industri ini mengakibatkan sedikitnya satu orang tewas dan 15 lainnya luka-luka.
Situasi ini memicu kekhawatiran global akan adanya bencana nuklir. Kepala Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, kembali menyerukan agar semua pihak menahan diri secara militer guna menghindari risiko kecelakaan nuklir yang fatal.
Serangan Israel ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Donald Trump memberikan tawaran untuk menunda serangan ke situs energi Iran, dengan syarat Teheran membuka kembali Selat Hormuz. Jalur pelayaran vital antara Iran dan Oman tersebut telah membeku sejak kampanye militer gabungan AS-Israel dimulai bulan lalu, yang berdampak pada terganggunya rantai pasok global.
Hingga saat ini, situasi di kawasan masih mencekam seiring dengan ancaman balasan dari pihak Iran yang dapat memperluas skala konflik di kawasan tersebut. (CNN/Z-2)
AS tuntut Iran bongkar fasilitas nuklir Fordow, Natanz, Isfahan dan serahkan 10.000 kg uranium dalam perundingan permanen di Jenewa. Simak poin kesepakatannya.
IRAN akan menjadi tuan rumah pertemuan trilateral tingkat tinggi dengan Tiongkok dan Rusia pada hari ini waktu setempat.
Utusan Khusus AS Steve Witkoff menyebut putaran awal perundingan nuklir AS-Iran akan digelar dalam 1–2 minggu.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyetujui undang-undang yang menghentikan kerja sama negaranya dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap program nuklir Iran baru-baru ini mungkin tidak menimbulkan kerusakan besar seperti yang telah diklaim secara resmi.
Amerika dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, termasuk Teheran, sehingga menimbulkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.
Donald Trump menyebut negosiator Iran takut dibunuh rakyatnya sendiri jika mengaku berunding dengan AS. Di sisi lain, Iran sebut negosiasi adalah kekalahan.
Teheran sebut laporan komunikasi dengan AS sebagai "kebohongan murni". Menlu Abbas Araghchi tegaskan Iran tidak pernah meminta gencatan senjata sejak perang pecah.
Menlu Iran Abbas Araghchi tegas menolak tuntutan "penyerahan tanpa syarat" dari Donald Trump. Iran pilih terus melawan demi martabat dan keamanan rakyatnya.
Iran membantah klaim penutupan Selat Hormuz dan menuduh AS melanggar hukum internasional usai penenggelaman fregat Dena di Samudra Hindia yang tewaskan 100 pelaut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved