Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Daftar Perusahaan Amerika yang Diancam Serangan Iran

Dhika Kusuma Winata
02/4/2026 12:17
Daftar Perusahaan Amerika yang Diancam Serangan Iran
Rakyat Iran mendukung pemerintah.(Al Jazeera)

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kian melebar ke sektor teknologi. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan akan menargetkan perusahaan-perusahaan teknologi asal AS di kawasan Timur Tengah mulai 1 April.

Dalam pernyataan berbahasa Persia yang disebarkan melalui Telegram, IRGC menyebut sedikitnya 18 perusahaan masuk dalam daftar sasaran. Mayoritas merupakan raksasa teknologi dan industri asal Amerika Serikat, seperti Microsoft, Apple, Google, Meta, Nvidia, hingga Palantir.

Selain itu, satu perusahaan asal Uni Emirat Arab, G42, juga tercantum dalam daftar tersebut.

IRGC menuding perusahaan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) AS berperan penting dalam mendukung operasi militer Washington terhadap Iran.

"Perusahaan teknologi Amerika merupakan elemen utama dalam merancang dan melacak operasi teror yang dilakukan terhadap Iran," demikian pernyataan tersebut.

Karyawan perusahaan diminta pergi

Ancaman itu disertai peringatan keras bagi para pekerja. IRGC meminta karyawan perusahaan-perusahaan tersebut segera meninggalkan tempat kerja demi keselamatan.

"Kami akan menargetkan perusahaan teknologi Amerika untuk setiap pembunuhan di Iran," tulis mereka.

Pernyataan ini bukan yang pertama. Beberapa pekan sebelumnya, kantor berita Tasnim merilis daftar sekitar 30 lokasi fasilitas teknologi di Timur Tengah yang disebut sebagai target baru.

Lokasi tersebut tersebar di sejumlah kota strategis, termasuk Dubai di Uni Emirat Arab dan Tel Aviv di Israel.

Fasilitas yang masuk daftar umumnya terkait pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau pusat pengelolaan komputasi awan di kawasan. 

Di Tel Aviv, misalnya, disebutkan kantor perusahaan teknologi pertahanan serta pusat pengembangan milik perusahaan global turut menjadi sasaran.

Pusat data Amazon

Serangan terhadap infrastruktur teknologi bahkan telah terjadi. Dua pusat data milik Amazon di Emirat Arab dilaporkan terkena serangan pada 1 Maret. Satu fasilitas lain di Bahrain mengalami kerusakan akibat serpihan dari lokasi serangan terdekat.

IRGC sebelumnya menyebut aksi tersebut bertujuan mengungkap peran pusat-pusat data dalam mendukung aktivitas militer dan intelijen pihak lawan.

Selain itu, sejumlah kantor perusahaan seperti Oracle, IBM, dan Google di Jerusalem, Tel Aviv, dan Abu Dhabi juga disebut menjadi target karena diduga menyediakan infrastruktur bagi entitas militer. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya