Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Thailand Protes Iran soal Kapal Mayuree Naree: Tiga Awak Hilang di Selat Hormuz

Media Indonesia
13/3/2026 22:11
Thailand Protes Iran soal Kapal Mayuree Naree: Tiga Awak Hilang di Selat Hormuz
Ilustrasi.(Al Jazeera)

PEMERINTAH Thailand pada Kamis (12/3/2026) resmi meminta klarifikasi dan mengajukan protes keras kepada Iran menyusul serangan terhadap kapal kargo berbendera Thailand, Mayuree Naree, di perairan strategis Selat Hormuz.

Insiden yang terjadi pada Rabu (11/3) tersebut menyebabkan setidaknya tiga awak kapal hilang di tengah eskalasi konflik militer antara aliansi Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Republik Islam Iran yang telah berlangsung sejak akhir Februari lalu.

Kementerian Luar Negeri Thailand memanggil Duta Besar Iran di Bangkok, Nassereddin Heidari, guna menuntut tanggung jawab atas keselamatan warga sipil Thailand. Kapal Mayuree Naree yang mengangkut 23 pelaut dihantam saat dalam perjalanan menuju India dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

Upaya Penyelamatan di Selat Hormuz

Segera setelah serangan menghantam bagian buritan kapal, pasukan Angkatan Laut Oman bergerak cepat menyelamatkan 20 awak kapal. Namun, tiga pelaut lainnya yang diyakini berada di ruang mesin saat ledakan terjadi hingga kini belum ditemukan.

Konteks Konflik: Serangan ini terjadi setelah Iran secara efektif memblokade Selat Hormuz sebagai balasan atas serangan udara masif AS-Israel pada 28 Februari 2026 yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan bahwa setiap kapal yang melintasi jalur air tersebut wajib mengantongi izin dari Teheran. Thailand menyatakan keprihatinan mendalam bahwa krisis ini telah mengancam kebebasan navigasi dan keselamatan warga sipil dari berbagai negara.

Korban Warga Asia dan Hilangnya WNI

Serangan terhadap kapal sipil di Teluk Persia telah memakan korban dari berbagai negara Asia. Menurut data yang dihimpun, setidaknya 19 warga negara Asia dilaporkan tewas atau hilang sejak pecahnya konflik pada 28 Februari.

Selain warga Thailand, pemerintah Indonesia juga tengah berupaya mencari tiga warga negara Indonesia (WNI) yang dinyatakan hilang di Selat Hormuz. Ketiga WNI tersebut merupakan awak kapal tugboat Musaffah 2 yang meledak dan karam pada 6 Maret 2026 akibat dampak perang di kawasan tersebut.

Hingga saat ini, Bangkok terus mengintensifkan evakuasi warganya dari Timur Tengah. Sebanyak 34 warga negara Thailand dilaporkan baru saja tiba di tanah air setelah dievakuasi melalui Turki guna menghindari zona konflik yang kian meluas.

Sumber: Anadolu

FAQ Serangan Kapal Mayuree Naree

  • Apa penyebab kapal Mayuree Naree diserang? Kapal dihantam proyektil di tengah blokade Selat Hormuz oleh Iran sebagai respons atas perang dengan AS-Israel.
  • Bagaimana nasib awak kapal lainnya? 20 awak berhasil diselamatkan oleh AL Oman, sementara 3 orang masih hilang di ruang mesin.
  • Apakah ada WNI yang menjadi korban? Ya, selain kasus kapal Thailand, 3 WNI awak kapal Musaffah 2 juga dilaporkan hilang di lokasi yang berdekatan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya