Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Israel Diserang Dua Gelombang Rudal Iran dalam Hitungan Jam

Wisnu Arto Subari
02/4/2026 08:35
Israel Diserang Dua Gelombang Rudal Iran dalam Hitungan Jam
Kerusakan di Israel akibat serangan Houthi dan Hizbullah.(Al Jazeera)

KETEGANGAN di Timur Tengah kembali memuncak setelah militer Israel melaporkan dua gelombang serangan rudal yang diluncurkan dari Iran pada Kamis (2/4) dini hari waktu setempat. Serangan tersebut memicu sirene udara di wilayah utara dan tengah Israel, termasuk area padat penduduk di Tel Aviv.

Dua Gelombang Serangan dalam Waktu Singkat

Gelombang pertama serangan rudal Iran direspons cepat oleh sistem pertahanan udara Israel. Namun, pihak kepolisian melaporkan ada sembilan titik dampak serangan di wilayah Israel tengah. Media lokal menyebutkan sedikitnya empat orang mengalami luka ringan akibat insiden tersebut.

Kurang dari dua jam setelah serangan pertama, militer Israel kembali mengidentifikasi peluncuran rudal dari wilayah Iran yang mengarah ke wilayahnya. Serangan kedua ini kembali memaksa warga untuk berlindung di ruang aman (shelter).

Meski demikian, dalam pernyataan lanjutan, militer menyatakan warga diizinkan keluar dari ruang perlindungan karena ancaman dinilai telah mereda. Belum ada laporan segera mengenai korban jiwa atau kerusakan tambahan dari gelombang kedua ini.

Dugaan Penggunaan Bom Klaster

Laporan media Israel menyoroti kerusakan yang tersebar di area yang cukup luas, yang diduga kuat akibat penggunaan amunisi klaster (cluster munitions). Jenis bom ini meledak di udara dan menyebarkan bom-bom kecil (bomblets) ke wilayah yang luas. Sejauh ini, Iran dan Israel memang kerap saling tuduh terkait penggunaan bom klaster dalam konflik mereka.

Serangan pada Kamis dini hari ini terjadi hanya berselang sehari setelah serangan rudal Iran pada Rabu (1/4) di saat warga Yahudi Israel tengah bersiap merayakan hari raya Paskah (Passover). Layanan darurat melaporkan bahwa serangan pada Rabu tersebut melukai 14 orang, termasuk seorang anak perempuan berusia 11 tahun.

Catatan Redaksi:

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Tel Aviv dan sekitarnya masih dalam pemantauan ketat militer. Data mengenai total kerugian materiil dan jumlah pasti korban masih terus divalidasi oleh otoritas terkait. (AFP/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya