Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Iran Perpanjang Blokade Internet, Klaim Sebagai Langkah Lawan Perang Kognitif

Thalatie K Yani
13/1/2026 05:57
Iran Perpanjang Blokade Internet, Klaim Sebagai Langkah Lawan Perang Kognitif
Ilustrasi(Media Sosial X)

PEMERINTAH Iran menegaskan pembatasan akses internet di seluruh negeri akan tetap diberlakukan hingga otoritas terkait memastikan stabilitas keamanan telah pulih sepenuhnya. Langkah ini diambil di tengah gelombang protes anti-pemerintah yang terus meluas di berbagai wilayah.

Menurut laporan media pemerintah Iran, Press TV, Presiden Pusat Nasional Dewan Tinggi Ruang Siber Iran, Mohammad Amin Aghamiri, menyatakan keputusan untuk kembali ke kondisi normal akan bergantung pada pertimbangan keamanan di masa mendatang.

"Waktu untuk kembali ke kondisi normal akan diumumkan di masa depan, dan pihak berwenang tentu harus memberikan pengarahan kepada kami mengenai pertimbangan keamanan," ujar Aghamiri pada Senin (12/1).

Dalih "Perang Kognitif" dan Penggunaan NIN

Aghamiri menambahkan pemutusan akses internet yang dimulai sejak 9 Januari lalu merupakan langkah darurat yang diperlukan. Menurutnya, hal ini dilakukan untuk menangkal ancaman eksternal yang memanfaatkan ruang siber sebagai medan tempur.

"Pemutusan internet diperlukan untuk melawan perang kognitif yang dilakukan oleh musuh-musuh Iran di dunia maya," tegas Aghamiri melalui Press TV.

Meskipun akses internet global diputus, Aghamiri mengeklaim bahwa masyarakat masih dapat mengakses layanan perbankan daring dan belanja online secara normal. Hal ini dimungkinkan melalui pemanfaatan National Information Network (NIN), sebuah infrastruktur internet domestik yang dikembangkan Iran.

"NIN adalah platform yang melaluinya kami dapat menjamin layanan yang stabil bagi publik," tuturnya. Ia juga menjanjikan perluasan aplikasi pesan domestik, mesin pencari, serta layanan kecerdasan buatan untuk meminimalkan gangguan pada aktivitas sehari-hari warga.

Laporan Pemutusan Total

Namun, klaim akses "normal" tersebut bertolak belakang dengan temuan lembaga pengawas keamanan siber global, NetBlocks. Hingga Senin, pemadaman internet di Iran telah memasuki hari keempat dengan skala yang kian mengkhawatirkan.

Menurut NetBlocks, pembatasan yang terjadi mencakup penonaktifan internet jalur kabel tetap (fixed-line), data seluler, hingga layanan panggilan telepon. Lembaga tersebut juga mencatat bahwa sarana komunikasi lainnya kini semakin banyak yang menjadi sasaran pemblokiran oleh pemerintah guna meredam arus informasi dari dalam negeri. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya