Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
EMPAT negara utama Timur Tengah yakni Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Oman menggunakan podium Sidang Umum PBB untuk memperingatkan dunia mengenai eskalasi krisis di kawasan dan menuduh komunitas internasional gagal menghentikan perang berkelanjutan Israel di Jalur Gaza.
Dalam pernyataannya pada Sabtu (28/9), para menteri luar negeri dari keempat negara tersebut menilai bahwa konflik yang terus berlangsung telah membawa kawasan ke ambang kehancuran, dengan Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty menyatakan bahwa Timur Tengah kini berada di titik kehancuran.
Pernyataan keras tersebut disampaikan sehari setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan kepada Majelis Umum bahwa Israel harus menyelesaikan tugasnya melawan Hamas atas serangan 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel selatan dan menciptakan krisis sandera.
Berikut pandangan masing-masing negara mengenai Gaza dan kondisi Timur Tengah secara keseluruhan:
Menlu Mesir Badr Abdelatty, yang mewakili negara mediator utama dalam konflik Gaza bersama AS dan Qatar, mengecam keras sikap dunia yang menurutnya berdiri diam sebagai penonton ketika hukum internasional dilanggar secara terang-terangan.
Ia menyebut agresi Israel sebagai perang Israel yang sembrono dan tidak adil yang dilancarkan terhadap warga sipil tak berdaya atas dosa yang tidak mereka lakukan, yang menurutnya terjadi tanpa akuntabilitas.
Abdelatty menuduh Israel menghalangi pembentukan negara Palestina dan menegaskan bahwa keamanan Israel tidak akan tercapai tanpa keamanan negara lain di kawasan.
"Kawasan ini tidak dapat mencapai stabilitas tanpa negara Palestina yang merdeka," katanya.
Pangeran Faisal bin Farhan, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, menilai krisis kemanusiaan di Gaza telah mencapai titik tak tertahankan.
Ia menegaskan bahwa solusi dua negara adalah satu-satunya jalan yang akan menjamin keamanan semua negara di kawasan ini.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kegagalan komunitas internasional untuk mengambil tindakan tegas guna mengakhiri agresi dan pelanggaran Israel hanya akan menyebabkan ketidakstabilan dan ketidakamanan lebih lanjut secara regional dan global.
Arab Saudi bersama Norwegia dan Uni Eropa disebutnya telah membentuk koalisi internasional untuk mendorong pengakuan negara Palestina. Ini sebuah inisiatif yang menghasilkan tambahan 10 pengakuan baru pada pertemuan tingkat tinggi pekan ini.
Menteri Luar Negeri Oman, Badr bin Hamad al-Busaidi, menyerukan tekanan global untuk memaksa Israel kembali ke meja perundingan.
Ia mendesak penerapan langkah-langkah yang membatasi kemampuannya untuk melanjutkan pembunuhan, penghancuran, pendudukan dan kebijakan kelaparan dan blokade terhadap rakyat Palestina.
Al-Busaidi bahkan menyerukan sanksi sebagai respons atas perambahan yang melanggar hukum terhadap kedaulatan negara-negara.
Wakil Menlu Uni Emirat Arab, Lana Nusseibeh, menyatakan bahwa tidak ada alasan yang membenarkan tindakan ekstrem kedua belah pihak.
Menurutnya, tidak ada pembenaran bagi Hamas untuk menyandera atau bagi Israel untuk menargetkan puluhan ribu warga sipil atau mengepung mereka atau membuat mereka kelaparan dan menggusur paksa mereka.
Ia juga mengecam ancaman aneksasi Tepi Barat oleh Israel dan mendesak seluruh negara untuk mengakui Palestina sebagai investasi untuk masa depan yang lebih baik bagi kawasan ini.
Keempat negara sepakat bahwa tanpa langkah tegas dari komunitas internasional, konflik di Gaza akan terus meluas dan mengancam stabilitas global.
Namun hingga kini, seruan mereka belum menghasilkan tekanan nyata terhadap Israel di arena diplomatik dunia. (ABC News/Fer/I-1)
Penutupan dilakukan setelah serbuan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran, dengan alasan arahan Komando Front Dalam Negeri melarang adanya kerumunan besar.
Pejabat Hamas Bassem Naim kecam utusan Board of Peace, Nickolay Mladenov, karena syaratkan pelucutan senjata sebagai imbalan rekonstruksi Gaza dan penarikan pasukan.
Militer Israel tega menyiksa balita 1 tahun, Karim Abu Nassar, dengan sundutan rokok selama 10 jam di Gaza untuk paksa pengakuan ayahnya. Pelanggaran HAM berat!
Tragedi kemanusiaan berlanjut: Anak 13 tahun tewas di tenda Gaza dan seorang ibu ditembak di Reineh. Total korban tewas di Gaza kini melampaui 72.000 jiwa.
Presiden Prabowo hubungi Mahmoud Abbas dan pemimpin dunia Islam saat Idul Fitri. Langkah ini jadi sinyal kuat diplomasi Indonesia di panggung global.
Salon di Beit Awa, wilayah pendudukan Tepi Barat, Palestina, Rabu (18/3) dihantam sebuah proyektil meledak akibat saling serang Israel dan Iran. Empat perempuan Palestina tewas
PEMERINTAH Arab Saudi menyatakan dukungannya atas keputusan Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang secara bulat mengadopsi resolusi terkait dampak serangan Iran
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkap adanya pesan dari AS melalui perantara. Di sisi lain, PBB peringatkan Lebanon jangan jadi 'Gaza kedua'.
Israel mengatakan pihaknya tidak menargetkan tentara Libanon karena pertempuran mereka bukan dengan mereka, melainkan dengan Hizbullah.
Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Türk melaporkan dugaan penyiksaan dan penahanan sewenang-wenang di Venezuela masih berlanjut di bawah kepemimpinan Delcy Rodríguez.
Tim pencari fakta PBB melaporkan kondisi memprihatinkan warga sipil Iran yang terjepit di antara serangan udara AS-Israel dan represi pemerintah yang kian sistematis.
Iran menyatakan empat diplomat mereka tewas dalam serangan udara yang diluncurkan Israel ke sebuah hotel di Beirut, Libanon, pekan lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved