Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG Universitas Gadjah Mada (UGM) Novi Poespita Candra mengungkapkan sejumlah tips yang bisa dilakukan orangtua untuk melatih anak-anak berpuasa, salah satunya memberikan pemahaman tentang makna berpuasa.
"Salah satu cara mempersiapkan anak berpuasa adalah dengan mendiskusikan dengan anak mengapa puasa harus dilakukan. Anak diharapkan bisa paham tidak dengan cara diomeli atau didoktrin," ujar Novi, dikutip Selasa (12/3).
Novi mengungkapkan anak-anak perlu diberikan pemahaman mengenai makna berpuasa serta keutamaan dan manfaat berpuasa, termasuk manfaat kesehatan, mengendalikan diri, dan lainnya.
Baca juga : Orangtua Diingatkan Perhatikan Pemenuhan Gizi Anak Saat Berpuasa
Selain itu, anak-anak juga diarahkan pada kesadaran bahwa momentum puasa di bulan Ramadan juga bermanfaat bagi orang lain, misalnya dengan melakukan kebaikan, salah satunya dengan bersedekah.
Orangtua juga diimbau membuka dialog dengan anak-anak mengenai kesepakatan berpuasa bersama-sama.
Kesepakatan itu bisa mencakup durasi puasa. Apakah anak akan berpuasa penuh atau setengah hari atau lainnya.
Baca juga : Pola Asuh Ikut Tentukan Kemampuan Puasa Anak
"Ketika sudah tercapai kesepakatan, buat semacam perayaan sederhana dalam rangka menyambut Ramadan agar anak meras momentum ini memang momentum yang menantang untuk dicoba," ujar Novi.
Saat berbuka, orangtua juga misa menanyakan kesan-kesan anak selama berpuasa.
Menurut Novi, anak yang sedang belajar berpuasa sebaiknya diberi ruang untuk merefleksikan pengalaman mereka, misalnya, kapan waktu terberat saat berpuasa, bagaimana mereka berhasil melaluinya, apa yang mereka rasakan, dan apakah ada hal luar biasa yang terjadi pada mereka.
Baca juga : Menyiapkan Mental Anak agar Lancar Jalani Puasa
"Dari situ, mereka bisa merasakan bahwa puasa tidak hanya bermakna bagi diri mereka sendiri namun juga orang lain," ungkap Novi.
Noci kemudian menyarankan orangtua agar melatih anak berpuasa secara bertahap sesuai dengan kemampuan masing-masing anak agar kesehatan mereka tetap terjaga.
"Menurt kaidah agama kan yang berpuasa penuh adalah yang sudah Akil Baligh. Anak-anak sifatnya belum wajib," pungkasnya. (Ant/Z-1)
Dalam semangat kepedulian di bulan suci Ramadan, Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP) menggelar kegiatan sosial bertajuk Berbagi Tanpa Batas.
Syekh Abdul Muhyi merupakan ulama penyebar Islam di kawasan Pamijahan Tasikmalaya, Jawa Barat, dan sekitarnya.
Ramadan adalah momentum terbaik untuk menyatukan kembali energi kebaikan lintas angkatan.
Bagi Pugar Restu Julian, Ramadan bukan hanya tentang satu warna atau tema tunggal.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus komitmen Bank Indonesia untuk hadir di tengah masyarakat selama bulan suci Ramadan 1447 H.
Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas umat Islam sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang tengah berada dalam kondisi sulit.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved