Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA pemimpin Kristen di Tanah Suci telah memperingatkan bahwa komunitas mereka berada di bawah ancaman pengusiran dari wilayah tersebut oleh kelompok-kelompok radikal Israel. Mereka menyerukan dialog untuk melindungi kehadiran mereka di tempat tersebut.
Fr. Francesco Patton, Penjaga Tanah Suci Gereja Katolik dan penjaga tempat-tempat suci Kristen di Tanah Suci, menulis dalam opini yang diterbitkan Sabtu oleh Daily Telegraph dari Inggris. Ia menulis, "Kehadiran kami berbahaya dan masa depan kami dalam bahaya."
Pekan lalu, para patriark dan kepala gereja di Jerusalem mengeluarkan pernyataan bersama yang juga memperingatkan bahaya yang ditimbulkan oleh kelompok radikal yang mereka katakan bertujuan mengurangi kehadiran umat Kristen. Patton menulis bahwa dalam beberapa tahun terakhir, kehidupan banyak orang Kristen telah dibuat tak tertahankan oleh kelompok-kelompok lokal radikal dengan ideologi ekstremis. "Tampaknya tujuan mereka membebaskan Kota Tua Jerusalem dari kehadiran Kristen, bahkan kawasan Kristen," katanya sebagaimana dilansir The Times of Israel.
Baca juga: HRW: Konflik Israel-Palestina Isu HAM Terbanyak Dibaca 2021
Tempat-tempat suci, termasuk gereja-gereja, telah dinodai dan dirusak. Penyerangan pun telah dilakukan terhadap para imam, biarawan, dan pengikut. "Kelompok radikal ini tidak mewakili pemerintah atau rakyat Israel. Tetapi seperti halnya faksi ekstremis mana pun, minoritas radikal dapat dengan mudah membebani kehidupan banyak orang, terutama jika aktivitas mereka tidak terkendali dan kejahatan mereka tidak dihukum," ujar Patton.
Patton menulis bahwa sementara orang Kristen pernah menjadi 20% dari populasi Jerusalem, kini mereka kurang dari 2%. Dia mengeluarkan seruan kepada dunia untuk dukungan agar semua pihak dapat terus melestarikan keragaman yang kaya di Tanah Suci ini.
Lebih banyak peringatan datang dari Uskup Agung Inggris Canterbury Justin Welby dalam artikel yang ditulis bersama dengan Uskup Agung Anglikan Jerusalem, Hosam Naoum, yang diterbitkan Sunday Times, Inggris. Mereka mengatakan artikel itu didorong oleh pernyataan minggu lalu dari gereja-gereja Jerusalem, yang Welby, dalam suatu tweet, menyebut, "Pernyataan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari para leluhur dan Kepala Gereja di Jerusalem tentang masa depan orang Kristen di Tanah Suci."
Dalam artikel mereka, Welby dan Naoum menulis bahwa ada upaya bersama untuk mengintimidasi dan mengusir orang Kristen. Para uskup agung mengatakan bahwa peningkatan komunitas pemukim Israel ditambah dengan pembatasan pergerakan yang ditimbulkan oleh penghalang keamanan yang dibangun Israel untuk menghadang serangan teror dari Tepi Barat, telah memperdalam isolasi desa-desa Kristen. Akibatnya, keduanya menulis, ada aliran tetap orang Kristen Palestina meninggalkan Tanah Suci untuk mencari kehidupan dan mata pencaharian di tempat lain.
Baca juga: Israel Serobot Tanah Palestina untuk Bikin Jalan Khusus Pemukim
Artikel uskup agung itu menuai protes dari Dewan Deputi Yahudi Inggris, yang berfokus pada beberapa pernyataan yang mereka buat tentang apa yang menyebabkan memudarnya kehadiran Kristen di Israel.
Presiden Dewan Yahudi Inggris Marie van der Zyl menulis surat kepada Welby. Dia menyatakan penyesalan yang besar atas pernyataannya yang diterbitkan dan menyerukan pertemuan untuk membahas aspek-aspek yang sangat meresahkan dari artikelnya, Jewish Chronicle melaporkan.
Sementara mencatat bahwa serangan terhadap komunitas Kristen tidak dapat diterima, van der Zyl mempertanyakan penyebab penurunan komunitas Kristen. Ia menekankan bahwa ada alasan yang lebih kompleks daripada yang dikemukakan dalam artikel, yang tampaknya menghubungkan penurunan ini dengan pemukim Yahudi dan penghalang yang dibangun untuk menghentikan gelombang serangan teror Intifada kedua.
Pernyataan itu mencatat manfaat yang dibawa para peziarah Kristen ke Israel. Mengutip laporan Universitas Birmingham bahwa itu membawa pendapatan senilai US$3 miliar bagi perekonomian.
Para pemimpin Gereja meminta dialog mendesak dengan otoritas Israel, Palestina, dan Yordania yang telah menyatakan komitmen mereka untuk melindungi kebebasan beragama. Mereka mengatakan pembicaraan harus fokus pada tantangan yang disajikan oleh kelompok radikal di Jerusalem dan pada penciptaan zona budaya dan warisan Kristen khusus untuk menjaga integritas Christian Quarter di Kota Tua Jerusalem.
Baca juga: Israel Tahan Tiga Anak Kibarkan Bendera Palestina di Kompleks Masjid Al-Aqsa
The Vatican News melaporkan pada pekan lalu bahwa organisasi-organisasi Kristen di seluruh dunia menanggapi pernyataan tersebut dengan pesan-pesan dukungan. Dewan Gereja Dunia, yang mewakili 349 gereja, memberikan dukungannya, dengan penjabat sekretaris jenderal Pendeta Ioan Sauca mengatakan dalam suatu pernyataan bahwa orang-orang Kristen di Tanah Suci harus dihormati dan dihargai sebagai bagian dari warisan dan masa depan wilayah tersebut.
Churches for Middle East Peace, kelompok advokasi yang berbasis di AS, juga mengeluarkan pernyataan yang menekankan pentingnya komunitas Kristen di Tanah Suci, Vatikan News melaporkan. Meskipun baik Patton maupun pernyataan para pemimpin Gereja tidak menyebutkan namanya, Ateret Cohanim ialah organisasi agama Zionis yang bekerja untuk mengisi Kota Tua dan lingkungan Jerusalem Timur lain dengan penduduk Yahudi dengan membeli properti dari pemilik non-Yahudi.
Secara terpisah, aktivis Yahudi ekstremis telah bertahun-tahun melakukan vandalisme terhadap situs-situs Kristen di Jerusalem dan daerah lain di Israel, termasuk grafiti kebencian dan pembakaran. Para ekstremis juga menargetkan warga Palestina.
Israel merebut Jerusalem Timur dari Yordania dalam Perang Enam Hari 1967 dan kemudian memperluas kedaulatan atasnya, dalam langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional. Sekarang Israel menganggap keseluruhan Jerusalem sebagai ibu kotanya, mengutip hubungan sejarah dan alkitabiah Yahudi di sana. (OL-14)
UNTUK pertama kali sejak awal 1980-an, tingkat pertumbuhan penduduk Israel akan turun di bawah 1,5%.
KELOMPOK perlawanan Palestina, Hamas, mencatat Israel telah 813 kali melanggar gencatan senjata yang diberlakukan di Jalur Gaza sejak 10 Oktober.
RENCANA Israel untuk membangun 9.000 unit permukiman di Tepi Barat bagian tengah mengancam wilayah Jerusalem.
DI suatu kota dekat Jerusalem, Palestina, semakin banyak rumah dan tempat usaha yang digusur. Warga Palestina mengaitkan upaya ini dengan persetujuan Israel atas proyek permukiman baru.
KEGUBERNURAN Jerusalem, Palestina, memperingatkan pemerintah Israel agar menghentikan seluruh aktivitas penggalian di sekitar Masjid Al-Aqsa dan kawasan Kota Tua Jerusalem.
PERDANA Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan negaranya mengecam keras penyerbuan terbaru ke Masjid Al-Aqsa oleh sejumlah pejabat Israel bersama kelompok pemukim.
Pasukan Israel mulai merobohkan markas besar UNRWA di Yerusalem Timur. PBB menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional yang belum pernah terjadi sebelumnya.
ORGANISASI nonpemerintah hak asasi manusia Arab mengajukan permohonan agar Inggris menjatuhkan sanksi terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
SETIDAKNYA 84 tahanan Palestina meninggal di penjara-penjara Israel sejak Oktober 2023 setelah mengalami penyiksaan sistematis.
EMIRAT Arab menjadi salah satu negara pertama yang secara terbuka berkomitmen pada Dewan Perdamaian Presiden Donald Trump pada Selasa (20/1).
ISRAEL memindahkan blok-blok yang seharusnya menandai garis kendali pascagencatan senjata lebih jauh ke dalam Jalur Gaza. Ini menimbulkan kebingungan di kalangan Palestina.
PARA pemimpin Kristen senior di Jerusalem, Palestina, memperingatkan campur tangan pihak luar yang mengancam masa depan Kekristenan di Tanah Suci, khususnya Zionisme Kristen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved