Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Kendali Penuh Selat Hormuz, Iran: Tidak Ingin Perang tapi Siap

Media Indonesia
28/1/2026 20:37
Kendali Penuh Selat Hormuz, Iran: Tidak Ingin Perang tapi Siap
Selat Hormuz.(Al Jazeera)

IRAN menyatakan bahwa mereka masih mempertahankan kendali penuh atas wilayah darat, bawah laut, dan udara Selat Hormuz di tengah kekhawatiran akan kemungkinan serangan AS terhadap Teheran.

"Iran tidak ingin berperang, tetapi sepenuhnya siap," kata Mohammad Akbarzadeh, seorang komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), lapor Kantor Berita Fars.

"Jika perang pecah, tidak akan ada jalan mundur, bahkan satu milimeter pun, dan Iran akan terus maju," tegasnya.

Akbarzadeh mengatakan pengelolaan jalur strategis tersebut melampaui metode tradisional dan sekarang sepenuhnya berbasis sistem cerdas. Ini memungkinkan Iran untuk terus mengawasi semua pergerakan maritim di permukaan dan bawah laut.

"Iran juga yang memutuskan apakah kapal yang mengibarkan bendera berbeda diizinkan untuk melewati selat tersebut," katanya.

"Iran tidak ingin ekonomi global menderita," katanya. Ia menambahkan bahwa AS dan sekutunya tidak akan diizinkan untuk mengambil keuntungan dari perang yang mereka mulai.

Akbarzadeh memperingatkan bahwa jika wilayah darat, udara, atau perairan negara-negara tetangga digunakan untuk melawan Iran, mereka akan diperlakukan sebagai musuh.

"Pesan ini telah disampaikan kepada pihak-pihak regional," katanya.

Komandan Iran tersebut menekankan bahwa Teheran memiliki kemampuan tambahan yang akan diungkapkan pada waktu yang tepat.

Selat Hormuz yang sempit antara Teluk Persia dan Teluk Oman merupakan jalur penting bagi perdagangan minyak dan gas alam cair (LNG) global, terutama untuk minyak dari Timur Tengah, yang mencakup sepertiga dari pengiriman minyak mentah dunia melalui laut dan seperlima dari total konsumsi minyak dunia.

Melalui Selat Hormuz, sebagian besar dari 20 juta barel minyak dan produk minyak bumi diangkut setiap hari mencapai pasar Asia, terutama Tiongkok.

Ketegangan meningkat antara Teheran dan Washington menyusul protes antipemerintah di Iran. Pemerintahan AS mengatakan bahwa semua opsi, termasuk tindakan militer, tetap terbuka dalam menangani Teheran.

Para pejabat Iran memperingatkan bahwa setiap serangan AS akan memicu respons yang cepat dan komprehensif. (Anadolu/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya