Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Trump Klaim Iran Minta Gencatan Senjata, Teheran Beri Bantahan Keras

Media Indonesia
02/4/2026 07:38
Trump Klaim Iran Minta Gencatan Senjata, Teheran Beri Bantahan Keras
Rakyat Iran mendukung pemerintah.(Al Jazeera)

KETEGANGAN geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran memasuki babak baru setelah Presiden AS Donald Trump mengeklaim bahwa kepemimpinan baru di Teheran telah mengajukan permohonan gencatan senjata. Namun, klaim tersebut langsung mendapatkan bantahan keras dari otoritas Iran yang menyebut pernyataan itu tidak sesuai dengan realitas.

Melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump menyatakan bahwa rezim baru Iran saat ini jauh lebih cerdas dan tidak seradikal pendahulunya. Ia menyebut permohonan gencatan senjata telah disampaikan kepada Washington.

Meski demikian, Trump memberikan syarat yang sangat berat. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat hanya akan mempertimbangkan permintaan tersebut jika Selat Hormuz dibuka sepenuhnya.

"Washington hanya akan mempertimbangkan permintaan itu ketika Selat Hormuz 'terbuka, bebas, dan bersih'," ujar Trump pada Rabu (1/4/2026) waktu setempat. Ia bahkan melontarkan ancaman keras bahwa AS akan terus melakukan serangan hingga Iran kembali ke zaman batu jika syarat tersebut tidak dipenuhi.

Bantahan Keras Teheran

Merespons pernyataan tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeli Baqaei, dengan tegas membantah narasi yang dibangun oleh Trump. Baqaei menyatakan bahwa klaim mengenai Teheran yang meminta gencatan senjata adalah informasi yang tidak berdasar.

Senada dengan itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya mengklarifikasi posisi Teheran. Ia menegaskan bahwa komunikasi yang terjadi dengan AS bukanlah perundingan formal, melainkan hanya pertukaran pesan secara terbatas, baik secara langsung maupun melalui perantara di kawasan.

Laporan Media: Laporan Axios yang mengutip tiga pejabat AS menyebutkan bahwa memang ada pembahasan mengenai kemungkinan gencatan senjata sebagai imbalan atas pembukaan kembali Selat Hormuz. Namun, belum dipastikan apakah dialog tersebut dilakukan secara langsung atau melalui perantara seperti Pakistan.

Optimisme Trump dan Isu Perubahan Rezim

Dalam wawancara dengan NBC News awal pekan ini, Trump menunjukkan optimisme bahwa konflik dengan Iran akan segera berakhir. Ia bahkan mengeklaim bahwa Washington berhasil mencapai perubahan rezim total dan sedang menjalin komunikasi dengan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf.

Trump berulang kali memuji kepemimpinan baru Iran sebagai pihak yang jauh lebih masuk akal. Namun, perbedaan pernyataan yang kontras antara Washington dan Teheran menunjukkan bahwa kesepakatan nyata di lapangan masih sangat jauh dari kepastian, terutama dengan ancaman militer yang terus digaungkan oleh pihak Gedung Putih.

Hingga saat ini, situasi di Selat Hormuz tetap menjadi titik krusial yang menentukan arah stabilitas keamanan dan ekonomi global, mengingat jalur tersebut merupakan urat nadi distribusi energi dunia. (Anadolu/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya