Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGENALKAN ibadah puasa Ramadan kepada anak memerlukan pendekatan yang bijak dan tidak boleh dipaksakan. Psikiater dari National Hospital Surabaya, dr. Aimee Nugroho, SpKJ, mengingatkan para orangtua untuk senantiasa memperhatikan kesiapan mental anak sebelum mengajak mereka menjalani ibadah tersebut.
Menurut Aimee, pengenalan puasa yang dilakukan dengan paksaan berisiko menimbulkan tekanan emosional yang berdampak negatif pada kesehatan mental anak. Oleh karena itu, orangtua perlu waspada terhadap perubahan perilaku yang ditunjukkan oleh sang buah hati.
Tekanan psikologis pada anak sering kali tidak disampaikan secara verbal, melainkan melalui perubahan emosi dan fisik.
Orangtua patut curiga jika anak menjadi lebih mudah marah, sering menangis tanpa alasan yang jelas, atau menarik diri dari interaksi sehari-hari.
Selain itu, stres pada anak dapat muncul dalam bentuk keluhan fisik tanpa sebab medis (psikosomatik), seperti sakit perut, pusing, hingga mual.
Dalam beberapa kasus, anak bahkan menunjukkan perilaku regresif atau kembali ke tingkah laku masa kecil yang sudah ditinggalkan.
"Kecemasan berlebihan, misalnya takut gagal puasa, takut dimarahi, atau takut berdosa, juga bisa muncul," kata Aimee, dikutip Rabu (28/1).
Ia menambahkan bahwa gejala lain seperti mengompol kembali, tantrum, gangguan tidur, hingga penurunan minat belajar merupakan sinyal bahwa beban psikologis anak telah melampaui kemampuannya.
Penting bagi orangtua untuk bisa membedakan antara penerapan disiplin yang sehat dengan tekanan psikologis yang merusak. Disiplin sehat terlihat ketika anak merasa tertantang namun tetap merasa aman. Mereka berani mencoba kembali meski gagal tanpa rasa takut, serta merasakan kebanggaan atas usahanya.
Sebaliknya, tekanan psikologis terjadi jika anak berpuasa hanya karena takut dihukum atau merasa malu. Kondisi ini biasanya ditandai dengan kecemasan berlebih menjelang waktu sahur atau berbuka.
"Jika anak terlihat taat tapi tegang, orangtua perlu mengevaluasi pendekatan mereka," tegas Aimee.
Pendekatan Bertahap dan Empati
Sebagai solusi, Aimee menyarankan agar puasa diperkenalkan secara bertahap sesuai kesiapan mental masing-masing anak, bukan sekadar berdasarkan usia atau membandingkannya dengan anak lain.
Anak perlu diberikan pemahaman bahwa rasa lapar dan lelah adalah hal yang wajar, dan harga diri mereka tidak diukur dari durasi puasa yang berhasil dijalani.
Dukungan terbaik yang bisa diberikan orangtua adalah melalui komunikasi yang penuh empati.
Dengan memberikan ruang bagi anak untuk mengekspresikan perasaannya, proses belajar puasa akan menjadi pengalaman yang positif.
Melalui pendekatan yang konsisten dan aman, anak tidak hanya belajar menahan lapar, tetapi juga memahami makna ibadah sebagai bagian dari pertumbuhan diri mereka di bulan Ramadan. (Ant/Z-1)
Kunci utama pemenuhan serat terletak pada keberagaman jenis pangan yang dikonsumsi.
Buah dan sayuran merupakan sumber serat harian yang sangat dibutuhkan tubuh untuk memastikan saluran cerna tetap berfungsi optimal meskipun frekuensi makan berkurang.
Yang paling sering terjadi saat asupan serat kurang itu sembelit. Banyak orang puasa mengalami sembelit dan perut tidak nyaman karena seratnya tidak cukup.
Menjaga asupan gizi selama bulan puasa menjadi kunci agar tubuh tetap bugar sepanjang hari.
DALAM rangka menyambut bulan suci Ramadan, Hotel Santika Premiere Bintaro menghadirkan promo spesial bertajuk Sacred Flavors of Ramadhan mulai 18 Februari hingga 19 Maret 2026.
Menjelang Ramadan, kegiatan bersih-bersih masjid mulai marak dilakukan warga untuk menyiapkan tempat ibadah yang lebih higienis dan nyaman.
Anak tengah memiliki risiko lebih besar merasa diperlakukan berbeda dibandingkan saudara sulung maupun bungsu.
Adil tidak berarti memberikan perlakuan yang identik kepada setiap anak, melainkan harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Langkah pertama yang harus dilakukan bukanlah memaafkan secara terburu-buru, melainkan menyadari bagaimana pengalaman tersebut membentuk dinamika diri di masa kini.
Kebocoran aliran darah pada jantung dapat memicu tekanan tinggi pada paru yang berujung pada kondisi fatal yang disebut Sindrom Eisenmenger.
Kombinasi gerakan mengayun dan suara mesin kendaraan bekerja secara sinergis menenangkan sistem saraf anak.
Meta menekankan bahwa perlindungan terhadap anak tidak harus dilakukan dengan cara yang mengekang atau memantau seluruh isi percakapan secara berlebihan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved