Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBERONTAK Huthi di Yaman yang didukung Iran mengatakan pada Senin (6/11) bahwa mereka telah melancarkan serangan pesawat tak berawak baru terhadap Israel. Mereka meningkatkan serangan yang mengganggu selama perang Israel dengan Hamas.
Kelompok Huthi, yang mengklaim sebagian besar wilayah negara miskin di selatan Semenanjung Arab tersebut, menegaskan bahwa serangan terbaru tersebut telah menghentikan sementara aktivitas di pangkalan militer dan bandara Israel.
Pihak berwenang Israel tidak segera mengonfirmasi serangan tersebut. Ini merupakan serangan terbaru dari serangkaian peluncuran drone Huthi dalam beberapa hari terakhir.
Baca juga: Hamas Sebut Luncurkan 16 Roket dari Libanon ke Israel
Juru bicara militer Huthi Yahya Saree mengatakan di X, sebelumnya Twitter, "Angkatan bersenjata Yaman meluncurkan sejumlah drone selama beberapa jam terakhir ke berbagai sasaran sensitif musuh Israel di wilayah pendudukan." Akibat operasi tersebut, aktivitas di pangkalan dan bandara yang menjadi sasaran terhenti selama beberapa jam.
Pekan lalu, kelompok Huthi mengklaim melakukan serangan pesawat tak berawak dan mengatakan mereka telah melakukan tiga serangan dengan pesawat tak berawak dan rudal balistik. Mereka mengatakan bahwa mereka bertindak sebagai bagian dari poros perlawanan terhadap Israel, yang mencakup kelompok-kelompok yang didukung Iran di Libanon, Suriah, dan Irak.
Baca juga: Kamp Pengungsi Gaza Lahir pada Masa Perang Arab-Israel Pertama
Pasukan Huthi, "Terus melakukan operasi militer yang lebih kualitatif untuk mendukung rakyat Palestina sampai agresi brutal Israel terhadap saudara-saudara kita di Gaza berhenti," tulis Saree pada Senin.
Sejak konflik dimulai, telah terjadi serangkaian serangan terhadap pasukan AS di Irak dan Suriah serta baku tembak hampir setiap hari di perbatasan Israel-Libanon antara Hizbullah dan tentara Israel. (AFP/Z-2)
Setidaknya 10 negara dalam operasi yang berkisar dari serangan pesawat tak berawak hingga invasi, seringkali beberapa kali dalam satu tahun.
TUJUH pejuang separatis tewas dalam serangan udara pada Jumat (2/1) ketika koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman membalas serangan yang gencar dilakukan Dewan Transisi Selatan (STC).
HADRAMAUT merupakan provinsi terluas di Yaman, sekitar sepertiga wilayah negara, sekaligus yang paling makmur. Di sana tersimpan sebagian besar cadangan minyak Yaman.
Di tengah perang berkepanjangan konflik Yaman melawan kelompok Houthi yang didukung Iran sejak 2014, kini muncul pertarungan internal antarfaksi bersenjata.
KELOMPOK separatis di Yaman menegaskan tidak akan menarik pasukan dari wilayah yang telah mereka kuasai meski mendapat tekanan dari pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.
Saudi menyatakan penyesalannya atas tekanan UEA terhadap pasukan Dewan Transisi Selatan untuk melakukan operasi militer di perbatasan selatan.
KOMITE penting di parlemen Iran menyetujui rencana penerapan tarif tol bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz. Ini menurut laporan media lokal pada Selasa (31/3).
Jangan-jangan, Trump sedang mencari cara mengakhiri perang tanpa dicap salah kalkulasi dan kalah perang?
PEJABAT Pemerintah Spanyol menolak permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan wilayah udaranya bagi penerbangan terkait dengan perang yang melibatkan Iran.
MILITER Amerika Serikat tengah menyiapkan skenario operasi darat di Iran yang berpotensi berlangsung selama beberapa pekan. Namun masih menunggu keputusan Presiden AS Donald Trump.
Presiden AS Donald Trump menyatakan negosiasi dengan Iran menunjukkan kemajuan, tetapi memperingatkan akan menghancurkan infrastruktur energi Iran jika pembicaraan gagal.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mempertanyakan nilai strategis NATO bagi AS jika dukungan logistik, seperti akses pangkalan, justru dihambat saat dibutuhkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved