Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
RIBUAN warga sipil, termasuk anak-anak, perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas yang terpaksa mengungsi ke selatan Jalur Gaza, Palestina, terjebak di jalan-jalan yang oleh Israel disebut sebagai koridor keamanan. Jalan-jalan ini, yang dipromosikan Israel sebagai koridor kemanusiaan berubah menjadi koridor kematian bagi warga Gaza.
Koridor aman yang dibuka Israel, sambil menjatuhkan bom pada warga sipil yang mengungsi dari utara ke selatan, kini dipenuhi tubuh tak bernyawa dan bagian-bagian tubuh yang membusuk. Hampir semua dari 2,3 juta penduduk Palestina di Jalur Gaza telah berulang kali terusir dari tempat tinggal mereka selama hampir satu tahun peperangan.
Menurut otoritas kesehatan setempat, hampir 41.780 orang tewas. Sebagian besar ialah perempuan dan anak-anak. Hampir 96.800 lain terluka. Ini akibat serangan Israel yang berlanjut di Jalur Gaza setelah serangan oleh kelompok Hamas pada 7 Oktober lalu.
Baca juga : Empat Pembantaian Rakyat Palestina oleh Israel dengan Senjata AS
Dalam artikel keduanya tentang Satu Tahun Genosida Israel di Gaza, Anadolu mengumpulkan informasi tentang pembantaian yang dilakukan Israel sejak 7 Oktober di wilayah yang disebut zona aman di Jalur Gaza. Sejak 7 Oktober 2023, tentara Israel menggunakan pengusiran paksa sebagai senjata terhadap warga Palestina melalui perintah evakuasi.
Israel berulang kali meminta warga Gaza untuk meninggalkan rumah mereka dengan membagikan peta baru dan menjatuhkan selebaran dari udara. Setelah perintah evakuasi dari otoritas Israel, perjalanan pengungsian dimulai di berbagai bagian Gaza dari utara ke selatan.
Rumah sakit, sekolah, dan kamp-kamp yang dijadikan tempat perlindungan bagi keluarga-keluarga yang mengungsi, terus-menerus menjadi target pengeboman Israel, serangan artileri, dan tembakan langsung dari tentara, meskipun berada di area yang dinyatakan aman.
Baca juga : Setahun Genosida Gaza, Boikot Produk Afiliasi Israel Digemakan
Menurut data PBB, sembilan dari setiap 10 orang yang tinggal di Gaza telah mengungsi akibat serangan Israel sejak 7 Oktober. Berdasarkan data yang sama, mayoritas warga Palestina di Gaza telah mengungsi setidaknya sekali setiap bulan.
Dengan demikian, warga Palestina mengalami Nakba kedua. Palestina menggunakan kata Nakba untuk merujuk pada peristiwa 1948, ketika milisi Zionis bersenjata memaksa ratusan ribu warga Palestina meninggalkan rumah dan desa mereka di bawah tekanan pengeboman dan pembantaian massal di tanah Palestina yang bersejarah. Ini mendorong mereka lebih jauh ke Jalur Gaza, Tepi Barat, dan negara-negara tetangga, sebagai bagian dari pembersihan etnis besar-besaran sebelum deklarasi kemerdekaan Israel.
Tentara Israel memberi tenggat waktu 24 jam kepada lebih dari satu juta orang di utara Jalur Gaza untuk meninggalkan rumah mereka dan pindah ke selatan Lembah Gaza. Di sini Israel melancarkan invasi penuh pada 27 Oktober 2023.
Baca juga : Ekspansi Israel Lewat Genosida di Gaza dan Tepi Barat
Pada tanggal yang sama, otoritas Israel memberi tahu penduduk Kota Gaza, "Demi keselamatan Anda dan keluarga Anda, pindahlah ke selatan." Ribuan warga Palestina yang tinggal di utara, yang telah menjadi sasaran serangan udara dan pendudukan darat Israel, dipaksa melarikan diri ke Rafah, Khan Younis, dan Deir al-Balah di Gaza bagian selatan dan tengah untuk mencari tempat aman.
Namun, tentara Israel membombardir warga sipil yang dipaksa mengungsi ke zona-zona yang disebut aman.
Tentara Israel, yang juga berada di gerbang kota Rafah di selatan, tempat pengungsi dari Gaza utara berlindung, menyebarkan selebaran di timur kota, meminta penduduk untuk meninggalkan rumah mereka dan pindah ke barat.
Baca juga : Pelapor Khusus PBB: Kejahatan Israel Tercatat, Rezim Harus Dihukum
Tentara Israel, yang menyatakan akan melakukan operasi militer di kota tersebut, menduduki Rafah, yang sebelumnya dinyatakan sebagai zona aman dan menjadi tempat perlindungan bagi sekitar 1,5 juta warga Palestina, pada 7 Mei.
Tentara Israel yang menargetkan warga Palestina yang mengungsi, menjatuhkan rudal dan bom pada warga sipil di Rafah, dan melakukan banyak pembantaian.
Pada 26 Mei, tentara Israel membombardir tenda-tenda pengungsi di Rafah. Setidaknya 45 warga Palestina, termasuk 23 perempuan, anak-anak, dan lansia tewas dalam serangan tersebut dan kebakaran yang terjadi, sementara 249 lain terluka.
Israel memaksa warga sipil yang mengungsi di Rafah setelah serangan darat pada 6 Mei untuk pindah ke al-Mawasi di barat Khan Younis. Ribuan pengungsi Palestina yang berlindung di Rafah memindahkan tenda mereka ke Khan Younis dan Deir al-Balah.
Pada Juli, tentara Israel melancarkan serangan intensif di wilayah timur Khan Younis, yang sebelumnya dinyatakan sebagai zona aman.
Pemerintah Gaza melaporkan pada 24 Juli bahwa 129 orang tewas, 416 orang terluka, dan 44 orang hilang dalam serangan di timur Khan Younis selama tiga hari berturut-turut.
Israel terus mengeluarkan perintah evakuasi di beberapa area al-Mawasi. Padahal hampir tidak ada lagi ruang untuk tenda karena aliran pengungsi yang terus berlanjut.
Ribuan warga Palestina yang tinggal di berbagai wilayah Jalur Gaza bergerak ke kota Deir al-Balah di Gaza tengah, setelah pengeboman di daerah perlindungan mereka dan peringatan evakuasi dari tentara Israel.
Pada Agustus, tentara Israel mengumumkan akan melancarkan serangan di timur Deir al-Balah, yang sebelumnya dinyatakan sebagai zona kemanusiaan, dan meminta warga Palestina di sana untuk mengungsi ke barat. Tentara Israel juga melancarkan beberapa serangan di Deir al-Balah, menewaskan banyak warga sipil dalam serangan yang menargetkan pasar.
Pada Juli, 31 warga Palestina tewas dan puluhan lain terluka ketika Israel membombardir rumah sakit darurat di Sekolah Haditha, tempat pengungsi berlindung, yang juga berada di dalam zona aman.
UNRWA (Badan PBB untuk Pengungsi Palestina) mengumumkan pada Agustus bahwa tidak ada tempat aman bagi warga Palestina untuk berlindung di Jalur Gaza. UNRWA juga melaporkan bahwa bahkan zona-zona kemanusiaan yang diklaim aman oleh Israel hanya mencakup 11% dari total wilayah Gaza. (Ant/Z-2)
KSrelief Arab Saudi resmikan dapur pusat di Gaza untuk sediakan 24.000 makanan harian selama Ramadan bagi pengungsi di Deir Al-Balah dan Al-Qarara.
Pasukan Indonesia akan dikerahkan ke Jalur Gaza mulai April 2026 sebagai bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional. Simak detail penempatannya di sini.
PM Israel Benjamin Netanyahu tegaskan rekonstruksi Gaza hanya berjalan jika Hamas melucuti senjata. Simak hasil pertemuan Board of Peace di Washington.
Menlu Sugiono tegaskan komitmen RI di Markas PBB New York. Dukung gencatan senjata Gaza & pastikan hak Palestina terjaga di Board of Peace (BoP).
Amerika Serikat akan mengalokasikan dana sebesar US$10 miliar untuk mendukung upaya rekonstruksi di Jalur Gaza melalui mekanisme Dewan Perdamaian.
Kepala UNDP Alexander De Croo memperingatkan pembersihan 61 juta ton reruntuhan Gaza butuh 7 tahun. Sekitar 90% warga hidup di kondisi ekstrem dan berbahaya.
Dunia Arab kerap dipersepsikan secara simplistis sebagai kawasan yang identik dengan konflik dan instabilitas.
Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas umat Islam sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang tengah berada dalam kondisi sulit.
Dalam konferensi pers di Barcelona, Spanyol bintang Thelma & Louise tersebut mengatakan bahwa ia kehilangan agensinya dan kesulitan mendapatkan proyek besar di industri hiburan
Baznas terus menyalurkan bantuan bagi masyarakat Gaza, Palestina yang tengah menjalankan ibadah puasa di tengah krisis kemanusiaan. Bantuan tersebut berupa 1.314 paket hidangan berbuka.
Pasukan Israel tahan Syekh Rani Abu Sbeih di Masjid Al-Aqsa. Di tengah pengetatan akses Jumat kedua Ramadan, 100.000 jemaah tetap padati kompleks suci tersebut.
KSrelief Arab Saudi resmikan dapur pusat di Gaza untuk sediakan 24.000 makanan harian selama Ramadan bagi pengungsi di Deir Al-Balah dan Al-Qarara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved