Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Baru, Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Kecam Serangan AS-Israel ke Iran

Cahya Mulyana
13/3/2026 22:09
Baru, Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Kecam Serangan AS-Israel ke Iran
ilustrasi.(AFP)

DUTA Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Republik Indonesia Faisal bin Abdullah Al-Amodi menegaskan negaranya mengecam serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dan juga serangan balasan Teheran terhadap Saudi dan negara-negara Arab di Teluk (GCC).

"Kita tahu bahwa pertama serangan itu dilakukan oleh Amerika dan Israel terhadap Iran. Dalam poin ini atau dalam kesempatan ini, pemerintah negara-negara Teluk secara umum, yaitu enam negara, mengecam tindakan yang dilakukan oleh Israel," kata Dubes Faisal kepada media di Jakarta, Jumat (13/3).

Dia menyatakan bahwa dari awal perang, Pemerintah Kerajaan Saudi dan negara-negara Teluk telah menegaskan kepada Iran bahwa negara-negara mereka tidak mengizinkan wilayahnya dijadikan tempat untuk Iran melancarkan serangan.

Namun demikian, Iran tetap melakukan serangan balasan ke negara-negara Teluk, termasuk Saudi, yang menjadi korban atas berbagai serangan Iran ke sejumlah fasilitas publik dan fasilitas politik penting lainnya.

Serangan tersebut, lanjut Dubes Faisal, bertolak belakang dengan prinsip bertetangga dengan baik serta bertentangan dengan hukum internasional dan prinsip-prinsip internasional yang dianut oleh masyarakat internasional.

Dalam upaya meredakan ketegangan akibat perang yang berdampak terhadap negara-negara Teluk dan negara lain di Kawasan Timur Tengah, Arab Saudi tetap menahan diri untuk tidak melakukan serangan balasan terhadap Iran.

"Sikap kami jelas, kami tidak melakukan (serangan balasan) itu. Kami menanggapi dengan keadaan sikap yang tenang, tidak berpihak untuk melakukan serangan balik kepada Iran," jelasnya.

Israel terus melancarkan serangan terhadap negara-negara Teluk dan negara lain di kawasan Timur Tengah.

Faisal menggarisbawahi bahwa stabilitas negara-negara Teluk tidak hanya dinikmati oleh negara itu sendiri, tetapi juga berkaitan erat dengan stabilitas internasional, baik di bidang energi, maupun pangan. Ketidakstabilan di kawasan akan sangat berdampak terhadap sektor-sektor tersebut di negara-negara lain di seluruh dunia.

Eskalasi konflik yang terus berlanjut tidak merefleksikan upaya-upaya untuk mengakhiri perang dan memulihkan stabilitas di kawasan Timur Tengah.

Oleh karena itu, Pemerintah Arab Saudi mengajak masyarakat internasional, termasuk Indonesia yang dinilai memiliki peran signifikan di kancah internasional, untuk menunjukkan sikap dan posisi lebih jelas atas situasi di Timur Tengah, termasuk serangan Iran terhadap negara-negara Teluk.

"Kami menyerukan atau mengajak atau meminta sikap yang lebih jelas, terutama dari Pemerintah Indonesia, bahwa serangan yang dilakukan oleh Iran terhadap negara-negara Teluk di luar jalur hukum dan di luar dari prinsip-prinsip bertetangga yang baik," tegas Dubes Faisal.

Dia pun percaya masyarakat Indonesia juga sepakat bahwa tidak sepatutnya Iran menyerang saudaranya, sesama negara muslim, apalagi serangan itu dilakukan pada bulan suci Ramadhan ini.

Dubes Faisal menyampaikan pernyataan tersebut usai acara Buka Puasa Bersama di Kediaman Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia di Jakarta, yang juga dihadiri perwakilan dari negara-negara Teluk, termasuk dari Qatar, Bahrain, dan Kuwait. (Ant/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya