Kamis 07 Oktober 2021, 15:47 WIB

Iran Ancam Korea Selatan jika tidak Bayar Impor Minyaknya Rp100 Triliun

Mediaindonesia.com | Internasional
Iran Ancam Korea Selatan jika tidak Bayar Impor Minyaknya Rp100 Triliun

AFP/Situs Resmi Wakil Presiden Iran.
Wakil Presiden Iran Eshaq Jahangiri (kanan) dengan Perdana Menteri Korea Selatan Chung Sye-kyun di Teheran pada 11 April 2021.

 

PERSELISIHAN antara Iran dan Korea Selatan semakin meningkat. Teheran mengancam tindakan hukum kecuali Seoul membayar biaya pengiriman minyak yang dibekukan karena sanksi AS senilai lebih dari US$7 miliar atau sekitar Rp100 triliun.

Republik Islam itu merupakan mitra dagang Timur Tengah terbesar ketiga Korea Selatan sebelum AS secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 antara Teheran dan kekuatan dunia. AS lalu menerapkan kembali sanksi yang melumpuhkan Iran.

Iran telah menjadi pemasok minyak utama ke Korea Selatan yang miskin sumber daya. Sebaliknya, Teheran mengimpor peralatan industri, peralatan rumah tangga, dan suku cadang kendaraan dari Seoul.

 

"Kami memiliki US$7,8 miliar dari uang kami yang diblokir di bank-bank Korea Selatan," kata anggota parlemen Iran Alireza Salimi yang menangani kasus tersebut. Korea Selatan menerima pengiriman minyak Iran tetapi tidak membayarnya. "Ini bukan mitra dagang yang dapat diandalkan dan harus membayar bunga atas uang yang dipegangnya secara tidak benar," tuduhnya.

Seorang pejabat kementerian luar negeri di Seoul mengatakan kepada AFP bahwa sulit untuk mengonfirmasi jumlah pasti uang yang dibekukan. Korea Selatan berhenti membeli minyak Iran setelah mantan presiden AS Donald Trump keluar dari kesepakatan nuklir pada 2018 dan menerapkan kembali sanksi keras serta mengancam akan menghukum siapa pun yang membeli minyak mentah dari Iran.

Tahun itu, perdagangan Iran-Korea Selatan turun setengahnya dibandingkan dengan 2017 ketika mencapai US$12 miliar, menurut kedutaan besar Iran di Seoul. Volume perdagangan anjlok menjadi hanya $111 juta pada pertengahan Juli 2020, menurut angka kedutaan.

 
Pada Januari, Pengawal Revolusi Iran menyita kapal tanker berbendera Korea Selatan, Hankuk Chemi, dan menahannya serta kaptennya selama tiga bulan. Dalihnya, ada dugaan pelanggaran lingkungan. Penyitaan itu secara luas dilihat di Korea Selatan sebagai upaya untuk memaksa Seoul menyerahkan dana yang dibekukan, meskipun Teheran berulang kali membantah ada hubungannya. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP/Jeff J Mitchell - Pool/Getty Images

Sandra Mason, Presiden Pertama Barbados

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 30 November 2021, 13:00 WIB
Mason akan menggantikan posisi Ratu Elizabeth II sebagai pemimpin negara di kawasan Karibia itu, saat dia dilantik pada Selasa (30/11) WIB...
AFP/Remko de Waal

Polisi Belanda Tangkap Pasangan yang Kabur dari Karantina Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 30 November 2021, 12:10 WIB
Kepolisian perbatasan Belanda mengatakan pasangan laki-laki Portugal dan perempuan Spanyol itu ditangkap di atas pesawat yang menuju...
AFP/STR

Tiongkok Janjikan Afrika 1 Miliar Dosis Vaksin Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 30 November 2021, 11:58 WIB
Janji Xi datang sebagai bagian dari forum antara Tiongkok dan negara-negara Afrika dengan penekanan pada perdagangan dan keamanan, di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya