Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG anak dan keluarga dari Universitas Indonesia (UI) Sani B Hermawan mengatakan, dalam mengajarkan anak berpuasa, orangtua harus melakukannya dengan cara yang menyenangkan dan tidak membuat anak tertekan.
"Misalnya, nanti kita buka puasa makan apa yuk. Jadi anak itu juga happy, apalagi untuk ngabuburit istilahnya anak kalau bisa dikasih permainan yang menyenangkan," kata Sani, dikutip Rabu (26/2).
Sani mengatakan dalam mengajarkan anak berpuasa tidak boleh diberikan ancaman atau hukuman jika tidak melaksanakannya.
Ini akan memicu perasaan negatif dan ketakutan pada anak sehingga anak menjalani ibadah puasa dengan merasa terancam.
Orangtua bisa mengajarkan anak mengalihkan rasa lapar menjadi suatu permainan yang bermanfaat sehingga mereka senang.
Jika perlu tumbuhkan jiwa kreatif dalam keluarga dengan mendekorasi rumah secara spesial dalam rangka menyambut bulan Ramadhan.
"Jadi rumahnya ditulis 'Selamat berbuka puasa' atau 'Selamat menjalankan puasa di bulan Ramadan'. Jadi anak ngerasa ada semacam kondisi yang emang kita men-celebrate bulan puasa. Bukan 'Yah, bulan puasa lagi, nggak makan lagi, jadi nggak minum'. Jadi anaknya nggak semangat," kata Sani.
Sani menambahkan saat anak mencoba berpuasa, ajak anak untuk tetap berkegiatan yang tidak terlalu melelahkan seperti melukis atau merakit lego. Ia juga mengingatkan kurangi aktivitas yang melelahkan seperti berlari-larian yang nantinya bisa membuat anak lemas.
Selanjutnya, libatkan anak dalam memilih makanan yang ia suka untuk menu berbuka puasa ataupun sahur. Dukungan eksternal dari orangtua ini akan menumbuhkan motivasi pada anak untuk ikut berpuasa karena semua anggota keluarga juga melakukannya.
"Di sini juga orangtua harus kreatif. Kalau sahur anak juga dikasih makan yang dia suka. Jadi jangan yang dia nggak suka tentunya ya," pungkas Sani. (Ant/Z-1)
Ramadan adalah momentum terbaik untuk menyatukan kembali energi kebaikan lintas angkatan.
Agar tubuh tetap bertenaga dan fokus dalam beribadah, pemenuhan gizi seimbang menjadi kunci krusial yang harus diperhatikan masyarakat.
Kunci utama menjaga kesehatan ginjal terletak pada pemenuhan cairan yang cukup.
Jika biasanya trafik memuncak saat jam kerja atau waktu santai di rumah, di bulan Ramadan, lonjakan utama justru terjadi saat dini hari.
Bermain padel saat bulan puasa sebaiknya dilakukan dalam waktu terbatas, yakni maksimal selama 45 menit menjelang waktu berbuka.
Meskipun konsumsi kopi atau teh secara umum tidak mengganggu kesehatan secara keseluruhan, Ali menekankan adanya dampak turunan yang perlu diwaspadai.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved