Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKISTAN mengutuk keras pembunuhan pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, oleh Israel dan menyebutnya sebagai tindakan ceroboh yang memicu eskalasi di kawasan yang sudah bergolak.
"Pakistan mengutuk keras meningkatnya petualangan Israel di Timur Tengah. Serangan membabi buta terhadap penduduk sipil dan pengabaian hukum internasional kian mengkhawatirkan," kata Kementerian Luar Negeri Pakistan dalam suatu pernyataan pada Minggu (29/9).
Kementerian itu mengecam Israel atas pelanggaran yang tak dapat diterima terhadap kedaulatan Libanon. Pasukan Israel terus menerus menargetkan wilayah sipil, mengganggu stabilitas Libanon, dan merusak keamanan negara itu.
Baca juga : Israel Vs Hizbullah, AS Kirim Pasukan Tambahan ke Timur Tengah
"Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban agresi Israel dan kepada rakyat Libanon," kata Kemenlu Pakistan. Ia menegaskan kembali solidaritas Pakistan dengan Libanon.
Pakistan juga mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan guna menghentikan aksi Israel dan menuntut tanggung jawab atas pelanggaran hukum internasional yang dilakukan negara Zionis itu demi perdamaian di Timur Tengah.
Israel melancarkan serangan udara besar-besaran di Libanon awal pekan ini yang menewaskan ratusan orang dan memaksa ribuan orang mengungsi. Ketegangan semakin meningkat setelah Nasrallah dan sejumlah komandan Hizbullah lainnya tewas di Beirut pada Jumat (27/9).
Pengeboman oleh Israel di beberapa kawasan ibu kota Libanon itu terus berlanjut hingga keesokan hari. (Ant/Z-2)
Israel mengatakan pihaknya tidak menargetkan tentara Libanon karena pertempuran mereka bukan dengan mereka, melainkan dengan Hizbullah.
Israel pertimbangkan mobilisasi 450 ribu pasukan cadangan untuk menghadapi eskalasi konflik dengan Libanon, termasuk opsi operasi darat.
SERANGAN roket menghantam Israel pada Senin (16/3). Delapan orang dilaporkan terluka. Serangan tersebut disebut diluncurkan oleh Hizbullah dari Libanon serta oleh Iran.
Israel meluncurkan gelombang serangan udara baru ke Beirut dan wilayah selatan Lebanon. Lebih dari satu juta orang dilaporkan mengungsi dalam dua minggu terakhir.
Pasukan Zionis kemudian melakukan serangan ke sejumlah titik di Libanon, antara lain Beirut selatan serta wilayah Libanon selatan dan timur.
Konflik memuncak! Iran dan Hizbullah luncurkan gelombang rudal ke Israel.
Panglima militer Uganda Muhoozi Kainerugaba ancam akan terjun ke perang Iran demi membela Israel jika terdesak. Hubungan kedua negara semakin erat pasca-insiden Entebbe.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu umumkan perluasan zona keamanan di Libanon Selatan hingga Sungai Litani. Langkah ini memicu kekhawatiran pendudukan jangka panjang.
ORGANISASI kemanusiaan Oxfam menilai Israel menerapkan pola operasi militer yang serupa dengan yang sebelumnya dilakukan di Gaza. Kini Israel menyerang wilayah selatan Libanon.
Menlu Oman Badr al-Busaidi tegaskan Iran tidak bertanggung jawab atas perang yang dimulai AS-Israel. Oman desak diplomasi demi keamanan Selat Hormuz.
Iran menyerukan pembentukan aliansi militer Timur Tengah berbasis Al Quran tanpa keterlibatan Amerika Serikat dan Israel.
Militer Israel tega menyiksa balita 1 tahun, Karim Abu Nassar, dengan sundutan rokok selama 10 jam di Gaza untuk paksa pengakuan ayahnya. Pelanggaran HAM berat!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved