Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH keluarga, termasuk tiga anak, tewas akibat serangan udara Israel di Libanon, Minggu (5/11). Seorang warga Israel juga tewas dalam serangan balasan yang dilancarkan kelompok bersenjata Libanon, Hizbullah.
Pejuang Hizbullah bentrok dengan militer Israel selama sebulan di sepanjang perbatasan dalam rangka membantu Hamas. Meskipun sebagian besar bentrokan masih dapat diatasi, intensitasnya meningkat ketika Israel melakukan serangan darat di Jalur Gaza melawan sekutu Hizbullah, Hamas.
Kematian warga sipil di Libanon dikonfirmasi oleh pejabat pertahanan sipil setempat dan media pemerintah Libanon.
Baca juga: AS Kirim Kapal Selam Nuklir ke Timur Tengah
Juru bicara militer Israel Avichay Adraee juga mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa seorang warga Israel tewas dalam serangan balasan oleh Hizbullah.
Dia tidak merinci apakah orang tersebut warga sipil atau tentara. Hizbullah, sebuah kelompok Syiah pro-Iran, mengatakan pihaknya menembakkan beberapa roket Grad ke Kota Kiryat Shmona di Israel utara setelah serangan Israel, dengan mengatakan hal itu sebagai tanggapan terhadap kejahatan keji dan brutal Negeri Zionis.
Anggota parlemen Hizbullah Hassan Fadlallah mengatakan Israel akan membayar akibat atas kejahatannya terhadap warga sipil. Juru Bicara Militer Israel Daniel Hagari tidak meminta maaf atas serangan terhadap keluarga Libanon itu.
Baca juga: Hamas Sebut Israel Mengebomi Wilayah Sekitar Rumah Sakit di Jalur Gaza
“Mengenai Libanon, kami menyerang berdasarkan informasi intelijen dan kami akan terus menyerang. Itu adalah misi kami. Siapapun yang mengancam kami akan kami serang mereka,” kata Hagari.
Ia menambahkan Israel mengkaji setiap peristiwa yang terjadi di Libanon.
Samir Ayoub, seorang jurnalis Libanon yang berada di dalam mobil di depan korban yang ditabrak, mengatakan bahwa tiga gadis yang terbunuh adalah anak-anak dari saudara perempuannya dan wanita tersebut adalah nenek mereka.
“Tidak ada laki-laki di dalam mobil yang tertabrak ada tiga anak kecil yang tidak bersalah bersama nenek dan ibu mereka,” katanya.
Menurut dia, tiga anak terbakar di dalam mobil dan tidak ada yang bisa menyelamatkan mereka.
"Dan saya menarik keluar ibu mereka sambil berteriak, 'Anak-anakku!' Dimana terorisnya? Warga Israel, Andalah terorisnya,” tegasnya.
Meskipun bentrokan antara pasukan Israel dan pejuang Hizbullah sebagian besar masih terjadi di daerah dekat perbatasan, intensitasnya semakin meningkat ketika Israel melanjutkan serangan daratnya ke Gaza.
Terdapat spekulasi bahwa konflik pada akhirnya akan meningkat menjadi perang besar-besaran. Namun dalam pidato yang sangat dinanti-nantikan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah menghindari pernyataan semacam itu.
Kantor Berita Nasional Libanon melaporkan dua mobil sipil yang membawa anggota keluarga yang sama salah satunya adalah jurnalis lokal sedang melaju antara Kota Ainata dan Aitaroun ketika terkena serangan udara Israel.
Salah satu mobil langsung terbakar, kata laporan itu. Tiga anak yang tewas berusia 10,12 dan 14 tahun. Ibu mereka terluka parah. Ali Safieddine, kepala pertahanan sipil di distrik Tire di Libanon selatan, membenarkan seorang perempuan dan tiga anak tewas.
Libanon akan mengajukan pengaduan ke PBB atas pembunuhan warga sipil, kata Menteri Luar Negeri Abdallah Bou Habib. Dia mengatakan Libanon sedang mengumpulkan informasi dan gambar dan kemungkinan akan menyampaikan keluhannya.
Dilaporkan dari Naqoura di Libanon selatan, Ali Hashem dari Al Jazeera mengatakan tampaknya Libanon dan Israel menaiki tangga eskalasi secara bertahap.
“Ini pertama kalinya Hizbullah mengklaim secara langsung bahwa mereka telah meluncurkan roket ke arah Israel sejak awal konflik. Artinya akan ada reaksi Israel,” tambahnya.
Sebelumnya pejabat lokal Libanon mengatakan sebuah pesawat tak berawak Israel menyerang di dekat dua ambulans dalam perjalanan untuk menjemput korban dari serangan semalam di Libanon selatan, melukai empat paramedis.
Tentara Israel mengatakan, dalam sebuah pernyataan, bahwa mereka telah melancarkan serangan terhadap sel teroris yang berusaha menembakkan rudal ke Israel dari daerah Ras Naqoura di Libanon selatan dan tidak dengan sengaja menargetkan kendaraan tersebut.
Hizbullah mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah menargetkan kendaraan militer Israel di seberang perbatasan dari kota Blida di Libanon dengan peluru kendali, membunuh dan melukai anggota awaknya.
Kematian seorang perempuan dan tiga anak menambah jumlah warga sipil yang tewas di pihak Libanon dalam bentrokan perbatasan menjadi 14 orang, sementara setidaknya satu warga sipil Israel tewas.
Para pejabat Hizbullah telah memperingatkan bahwa jika Israel membunuh warga sipil Libanon, hal itu akan dianggap sebagai pelanggaran aturan keterlibatan dan akan membalas dengan menyerang sasaran sipil. (Aljazeera/Z-1)
PM Spanyol Pedro Sanchez tegaskan tidak akan terlibat serangan ke Iran dan melarang penggunaan pangkalan militer oleh AS meski diancam embargo perdagangan oleh Trump.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth selidiki serangan udara di Sekolah Shajareh Tayyebeh, Iran yang tewaskan 168 siswi. Iran tuduh AS-Israel sebagai pelaku.
Pejabat Iran klaim Mossad dalangi serangan drone ke kilang minyak Ras Tanura Saudi untuk memicu perang regional. Simak rincian tuduhan Teheran di sini.
Iran ancam serang situs nuklir Dimona Israel jika AS-Israel upayakan gulingkan rezim. Korban tewas capai 1.045 jiwa di tengah pantauan IAEA pada situs Isfahan.
Seiring berlanjutnya perang, kemungkinan besar akan terjadi beberapa perbedaan antara hak prerogatif Israel dan Amerika.
Wang mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan bin Abdullah bahwa ia menghargai sikap menahan diri Riyadh.
Hizbullah mengatakan serangan itu dilakukan sebagai tanggapan terhadap agresi kriminal Israel yang menargetkan puluhan kota dan permukiman di Libanon, termasuk pinggiran selatan Beirut.
Suriah kerahkan ribuan tentara dan roket ke perbatasan Libanon demi cegah penyelundupan senjata serta infiltrasi milisi di tengah eskalasi konflik Israel-Hizbullah.
Rosatom mengatakan telah mengevakuasi hampir 100 orang dari Iran.
PBB menyampaikan kekhawatiran atas meningkatnya aktivitas militer di Libanon di tengah eskalasi konflik Timur Tengah antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.
AS instruksikan warga dan personel misi berlindung di Irak akibat ancaman milisi pro-Iran. Ketegangan meningkat di Libanon, Israel serang target Hizbullah di Beirut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved