Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBERONTAK Huthi di Yaman yang didukung Iran mengatakan pada Senin (6/11) bahwa mereka telah melancarkan serangan pesawat tak berawak baru terhadap Israel. Mereka meningkatkan serangan yang mengganggu selama perang Israel dengan Hamas.
Kelompok Huthi, yang mengklaim sebagian besar wilayah negara miskin di selatan Semenanjung Arab tersebut, menegaskan bahwa serangan terbaru tersebut telah menghentikan sementara aktivitas di pangkalan militer dan bandara Israel.
Pihak berwenang Israel tidak segera mengonfirmasi serangan tersebut. Ini merupakan serangan terbaru dari serangkaian peluncuran drone Huthi dalam beberapa hari terakhir.
Baca juga: Hamas Sebut Luncurkan 16 Roket dari Libanon ke Israel
Juru bicara militer Huthi Yahya Saree mengatakan di X, sebelumnya Twitter, "Angkatan bersenjata Yaman meluncurkan sejumlah drone selama beberapa jam terakhir ke berbagai sasaran sensitif musuh Israel di wilayah pendudukan." Akibat operasi tersebut, aktivitas di pangkalan dan bandara yang menjadi sasaran terhenti selama beberapa jam.
Pekan lalu, kelompok Huthi mengklaim melakukan serangan pesawat tak berawak dan mengatakan mereka telah melakukan tiga serangan dengan pesawat tak berawak dan rudal balistik. Mereka mengatakan bahwa mereka bertindak sebagai bagian dari poros perlawanan terhadap Israel, yang mencakup kelompok-kelompok yang didukung Iran di Libanon, Suriah, dan Irak.
Baca juga: Kamp Pengungsi Gaza Lahir pada Masa Perang Arab-Israel Pertama
Pasukan Huthi, "Terus melakukan operasi militer yang lebih kualitatif untuk mendukung rakyat Palestina sampai agresi brutal Israel terhadap saudara-saudara kita di Gaza berhenti," tulis Saree pada Senin.
Sejak konflik dimulai, telah terjadi serangkaian serangan terhadap pasukan AS di Irak dan Suriah serta baku tembak hampir setiap hari di perbatasan Israel-Libanon antara Hizbullah dan tentara Israel. (AFP/Z-2)
TUJUH pejuang separatis tewas dalam serangan udara pada Jumat (2/1) ketika koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman membalas serangan yang gencar dilakukan Dewan Transisi Selatan (STC).
HADRAMAUT merupakan provinsi terluas di Yaman, sekitar sepertiga wilayah negara, sekaligus yang paling makmur. Di sana tersimpan sebagian besar cadangan minyak Yaman.
Di tengah perang berkepanjangan konflik Yaman melawan kelompok Houthi yang didukung Iran sejak 2014, kini muncul pertarungan internal antarfaksi bersenjata.
KELOMPOK separatis di Yaman menegaskan tidak akan menarik pasukan dari wilayah yang telah mereka kuasai meski mendapat tekanan dari pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi.
Saudi menyatakan penyesalannya atas tekanan UEA terhadap pasukan Dewan Transisi Selatan untuk melakukan operasi militer di perbatasan selatan.
MILITER Arab Saudi menyatakan bahwa angkatan udaranya menargetkan pengiriman senjata yang tiba di kota pelabuhan Yaman dari Uni Emirat Arab (UEA).
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Teheran tak akan tunduk pada tuntutan berlebihan AS terkait program nuklir, di tengah negosiasi dan meningkatnya ketegangan kawasan.
Iran peringati 47 tahun Revolusi Islam 1979. Presiden Pezeshkian tegaskan menolak agresi AS, namun tetap siap dialog dan verifikasi program nuklir damai.
Presiden Donald Trump menyatakan Iran ingin membuat kesepakatan nuklir baru. Ia memperingatkan Teheran akan "bodoh" jika menolak tawaran tersebut.
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved