Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Koalisi Saudi Serang Kelompok Didukung UEA di Yaman, Tujuh Tewas

Wisnu Arto Subari
02/1/2026 21:15
Koalisi Saudi Serang Kelompok Didukung UEA di Yaman, Tujuh Tewas
Koalisi pimpinan Saudi.(Al Jazeera)

TUJUH pejuang separatis tewas dalam serangan udara pada Jumat (2/1) ketika koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman membalas serangan yang gencar dilakukan Dewan Transisi Selatan (STC). Dewan yang didukung UEA itu mengancam akan berkembang menjadi konfrontasi besar.

Kematian tersebut menjadi yang pertama akibat tembakan koalisi sejak STC yang separatis merebut sebagian besar wilayah provinsi Hadramaut dan Mahra bulan lalu.

Arab Saudi dan UEA selama bertahun-tahun mendukung faksi-faksi yang bersaing di wilayah Yaman yang dikelola pemerintah. Akan tetapi, serangan STC telah membuat Riyadh marah dan membuat kekuatan Teluk yang kaya minyak itu berselisih.

Kepala STC di Wadi Hadramaut dan Gurun Hadramaut, Mohammed Abdulmalik, mengatakan tujuh serangan udara menghantam kamp Al-Khasah, menewaskan tujuh orang dan melukai lebih dari 20 orang. Serangan lebih lanjut menargetkan lokasi lain di wilayah yang sama.

Serangan udara terjadi tak lama setelah pasukan pro-Saudi melancarkan kampanye untuk mengambil alih kendali situs militer di Hadramawt secara damai.

"Operasi ini bukanlah deklarasi perang atau upaya meningkatkan ketegangan," kata Gubernur Hadramawt, Salem Al-Khanbashi, yang juga pemimpin pasukan yang didukung Saudi di provinsi tersebut, seperti dikutip oleh kantor berita Saba Net.

"Operasi ini tidak menargetkan kelompok politik atau sosial mana pun," katanya. Ia menambahkan bahwa operasi ini bertujuan menyerahkan situs militer secara damai dan sistematis.

Sumber-sumber Saudi mengonfirmasi bahwa serangan tersebut dilakukan oleh koalisi pimpinan Saudi yang dibentuk pada 2015 untuk melawan pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman utara.

Seorang sumber yang dekat dengan militer Saudi memperingatkan, "Ini tidak akan berhenti sampai Dewan Transisi Selatan (STC) menarik diri dari dua provinsi tersebut." 

Faksi yang bersaing

STC merebut sebagian besar Hadramaut, yang berbatasan dengan Saudi, dan Mahra bulan lalu.

Riyadh dan Abu Dhabi adalah kekuatan yang bersaing di wilayah yang dikelola pemerintah Yaman.

Kekuatan-kekuatan Teluk yang kaya membentuk tulang punggung koalisi militer yang bertujuan menggusur Houthi yang didukung Iran. Houthi memaksa pemerintah keluar dari ibu kota Sanaa pada 2014 dan merebut wilayah-wilayah terpadat di Yaman.

Namun setelah perang saudara yang brutal selama satu dekade, Houthi tetap berkuasa dan Saudi serta Emirat mendukung faksi-faksi yang berbeda di wilayah pemerintah.

Amr Al Bidh, perwakilan urusan luar negeri untuk STC, menegaskan bahwa Arab Saudi tidak memiliki niat untuk menjaga operasi kontra-pemerintahnya tetap damai.

"Arab Saudi dengan sengaja menyesatkan komunitas internasional dengan mengumumkan operasi damai yang sebenarnya tidak pernah mereka niatkan untuk tetap damai," tulisnya di X. "Hal ini dibuktikan dengan fakta bahwa mereka melancarkan tujuh serangan udara beberapa menit kemudian."

Arab Saudi telah berulang kali mendesak STC untuk menarik diri dari wilayah yang baru saja ditaklukkan.

Setelah koalisi pimpinan Saudi mengebom pengiriman senjata yang diduga milik Uni Emirat Arab pada Selasa, Kementerian Pertahanan UEA mengatakan akan menarik pasukan yang tersisa di Yaman. 

Penerbangan dihentikan

Pemerintah Yaman terdiri dari koalisi kelompok yang terpecah-pecah, termasuk SCT, yang bersatu karena penentangan mereka terhadap pemberontak Houthi.

Kemajuan STC meningkatkan kemungkinan bahwa Yaman Selatan, negara terpisah dari 1967 hingga 1990, mungkin akan mendeklarasikan kemerdekaan, sekaligus memberikan pukulan telak pada perundingan perdamaian yang berjalan lambat dengan Houthi.

Pada Jumat, duta besar Saudi untuk Yaman, Mohammed AlJabir, mengatakan bahwa SCT telah menghalangi delegasi Saudi untuk mendarat di bandara Aden. Ia menuduh kelompok tersebut bersikap keras kepala.

Pada Kamis, kementerian transportasi Yaman yang dikendalikan STC mengecam tuntutan Saudi agar semua pesawat ke dan dari UEA berhenti di Arab Saudi untuk pemeriksaan keamanan.

Menurut Flightradar, tidak ada pesawat yang lepas landas atau mendarat di bandara Aden selama lebih dari  24 jam, meskipun kementerian tidak secara resmi mengumumkan penutupannya. (AFP/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya