Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Intelijen: Rezim Iran Tetap Solid meski Digempur AS dan Israel

Media Indonesia
17/3/2026 20:35
Intelijen: Rezim Iran Tetap Solid meski Digempur AS dan Israel
Warga Iran.(Al Jazeera)

LAPORAN terbaru dari intelijen Amerika Serikat (AS) mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai stabilitas internal Republik Islam Iran. Meski didera serangan udara bertubi-tubi oleh aliansi AS dan Israel selama dua pekan terakhir, struktur kekuasaan di Teheran dilaporkan tetap solid dan justru menunjukkan tanda-tanda semakin tangguh.

Berdasarkan laporan The Washington Post pada Selasa (17/3/2026), temuan intelijen menunjukkan bahwa rangkaian serangan yang dimulai sejak 28 Februari lalu tidak berhasil memicu keretakan politik maupun pembelotan massal dalam struktur pemerintahan Iran.

Dominasi IRGC semakin Mengakar

Meskipun kekuatan militer konvensional Iran mengalami pelemahan signifikan akibat bombardir udara, hal tersebut tidak berujung pada keruntuhan rezim. Sebaliknya, sistem pemerintahan di bawah kendali Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dinilai semakin mengakar kuat.

Sumber intelijen menyebutkan bahwa struktur kekuasaan Iran saat ini justru merasa lebih percaya diri. Mereka merasa mampu menghadapi tekanan militer langsung dari pemerintahan Donald Trump, bahkan setelah Trump memberikan lampu hijau bagi Israel untuk melancarkan perang terbuka.

Konteks Krisis 28 Februari:

Eskalasi di Teluk Persia mencapai titik didih setelah serangan bersama AS-Israel pada 28 Februari 2026 yang menewaskan sedikitnya 1.300 orang. Laporan tersebut juga mengonfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan tersebut.

Kekhawatiran Sekutu AS di Kawasan

Di sisi lain, laporan tersebut menyoroti keresahan mendalam di antara negara-negara sekutu AS di kawasan Timur Tengah. Para pemimpin regional dilaporkan marah dan khawatir bahwa konflik yang berkepanjangan ini akan mengubah negara mereka menjadi sasaran empuk balasan Iran.

Ancaman nyata kini membayangi infrastruktur sipil di negara-negara Teluk. Iran membuktikan kapabilitas balasannya melalui serangan drone dan rudal yang tidak hanya menyasar Israel, tetapi juga pangkalan militer AS di Yordania, Irak, dan beberapa negara Teluk lain.

Dampak Global dan Stabilitas Pasar

Konflik terbuka ini telah memicu gangguan masif pada jalur penerbangan dunia dan stabilitas pasar global. Serangan balasan Iran yang menargetkan aset-aset strategis telah menciptakan ketidakpastian ekonomi yang dirasakan hingga ke luar kawasan Timur Tengah.

People Also Ask (FAQ)

1. Bagaimana kondisi pemerintahan Iran setelah kematian Ayatollah Ali Khamenei?
Menurut intelijen AS, meskipun kehilangan pemimpin tertinggi, kendali pemerintahan tetap utuh di bawah komando IRGC tanpa ada tanda-tanda pembelotan.

2. Apa dampak serangan AS-Israel terhadap militer Iran?
Secara fisik militer Iran melemah, namun secara sistemik dan politik, rezim tersebut justru semakin mengakar dan solid.

3. Mengapa negara-negara Teluk merasa terancam?
Karena mereka menampung aset militer AS, yang menjadikan infrastruktur sipil dan energi mereka sebagai target potensial serangan balasan drone dan rudal Iran.

Laporan intelijen ini menyimpulkan bahwa untuk saat ini, pemerintahan Iran diperkirakan akan tetap bertahan dan terus melakukan perlawanan terhadap tekanan militer maupun diplomatik dari blok Barat. (Anadolu/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya