Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Puasa Ramadan: Peluang Emas Tingkatkan Kesehatan Reproduksi dan Program Hamil

Basuki Eka Purnama
26/2/2026 09:56
Puasa Ramadan: Peluang Emas Tingkatkan Kesehatan Reproduksi dan Program Hamil
Ilustrasi(Freepik)

PUASA Ramadan kini tidak lagi sekadar dipandang sebagai ibadah spiritual, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendukung kesehatan reproduksi

Bagi pasangan yang sedang menjalani program hamil (promil), pola hidup selama bulan puasa, jika dikelola dengan tepat, dapat menjadi faktor penunjang keberhasilan kehamilan.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr. Ganot Sumulyo, SpOG, menjelaskan bahwa puasa memiliki kaitan erat dengan keseimbangan hormon reproduksi dan fungsi organ vital seperti ovarium. 

Secara fisiologis, puasa dapat membantu menyeimbangkan hormon estrogen dan progesteron serta mendukung proses ovulasi yang lebih sehat melalui penurunan resistensi insulin.

MI/HO--Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr. Ganot Sumulyo, SpOG

Kondisi ini memberikan harapan baru bagi perempuan dengan polycystic ovary syndrome (PCOS). 

"Puasa, khususnya puasa intermiten atau puasa Ramadan, dapat memberikan manfaat yang cukup besar bagi penderita PCOS, seperti membantu meningkatkan sensitivitas insulin sehingga kadar insulin dalam darah menjadi lebih stabil," jelas Ganot.

Ia menambahkan, kadar insulin yang tinggi kerap memicu ovarium memproduksi androgen atau hormon testosteron secara berlebihan. Hal inilah yang sering memperparah gejala PCOS dan mengganggu ovulasi. 

"Puasa juga dapat menurunkan kadar luteinizing hormone (LH) dan androgen, serta membantu menyeimbangkan hormon estrogen dan progesteron yang dapat memperbaiki siklus menstruasi dan mendukung ovulasi yang lebih teratur," ungkapnya.

Tidak hanya bagi perempuan, puasa juga berdampak positif terhadap kesehatan reproduksi pria, khususnya bagi mereka yang memiliki kondisi obesitas, resistensi insulin, atau kadar testosteron rendah. 

Namun, Ganot menekankan bahwa kunci keberhasilannya terletak pada pemenuhan nutrisi yang terjaga. 

"Yang penting adalah menjaga asupan protein, lemak sehat, serta mikronutrien seperti zinc dan vitamin D saat puasa," ujarnya.

Untuk mendukung keberhasilan promil, Ganot memberikan panduan pola makan sehat. Ia menyarankan konsumsi protein berkualitas tinggi seperti daging tanpa lemak, ikan berlemak, telur, tahu, dan tempe. Selain itu, asupan lemak sehat dari omega-3, minyak zaitun extra virgin, dan alpukat, serta karbohidrat kompleks seperti oat, quinoa, dan beras merah sangat dianjurkan. 

Masyarakat juga disarankan mengonsumsi sayur, buah kaya antioksidan, serta produk fermentasi seperti yogurt dan kefir.

Sebaliknya, pasangan yang sedang menjalani promil perlu membatasi makanan tinggi lemak dan gula. 

"Makanan berlemak seperti gorengan, gula berlebih, dan makanan dengan indeks glikemik tinggi perlu dihindari karena dapat menurunkan kualitas sperma," paparnya.

Terakhir, bagi pria yang memiliki masalah pada kualitas sperma, ia mengingatkan pentingnya menghindari rokok, alkohol, makanan bakaran, serta stres kronis. 

Dengan menjaga berat badan tetap ideal dan memperhatikan asupan nutrisi selama Ramadan, pasangan diharapkan dapat mengoptimalkan peluang kesuburan mereka. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya