Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA menteri luar negeri Uni Eropa, pada Selasa, akan memberlakukan sanksi terhadap Rusia atas pengakuannya atas wilayah separatis di Ukraina dan pengerahan pasukan lebih lanjut di wilayah tetangganya.
"Tentu saja tanggapan kami akan berupa sanksi, yang sejauh mana para menteri akan memutuskan, saya yakin akan ada keputusan bulat yang diperlukan untuk tindakan tersebut," kata Kepala Kebijakan Luar Negeri blok tersebu Josep Borrell kepada wartawan di Paris.
Dia menambahkan bahwa teks dari langkah-langkah yang mungkin sedang disiapkan pada pagi hari ketika para menteri menghadiri forum dengan negara-negara Indo-Pasifik di ibu kota Prancis. Keputusan itu sendiri, katanya, akan ada sore ini pada pertemuan darurat.
Borrell tidak akan menjelaskan rincian sanksi tersebut, yang diperkirakan akan jatuh pada hari yang sama dengan tindakan hukuman oleh AS dan Inggris.
Baca juga: Moskow Sebut Masih Siap Berdialog Soal Ukraina dengan Menlu AS
Washington telah melarang orang AS melakukan transaksi keuangan dengan wilayah yang memisahkan diri di Ukraina timur yang kemerdekaannya diakui oleh Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin malam.
Tak lama setelah pengumuman itu, Putin memerintahkan pasukan ke dua wilayah itu sebagai bagian dari operasi penjaga perdamaian. "Pasukan Rusia telah memasuki Donbas, kami menganggap Donbas bagian dari Ukraina," kata Borrell pada Selasa.
Tetapi UE bergabung dengan AS yang menahan untuk menggambarkan pengerahan itu sebagai invasi yang akan memicu sanksi paling keras yang diancam oleh negara-negara Barat dalam beberapa bulan terakhir.
"Saya tidak akan mengatakan bahwa itu adalah invasi penuh, tetapi pasukan Rusia berada di tanah Ukraina," tambah Borrell. (AFP/OL-4)
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Rusia kembali serang Kyiv, ibu kota Ukraina, dengan drone pada 5 Februari 2026. Dua warga luka, gedung TK dan perkantoran rusak di tengah kelanjutan perundingan damai di Abu Dhabi.
Sebelumnya, FIFA dan UEFA telah membekukan keanggotaan Rusia dari seluruh kompetisi internasional sejak Februari 2022, sesaat setelah invasi skala penuh ke Ukraina dimulai.
KEPALA Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev, pada Selasa (27/1), mengatakan bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Donbas dapat mendorong perdamaian di Ukraina.
Uni Eropa mengusulkan sanksi baru terhadap Rusia dengan menargetkan pelabuhan di negara ketiga, termasuk Pelabuhan Karimun di Indonesia, dalam paket sanksi ke-20.
Selain penetapan status teroris bagi IRGC, Uni Eropa juga memperluas daftar sanksi individu. Sebanyak 15 pejabat dari sektor keamanan dan peradilan Iran secara resmi masuk dalam daftar hitam.
PARA menteri luar negeri Uni Eropa untuk pertama kali dalam pertemuan pada Kamis (29/1) menyebut Amerika Serikat sebagai ancaman bagi benua tersebut.
Kremlin sebut Uni Eropa inkompeten dan tolak dialog dengan Kaja Kallas terkait perang Ukraina. Moskow pilih jalur komunikasi langsung dengan AS tanpa melibatkan UE.
Presiden Zelenskyy menyatakan dokumen jaminan keamanan AS-Ukraina siap diteken usai pertemuan trilateral di Abu Dhabi. Isu teritorial masih jadi ganjalan utama.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved