Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso mengingatkan para orangtua untuk memperhatikan pemenuhan gizi anak yang tengah berlatih berpuasa di bulan Ramadan.
"Anak-anak belum wajib berpuasa. Meski begitu mereka boleh saja berlatih berpuasa. Yang terpenting, asupan gizi mereka harus terpenuhi," ungkap Piprim, dikutip Selasa (12/3).
Puasa di bulan Ramadan diwajibkan bagi umat muslim yang telah baligh (dewasa), berakal, dalam keadaan sehat, dalam keadaan mukim, dan tidak sedang dalam perjalanan.
Baca juga : Pola Asuh Ikut Tentukan Kemampuan Puasa Anak
Menurut Piprim, anak-anak, secara prinsip belum diwajibkan berpuasa meski sebagian anak berusia 6 tahun telah memiliki kondisi fisik yang baik dan mampu berpuasa layaknya orang dewasa.
Meski begitu, Piprim mengingatkan orangtua untuk mendampingi dan memberikan perhatian pada anak mereka yang tengah berlatih berpuasa.
Dia pun menyarankan orangtua untuk memberikan makanan tinggi nutrisi kepada anak saat sahur dan berbuka puasa.
Baca juga : Menyiapkan Mental Anak agar Lancar Jalani Puasa
Setiap kali makan, sebaiknya, isi setengah piring anak dengan sayur dan buah sementara sisanya diisi dengan makanan pokok dan lauk pauk.
Orangtua juga diingatkan untuk tidak memberikan makanan dan minuman berpemanis serta tidak menghidangkan makanan cepat saji dan instan berpengawet.
Piprim juga menyarankan orangtua untuk berkonsultasi dengan dokter apabila anak mereka memiliki penyakit penyerta sebelum mengajak mereka berpuasa.
Baca juga : Orangtua Diingatkan Beri Apresiasi pada Anak yang Mulai Belajar Berpuasa
Dokter, ungkap Piprim, bisa memberikan rekomendasi terkait konsumsi obat rutin dan pemenuhan nutrisi bagi anak dengan penyakit peserta yang ingin berpuasa.
Konsultasi dengan dokter penting bagi anak dengan penyakit penyerta karena perubahan waktu makan dan minum serta istirahat selama berpuasa akan berpengaruh pada metabolisme anak.
"Anak-anak kan sedang dalam masa pertumbuhan. Jangan sampai karena berpuasa mereka mengalami malnutrisi. Pastikan mereka mendapatkan asupan nutrisi dan cairan yang berkecukupan," pungkas Piprim. (Ant/Z-1)
Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus komitmen Bank Indonesia untuk hadir di tengah masyarakat selama bulan suci Ramadan 1447 H.
Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas umat Islam sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang tengah berada dalam kondisi sulit.
Majelis Ulama Indonesia menyampaikan duka atas korban konflik Timur Tengah dan menyerukan penghentian aksi militer selama Ramadan, serta mendorong diplomasi damai melalui PBB.
Karena itu, sebuah cafe dan resto bernama Cak Kaji di Provinsi Jawa Timur menyediakan penganan dan nasi bukan puasa gratis,
Menariknya, masjid kuno atau yang akrab disebut Masjid Tuha (Masjid Tua) selalu diramaikan anak muda setempat dan sekitarnya.
Data Digital 2025 Global Overview Report mencatat bahwa masyarakat Indonesia usia 16 tahun ke atas menghabiskan rata-rata 7 jam 22 menit per hari di internet.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved