Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Putin Dituding Buang Waktu Dunia Usai Gagalnya Pembicaraan AS-Rusia

Thalatie K Yani
04/12/2025 04:20
Putin Dituding Buang Waktu Dunia Usai Gagalnya Pembicaraan AS-Rusia
Menlu Ukraina Andrii Sybiha menuduh Putin menghambat proses perdamaian setelah pembicaraan AS-Rusia tidak mencapai kemajuan. (Kremlin)

MENTERI Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menuduh Presiden Rusia Vladimir Putin “membuang waktu dunia”. Sehari setelah pembicaraan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Rusia mengenai upaya mengakhiri perang di Ukraina tidak menghasilkan perkembangan berarti.

“Rusia harus mengakhiri pertumpahan darah yang mereka mulai. Jika itu tidak terjadi dan Putin sekali lagi meludahi wajah dunia, harus ada konsekuensi,” kata Sybiha.

Meski begitu, Sybiha menyebut delegasi AS memberi tahu pihaknya bahwa pembicaraan tersebut memiliki “signifikansi positif bagi proses perdamaian.” Pejabat Ukraina telah diundang untuk melanjutkan dialog di AS dalam waktu dekat.

Pertemuan tersebut berlangsung hampir lima jam di Kremlin, di mana utusan khusus Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, dan menantunya, Jared Kushner, bertemu dengan Putin. Gedung Putih menyatakan mereka telah memberi pengarahan kepada Trump setelah “pertemuan yang menyeluruh dan produktif”.

Pertemuan AS-Rusia ini dilakukan setelah rangkaian diskusi antara AS, Ukraina, dan para pemimpin Eropa, di tengah kekhawatiran kesepakatan yang sedang dibahas terlalu condong pada tuntutan Rusia. Namun, tidak ada kemajuan konkret dalam menyatukan posisi Moskow dan Kyiv.

Penasihat kebijakan senior Putin, Yuri Ushakov, mengatakan “tidak ada kompromi” terkait penghentian perang yang ditemukan dalam pertemuan tersebut. “Beberapa proposal AS tampak cukup dapat diterima, meski masih perlu dibahas lebih lanjut,” ujarnya, seraya menambahkan proposal lain mendapat kritik terbuka dari Putin.

Meski Ushakov tidak merinci, dua isu utama tetap menjadi perbedaan besar antara Moskow dan Kyiv. Kedua isu itu nasib wilayah Ukraina yang diduduki pasukan Rusia serta jaminan keamanan bagi Ukraina.

Kyiv dan negara-negara Eropa berpandangan keanggotaan Ukraina di NATO adalah cara paling efektif untuk mencegah agresi Rusia di masa depan. Namun, Rusia menolak keras opsi tersebut. Sementara Trump juga berulang kali memberi sinyal bahwa ia tidak berminat membuka pintu NATO bagi Ukraina.

Kremlin menyebut prospek Ukraina bergabung dengan NATO menjadi “pertanyaan kunci” dalam pembahasan. Ushakov juga mengisyaratkan bahwa posisi tawar Rusia menguat berkat klaim kemajuan terbaru di medan perang.

Putin sebelumnya tampil di pos komando militer Rusia dengan mengenakan seragam loreng, menerima laporan dari komandan yang mengklaim perebutan kota strategis Pokrovsk serta sejumlah permukiman di sekitarnya. Pertempuran di Pokrovsk masih berlangsung dan kota itu belum sepenuhnya dikuasai, tetapi pejabat Rusia meyakini pesan mengenai kemajuan militer tersebut telah diterima AS.

Data analisis AFP dari lembaga AS Institute for the Study of War (ISW) menunjukkan Rusia merebut sekitar 701 km² wilayah Ukraina pada November dan kini menguasai 19,3% wilayah negara itu.

Kremlin menyatakan Putin siap untuk melanjutkan pertemuan dengan AS “sebanyak yang diperlukan”. Namun, ketika hubungan Rusia-AS tampak menghangat, jurang antara Moskow dan Eropa justru melebar.

Putin Tuding Eropa Hambat

Putin menuduh Eropa menghambat hubungan Rusia-AS dan menghalangi proses perdamaian. Dalam sebuah forum di Moskow, ia menegaskan dirinya tidak menginginkan konflik dengan Eropa, namun “siap untuk perang”.

Pejabat pemerintah Inggris menolak ucapan tersebut. Inggris menilai sebagai “omong kosong Kremlin dari seorang presiden yang tidak serius mengupayakan perdamaian”.

Di Brussel, para menteri luar negeri NATO menyambut baik adanya pembicaraan damai. Namun Sekretaris Jenderal Mark Rutte menegaskan Ukraina harus berada dalam “posisi terkuat untuk melanjutkan perlawanan”.

Sementara itu, negara-negara Uni Eropa mencapai kesepakatan dengan Parlemen Eropa untuk membuat Eropa sepenuhnya bebas dari gas Rusia sebelum akhir 2027. Kesepakatan tersebut melarang kontrak jangka panjang gas pipa mulai September 2027 dan kontrak LNG mulai Januari 2027.

“Kami memilih keamanan dan kemandirian energi Eropa. Tidak ada lagi pemerasan. Tidak ada lagi manipulasi pasar oleh Putin. Kami berdiri teguh bersama Ukraina,” kata Komisioner Energi UE Dan Jorgensen.

Komisi Eropa juga mengusulkan penggalangan dana €90 miliar untuk mendukung kebutuhan militer dan layanan dasar Ukraina. Dana tersebut dapat berasal dari “pinjaman reparasi” menggunakan aset Rusia yang dibekukan di Brussel, atau dari pinjaman internasional.

Perdana Menteri Ukraina Yulia Svyrydenko menyambut usulan tersebut, yang akan menutupi dua pertiga kebutuhan pendanaan Ukraina selama dua tahun. Namun, Belgia dan Bank Sentral Eropa menolak penggunaan aset beku karena risiko hukum.

Proposal terbaru ini lebih kecil dari rencana awal €140 miliar. Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengatakan, “Kami mendukung hal ini dan tentu saja menghargai kekhawatiran Belgia.” (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya