Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Usai Trump Pidato Mengancam, Iran Kirim Gelombang Rudal ke Israel

Wisnu Arto Subari
02/4/2026 12:06
Usai Trump Pidato Mengancam, Iran Kirim Gelombang Rudal ke Israel
Kerusakan di Israel akibat serangan Iran.(Al Jazeera)

MILITER Israel melaporkan gelombang serangan rudal dari Iran yang menyasar wilayah mereka pada Kamis (2/4) dini hari waktu setempat. Serangan ini terjadi tak lama setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan pidato publik mengenai situasi perang yang tengah berlangsung.

Setidaknya dua gelombang serangan terjadi pascapidato Trump tersebut. Pihak kepolisian Israel menyatakan telah dikerahkan ke beberapa lokasi dampak serangan di wilayah Israel tengah. Laporan media menyebutkan terdapat sembilan titik dampak yang teridentifikasi.

Dampak Serangan di Tel Aviv

Tim medis melaporkan empat orang mengalami luka ringan di area Tel Aviv akibat serangan tersebut. Media lokal Israel menyebutkan bahwa kerusakan yang tersebar di area yang cukup luas diduga akibat penggunaan amunisi klaster (cluster munitions), yang meledak di udara dan menyebarkan bom-bom kecil.

Penggunaan bom klaster ini menjadi isu sensitif mengingat Iran dan Israel sebelumnya saling tuduh terkait penggunaan senjata jenis tersebut dalam konflik mereka.

Gelombang Serangan Susulan

Dalam kurun waktu enam jam sejak serangan pertama, militer Israel kembali mengumumkan ada tiga gelombang peluncuran rudal tambahan dari Iran. Hal ini memicu sirene serangan udara di sebagian besar wilayah utara dan tengah Israel.

Meski demikian, Komando Front Dalam Negeri (Home Front Command) kemudian menyatakan bahwa warga telah diizinkan untuk meninggalkan ruang perlindungan di seluruh penjuru negeri. Hingga saat ini, belum ada laporan segera mengenai korban jiwa atau kerusakan tambahan dari gelombang serangan terakhir tersebut.

Sebelumnya pada Rabu, saat warga Yahudi Israel bersiap merayakan hari raya Paskah (Passover), layanan darurat melaporkan serangan rudal Iran melukai 14 orang, termasuk seorang anak perempuan berusia 11 tahun.

Keterlibatan Hizbullah

Selain ancaman dari Iran, sirene serangan udara meraung di Israel utara pada Kamis pagi guna memperingatkan serangan dari Libanon. Kelompok militan Hizbullah, yang merupakan sekutu Iran, mengeklaim telah meluncurkan tembakan roket yang menargetkan pasukan Israel di area perbatasan serta serangan pesawat nirawak (drone) ke suatu desa.

Hizbullah diketahui telah bergabung dalam konflik ini sejak 2 Maret lalu. Sejauh ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan material akibat serangan dari wilayah Libanon tersebut. (AFP/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya