Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG anak dan keluarga dari Universitas Indonesia (UI) Sani B Hermawan mengatakan, dalam mengajarkan anak berpuasa, orangtua harus melakukannya dengan cara yang menyenangkan dan tidak membuat anak tertekan.
"Misalnya, nanti kita buka puasa makan apa yuk. Jadi anak itu juga happy, apalagi untuk ngabuburit istilahnya anak kalau bisa dikasih permainan yang menyenangkan," kata Sani, dikutip Rabu (26/2).
Sani mengatakan dalam mengajarkan anak berpuasa tidak boleh diberikan ancaman atau hukuman jika tidak melaksanakannya.
Ini akan memicu perasaan negatif dan ketakutan pada anak sehingga anak menjalani ibadah puasa dengan merasa terancam.
Orangtua bisa mengajarkan anak mengalihkan rasa lapar menjadi suatu permainan yang bermanfaat sehingga mereka senang.
Jika perlu tumbuhkan jiwa kreatif dalam keluarga dengan mendekorasi rumah secara spesial dalam rangka menyambut bulan Ramadhan.
"Jadi rumahnya ditulis 'Selamat berbuka puasa' atau 'Selamat menjalankan puasa di bulan Ramadan'. Jadi anak ngerasa ada semacam kondisi yang emang kita men-celebrate bulan puasa. Bukan 'Yah, bulan puasa lagi, nggak makan lagi, jadi nggak minum'. Jadi anaknya nggak semangat," kata Sani.
Sani menambahkan saat anak mencoba berpuasa, ajak anak untuk tetap berkegiatan yang tidak terlalu melelahkan seperti melukis atau merakit lego. Ia juga mengingatkan kurangi aktivitas yang melelahkan seperti berlari-larian yang nantinya bisa membuat anak lemas.
Selanjutnya, libatkan anak dalam memilih makanan yang ia suka untuk menu berbuka puasa ataupun sahur. Dukungan eksternal dari orangtua ini akan menumbuhkan motivasi pada anak untuk ikut berpuasa karena semua anggota keluarga juga melakukannya.
"Di sini juga orangtua harus kreatif. Kalau sahur anak juga dikasih makan yang dia suka. Jadi jangan yang dia nggak suka tentunya ya," pungkas Sani. (Ant/Z-1)
Konsumsi makanan dengan kadar gula maupun garam tinggi dapat menyebabkan kulit kehilangan hidrasi dan menjadi lebih kering.
Suasana lingkungan yang kondusif hanya bisa tercipta jika terdapat hubungan harmonis antar pemeluk agama.
Jika kondisi tidak mereda dan terjadi gejala berat yang ditandai dengan nyeri ulu hati sangat hebat disertai muntah atau sesak napas, maka sebaiknya jangan memaksakan diri berpuasa.
puasa tidak hanya membawa spirit ilahiah, melainkan juga memiliki konstruksi nilai dan orientasi insaniyah.
Rasa lapar saat puasa berkaitan erat dengan komposisi menu sahur.
Saat berbuka adalah puncak kebahagiaan setelah seharian menahan lapar dan haus.
Persepsi ini lahir dari cara pandang lama yang mengabaikan prinsip gizi seimbang. Padahal ukuran kesehatan tidak bisa hanya dilihat dari tampilan fisik semata.
Paparan gawai pada fase krusial pertumbuhan (usia 5 hingga 15 tahun) berisiko memicu gangguan tumbuh kembang yang menetap hingga dewasa.
Skrining pendengaran pada anak sejak dini menjadi kunci vital dalam menjaga kualitas hidup dan fungsi komunikasi buah hati.
Fungsi pendengaran memiliki kaitan erat dengan kemampuan bicara anak.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Kunci utama keberhasilan aturan pembatasan gawai bukan hanya pada larangan, melainkan pada keteladanan orangtua sebagai role model.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved