Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
LEBIH dari 80 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam rencana Israel untuk memperluas kendali atas wilayah Tepi Barat yang diduduki serta mengklaim sebagian besar tanah Palestina sebagai “tanah negara” Israel.
Kecaman tersebut disampaikan melalui pernyataan bersama yang diwakili oleh Duta Besar Palestina untuk PBB, Riyad Mansour.
“Kami dengan tegas mengecam keputusan dan langkah sepihak Israel yang bertujuan memperluas kehadiran ilegal Israel di Tepi Barat,” ujar Mansour pada Selasa (17/2) waktu setempat mewakili koalisi 85 negara anggota dan sejumlah organisasi internasional.
Pernyataan ini muncul setelah Israel memutuskan untuk menerapkan pendaftaran tanah di Area C Tepi Barat, kebijakan yang disebut sebagai yang pertama sejak 1967, tahun ketika Israel mulai menduduki wilayah Palestina.
Area C mencakup sekitar 60 persen wilayah Tepi Barat, menurut organisasi pemantau permukiman Peace Now. Wilayah ini selama ini berada di bawah kendali administratif dan keamanan Israel.
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres sebelumnya telah memperingatkan bahwa kebijakan pendaftaran tanah tersebut berpotensi menyebabkan “perampasan properti warga Palestina dan berisiko memperluas kendali Israel atas tanah di wilayah tersebut”.
Ia menilai proses tersebut dapat bersifat “destabilisasi” dan melanggar hukum internasional, merujuk pada putusan Mahkamah Internasional (ICJ) tahun 2024 yang menyatakan pendudukan Israel atas Tepi Barat dan Gaza adalah ilegal serta harus diakhiri.
Dalam putusannya, ICJ menyatakan bahwa “penyalahgunaan statusnya sebagai kekuatan pendudukan” menjadikan “kehadiran Israel di wilayah Palestina yang diduduki tidak sah”.
Pengadilan juga menegaskan, “Permukiman Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, serta rezim yang terkait dengannya, telah didirikan dan dipertahankan dengan melanggar hukum internasional.”
Menurut data ICJ, sekitar 465.000 pemukim Israel kini tinggal di Tepi Barat yang diduduki, tersebar di sekitar 300 permukiman dan pos terdepan yang dinilai ilegal berdasarkan hukum internasional.
Dalam perkembangan terpisah, kantor berita Palestina Wafa melaporkan seorang anak Palestina berusia 13 tahun tewas dan dua anak lainnya mengalami luka serius di wilayah Lembah Yordan bagian tengah Tepi Barat akibat amunisi yang dibuang oleh militer Israel. Kedua anak yang terluka, berusia 12 dan 14 tahun, saat ini menjalani perawatan di rumah sakit. (Aljazeera/P-4)
KORPS Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan peningkatan eskalasi militer besar-besaran dengan menyiapkan rudal berhulu ledak satu ton.
Garda Revolusi Iran (IRGC) bersumpah tidak akan berhenti menyerang pangkalan AS dan Israel sampai musuh dikalahkan total. Simak update situasi terbaru di sini.
SERANGAN udara Israel di Libanon menewaskan belasan orang di Beirut dan wilayah selatan, sementara Hizbullah bersama Iran melancarkan gelombang roket dan drone balasan ke wilayah Israel
Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, menegaskan Iran hanya mengincar kemenangan atas AS dan Israel. Ia menuntut ganti rugi serangan dan pencabutan sanksi ekonomi.
Indonesia bersama negara Arab dan Islam kecam keras penutupan Masjid Al-Aqsa oleh Israel. Larangan Tarawih & Itikaf pertama sejak 1967. Simak pernyataan resminya.
Analisis mendalam hubungan IRGC Iran dan Hizbullah di tahun 2026. Menelusuri sejarah, transfer teknologi militer, hingga transformasi Hizbullah di Timur Tengah.
Tim pencari fakta PBB melaporkan kondisi memprihatinkan warga sipil Iran yang terjepit di antara serangan udara AS-Israel dan represi pemerintah yang kian sistematis.
Iran menyatakan empat diplomat mereka tewas dalam serangan udara yang diluncurkan Israel ke sebuah hotel di Beirut, Libanon, pekan lalu.
Duta Besar Iran untuk PBB menuduh serangan udara AS dan Israel sengaja menargetkan area residensial. Ribuan bangunan hancur dan ancaman hujan asam mengintai.
Laporan terbaru PBB mengungkap keterlibatan langsung Vladimir Putin dalam deportasi ribuan anak Ukraina ke Rusia.
Menlu Iran Abbas Araqchi kecam Sekjen PBB karena lebih cemas pada ekonomi global daripada pembantaian warga sipil, termasuk 175 anak-anak di Kota Minab.
Tiga personel pasukan perdamaian PBB terluka setelah markas mereka di Libanon selatan dihantam serangan yang diduga dilancarkan Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved