Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Starlink Elon Musk Jadi Target Serangan Iran

Dhika Kusuma Winata
02/4/2026 09:00
Starlink Elon Musk Jadi Target Serangan Iran
ilustrasi(Antara)

Konflik Timur Tengah masih terus memanas. Media pemerintah Iran menyebut layanan internet satelit Starlink milik miliarder Amerika Serikat, Elon Musk, sebagai target yang sah untuk diserang. Pernyataan itu muncul setelah Iran memperingatkan akan memperluas serangan terhadap perusahaan-perusahaan AS di kawasan.

Laporan kantor berita Fars menyertakan infografik yang menunjukkan sebaran layanan Starlink di sejumlah negara Teluk, seperti Bahrain, Kuwait, dan Uni Emirat Arab. Ketiga negara itu sebelumnya dilaporkan menjadi sasaran serangan sejak pecahnya konflik pada 28 Februari. 

Teheran menganggap serangan diarahkan pada kepentingan AS dan Israel sebagai bentuk pembalasan. Namun, negara-negara Teluk menyebut infrastruktur sipil, mulai dari pelabuhan, bandara, hingga kilang minyak dan gas ikut terdampak.

Di dalam negeri, aparat keamanan Iran memperketat pengawasan. Bulan lalu, otoritas intelijen mengklaim berhasil melacak dan menyita ratusan perangkat Starlink ilegal dalam operasi besar. 

Kementerian terkait menyatakan operasi itu mengandalkan teknologi canggih untuk mendeteksi sistem internet satelit serta memantau aktivitas yang mereka kategorikan sebagai kriminal. Langkah tersebut kian diintensifkan sejak konflik antara AS-Israel dan Iran memicu pembatasan besar terhadap akses internet di negara itu. Badan keamanan dan intelijen disebut terus memburu pengguna Starlink, menyita perangkat, dan melakukan penangkapan.

“Langkah ini akan berlanjut tanpa henti sampai seluruh perangkat internet satelit Starlink yang digunakan untuk melayani musuh berhasil diamankan,” demikian pernyataan otoritas Iran.

Pemerintah Iran juga menegaskan bahwa kepemilikan atau penggunaan Starlink tanpa izin merupakan tindak pidana. Di saat bersamaan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan akan mulai menargetkan perusahaan-perusahaan AS di kawasan mulai 1 April.

Dalam daftar ancaman yang dirilis, sejumlah raksasa teknologi dan industri AS disebut, antara lain Microsoft, Google, Apple, Intel, IBM, Tesla, hingga Boeing. 

“Perusahaan-perusahaan ini harus bersiap menghadapi penghancuran unit-unit mereka sebagai balasan atas setiap aksi teror di Iran, mulai pukul 20.00 waktu Teheran pada Rabu, 1 April," tulis pernyataan IRGC. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya