Headline

Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.

Jerman Tolak Kirim Militer ke Selat Hormuz, Fokus Jalur Diplomasi dengan Iran

Haufan Hasyim Salengke
16/3/2026 15:50
Jerman Tolak Kirim Militer ke Selat Hormuz, Fokus Jalur Diplomasi dengan Iran
Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul memberikan pidato di Berlin, Jerman, pada 5 Maret 2026.(Halil Sağırkaya/Anadolu Agency)

PEMERINTAH Jerman secara resmi menyatakan tidak akan berpartisipasi dalam misi militer internasional untuk mengawal kapal dagang di Selat Hormuz. Sikap ini mempertegas posisi Berlin yang enggan terseret lebih jauh ke dalam konfrontasi bersenjata antara Amerika Serikat-Israel dan Iran yang kini tengah memanas.

Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, menegaskan bahwa Kanselir Friedrich Merz dan Menteri Pertahanan Boris Pistorius telah menyepakati posisi yang sangat jelas untuk tidak menjadi bagian aktif dari konflik tersebut. "Kami tidak akan ambil bagian dalam konflik ini," ujar Wadephul kepada lembaga penyiaran publik ARD, Minggu (15/3).

Wadephul menilai bahwa eskalasi saat ini memiliki tujuan spesifik untuk menghancurkan kapabilitas militer Iran, terutama program nuklir dan rudalnya. Ketimbang pengerahan kekuatan tempur, Jerman lebih memilih menunggu momentum diplomatik pasca-operasi militer tersebut berakhir untuk memfasilitasi negosiasi.

Skeptisisme Terhadap Operasi Militer

Terkait wacana perluasan Operasi Aspides--misi Uni Eropa yang sebelumnya fokus di Laut Merah--ke Selat Hormuz, Wadephul menyatakan keraguannya. Ia menilai operasi tersebut belum terbukti efektif memberikan keamanan yang signifikan.

"Keamanan di Selat Hormuz hanya akan tercapai jika ada solusi yang dinegosiasikan, dan jika kita kemudian juga membahasnya dengan pihak Iran," tambahnya.

Pernyataan ini muncul menjelang pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels pada Senin (16/3/2026). Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump terus mengeklaim adanya dukungan militer dari berbagai negara yang tidak disebutkan namanya untuk membuka kembali jalur pelayaran vital tersebut, di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat terhentinya lalu lintas kapal. (Anadolu/Middle East Monitor/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya