Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Israel Manfaatkan Perang Iran untuk Caplok Tepi Barat Palestina

Media Indonesia
18/3/2026 18:55
Israel Manfaatkan Perang Iran untuk Caplok Tepi Barat Palestina
Aktivis menentang pemukim ilegal Israel.(Al Jazeera)

PEMERINTAH Palestina mengeluarkan peringatan keras terkait manuver teranyar Israel di wilayah pendudukan. Menteri Luar Negeri Palestina, Varsen Aghabekian, mengungkapkan bahwa rezim Zionis secara sistematis memanfaatkan eskalasi konflik di Teluk Persia sebagai tabir asap untuk mengintensifkan perluasan permukiman ilegal di Tepi Barat.

Dalam taklimat kepada korps diplomatik di Palestina pada Selasa (17/3/2026), Menlu Aghabekian menegaskan bahwa perhatian komunitas internasional yang terpecah akibat perang besar di kawasan Teluk memberikan celah bagi Israel untuk memperkuat kontrol permanen atas tanah Palestina secara ilegal.

Taktik Pencaplokan di Tengah Krisis Teluk

Aghabekian menjelaskan bahwa langkah Israel saat ini bukan sekadar perluasan wilayah fisik secara sporadis. Rezim Zionis disebut tengah mempercepat upaya pencaplokan melalui langkah-langkah legislatif dan administratif yang strategis.

Strategi ini dinilai secara langsung merongrong upaya pencapaian solusi dua negara (two-state solution) dan secara nyata mengancam hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib mereka sendiri di masa depan.

Sejak serangan bersama AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026, eskalasi di Tepi Barat meningkat tajam dengan keterlibatan aktif kelompok pemukim ilegal.

Kekerasan Pemukim dan Pelanggaran Hak Beragama

Menlu Aghabekian melaporkan bahwa pemukim ilegal Israel melakukan serangan terencana setiap hari terhadap warga sipil Palestina. Aksi anarkis ini meliputi pembunuhan, serangan fisik, pembakaran rumah serta kendaraan, hingga pencurian sumber daya alam dan penghancuran lahan pertanian produktif.

"Hal tersebut dilakukan di bawah perlindungan langsung tentara Zionis Israel," tegas Aghabekian dalam pernyataannya yang dikutip dari Anadolu.

Selain kekerasan fisik, Palestina juga menyoroti pelanggaran terang-terangan terhadap hak beragama. Masjid Al-Aqsa dilaporkan mengalami penutupan sejak perang di Iran berkecamuk, yang dibarengi dengan pembatasan ketat bagi warga Muslim yang ingin menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan.

Data Korban dan Dampak Geopolitik

Berdasarkan data resmi pemerintah Palestina, eskalasi kekerasan di Tepi Barat telah memakan korban jiwa yang sangat besar. Berikut adalah statistik terkini:

Kategori Jumlah (Estimasi)
Warga Palestina Tewas 1.133 Orang
Warga Luka-luka 11.700 Orang
Warga Ditahan 22.000 Orang

Ketegangan di kawasan Teluk Persia sendiri mencapai puncaknya setelah serangan udara AS dan Israel pada akhir Februari lalu yang menewaskan tokoh-tokoh kunci di Iran. Balasan serangan drone dan rudal dari Iran tidak hanya menyasar target militer, tetapi juga berdampak pada stabilitas pasar global serta gangguan jalur penerbangan internasional.

Pemerintah Palestina kini mendesak komunitas internasional untuk segera mengambil langkah hukum konkret berdasarkan hukum internasional guna menghentikan pelanggaran sistematis ini dan melindungi hak-hak rakyat Palestina yang kian terhimpit di tengah konflik regional. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik