Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Israel Gempur Fasilitas Nuklir Iran, Teheran Ancam Balas Dendam dengan 'Harga Mahal'

Thalatie K Yani
28/3/2026 04:22
Israel Gempur Fasilitas Nuklir Iran, Teheran Ancam Balas Dendam dengan 'Harga Mahal'
Militer Israel (IDF) menyerang pabrik uranium dan reaktor air berat di Iran. Menlu Iran Abbas Araghchi kecam keras serangan yang menargetkan situs nuklir tersebut.(Media Sosial X)

KETEGANGAN di Timur Tengah mencapai titik kritis setelah militer Israel (IDF) meluncurkan serangkaian serangan udara yang menargetkan fasilitas nuklir dan infrastruktur vital di Iran pada Jumat waktu setempat. Teheran mengecam keras aksi tersebut dan mengancam akan menuntut "harga yang sangat mahal" atas serangan tersebut.

Menteri Luar Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melalui unggahan di platform X, menuduh Israel bertindak atas koordinasi dengan Amerika Serikat. Ia menilai serangan ini kontradiktif dengan tawaran tenggat waktu dari Presiden AS Donald Trump terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.

"Israel mengklaim bertindak dalam koordinasi dengan AS. Iran akan menuntut HARGA MAHAL atas kejahatan Israel," tegas Araghchi dalam pernyataannya.

Pabrik Uranium hingga Reaktor Nuklir

Berdasarkan keterangan Pasukan Pertahanan Israel (IDF), serangan udara tersebut menyasar titik-titik krusial dalam program nuklir Iran. Salah satu target utama adalah pabrik uranium di Yazd, Iran Tengah, yang diklaim sebagai satu-satunya fasilitas pemrosesan bahan mentah untuk pengayaan uranium.

"Menyerang situs tersebut merampas bahan baku yang dibutuhkan rezim teror Iran untuk proses ini dan lebih lanjut merusak program senjata nuklir Iran," tulis pernyataan resmi IDF.

Selain di Yazd, Israel juga menyerang reaktor air berat Arak yang saat ini dalam status tidak aktif namun dilaporkan tengah diupayakan untuk dibangun kembali. Reaktor air berat diketahui dapat menghasilkan plutonium, yang merupakan salah satu jalur potensial untuk menciptakan bom nuklir.

Dampak Kerusakan dan Korban Jiwa

Media pemerintah Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), melaporkan serangan juga menghantam dua pabrik baja di kota Esfahan. Serangan di lokasi industri ini mengakibatkan sedikitnya satu orang tewas dan 15 lainnya luka-luka.

Situasi ini memicu kekhawatiran global akan adanya bencana nuklir. Kepala Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, kembali menyerukan agar semua pihak menahan diri secara militer guna menghindari risiko kecelakaan nuklir yang fatal.

Konflik di Jalur Perdagangan Dunia

Serangan Israel ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Donald Trump memberikan tawaran untuk menunda serangan ke situs energi Iran, dengan syarat Teheran membuka kembali Selat Hormuz. Jalur pelayaran vital antara Iran dan Oman tersebut telah membeku sejak kampanye militer gabungan AS-Israel dimulai bulan lalu, yang berdampak pada terganggunya rantai pasok global.

Hingga saat ini, situasi di kawasan masih mencekam seiring dengan ancaman balasan dari pihak Iran yang dapat memperluas skala konflik di kawasan tersebut. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya