Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Israel Tutup Masjid Al-Aqsa saat Idulfitri, Pertama Kali Sejak 1967

Dhika Kusuma Winata
20/3/2026 20:05
Israel Tutup Masjid Al-Aqsa saat Idulfitri, Pertama Kali Sejak 1967
Masjid Al-Aqsa(Doc minanews)

UNTUK pertama kalinya sejak 1967, Masjid Al-Aqsa di Yerusalem ditutup saat Idulfitri dan membuat jemaah terpaksa melaksanakan salat Id di luar area. Penutupan tersebut memicu kemarahan warga Palestina

Dilaporkan The Guardian, ratusan warga Palestina terlihat melaksanakan salat di sekitar Kota Tua pada Jumat (20/3) pagi eaktu setempat, setelah polisi Israel menutup akses menuju kompleks tersebut.

Penutupan dilakukan dengan dalih keamanan seiring meningkatnya ketegangan akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Sejak 28 Februari, otoritas Israel secara efektif membatasi akses ke Al-Aqsa bagi sebagian besar umat Muslim selama Ramadan. Ribuan warga Palestina akhirnya hanya bisa berkumpul dan beribadah di luar gerbang Kota Tua.

Namun, warga Palestina menilai langkah itu bukan sekadar kebijakan keamanan. Mereka menyebut penutupan tersebut bagian dari strategi lebih luas untuk memperketat kontrol atas kompleks Al-Aqsa yang juga dikenal sebagai Haram al-Sharif, termasuk Kubah Batu yang bersejarah.

“Saya khawatir ini menjadi preseden berbahaya. Mungkin ini yang pertama, tetapi bukan yang terakhir," kata Hazen Bulbul, warga setempat yang sejak kecil terbiasa merayakan akhir Ramadan di Al-Aqsa. 

Dalam beberapa bulan terakhir, ketegangan di kawasan meningkat. Penangkapan terhadap jemaah dan petugas keagamaan Palestina bertambah, disertai masuknya kelompok pemukim Israel ke kompleks tersebut. Polisi juga disebut menahan sejumlah orang bahkan saat waktu salat dan membatasi akses masuk.

Suasana Kota Tua yang biasanya ramai menjelang Idulfitri tampak lengang. Banyak toko milik warga Palestina tidak diizinkan buka, kecuali apotek dan penjual kebutuhan pokok. Para pedagang mengaku mengalami tekanan ekonomi berat akibat pembatasan tersebut.

Khatib Al-Aqsa, Sheikh Ekrima Sabri, menyerukan umat Muslim untuk melaksanakan salat Idulfitri di titik terdekat dari masjid. Di tengah penjagaan ketat dan pemeriksaan oleh aparat kekhawatiran bentrokan dengan polisi pun meningkat.

Penutupan itu menuai kecaman luas dari dunia internasional. Liga Arab menyebutnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional yang berpotensi memicu ketegangan lebih luas.

Kecaman juga datang dari Organisasi Kerja Sama Islam, Liga Arab, dan Komisi Uni Afrika. Dalam pernyataan bersama, mereka menilai penutupan tersebut melanggar status historis dan hukum tempat suci di Yerusalem serta mencederai kebebasan beribadah.

“Langkah ini merupakan pelanggaran serius terhadap hak keagamaan dan warisan umat Islam, serta memicu kemarahan umat Muslim di seluruh dunia,” demikian pernyataan mereka.

Direktur unit media kantor presiden Universitas Al-Quds, Khalil Assali, menyebut penutupan itu sebagai bencana bagi rakyat Palestina. Ia juga menuduh aparat Israel mengusir warga yang mencoba salat di sekitar lokasi. (Dhk)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik